Arsip:

Berita

MAP Corner May Day: Sistem Tenaga Kerja yang Fleksibel dan Bagaimana Menyikapinya

Yogyakarta, 30 April 2019—“Paradigma ekonomi negara developmentalism didorong oleh faktor eksternal berupa investasi asing menjadi faktor penyebab kebijakan tenaga kerja Indonesia yang semakin fleksibel”, ujar Ari Hernawan, Guru Besar Hukum Perburuhan Universitas Gadjah Mada, dalam acara MAP corner edisi hari buruh di Fisipol UGM Unit II.

Beliau memulai acara tersebut dengan penjelasan kebijakan tenaga kerja di Indonesia, seperti UU no. 13 tahun 2003 yang alasan dibentuknya adalah untuk memperbaiki iklim investasi dan ekonomi di Indonesia. Negara memiliki kewajiban berperan menjadi pihak ketiga yang bersifat netral dan mengimbangkan antara buruh dan pengusaha, memiliki kepentingan tersendiri yaitu untuk melakukan pembangunan ekonomi. read more

Twit Isu Negatif Meningkat Drastis Pascapemilu 2019

Yogyakarta, 29 April 2019Research Centre for Politics and Government (PolGov) Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) UGM kembali melakukan rilis riset analisis big data terkait Pemilu 2019. Data-data riset yang dipublikasi merupakan hasil kerja sama penelitian antara Laboratorium Big Data Analytics dan Yayasan TIFA.

Rilis analisis yang bertempat di Digilib Café ini merupakan rilis kelima yang khusus berfokus pada penyebaran isu negatif melalui jejaring sosial Twitter. Dari data penelitian yang dilakukan sejak 12-22 April 2019, sebanyak 15.486 twit terkait isu negatif yang menyasar Paslon 01, Paslon 02, dan KPU berhasil diidentifikasi. read more

Tiongkok sebagai Negara ‘Versi’ Sendiri  

Yogyakarta, 26 April 2019—Institute of International Studies (IIS) UGM mengadakan rangkaian acara lanjutan dari Forum “Beyond the Great Wall”. Seri diskusi kali ini membahas mengenai bina bangsa Tiongkok yang diisi oleh dua pembicara utama.

Randy Wirasta Nandyatama selaku pembicara pertama membahas mengenai pemilihan umum langsung yang ada di Tiongkok. Sebelumnya, Randy mengatakan bahwa diskusi ini berawal dari kekhawatiran teman-teman Ilmu HI terkait pandangan publik terhadap Tiongkok sebagai negara yang saat ini sedang menjadi perhatian.

“Tiongkok sendiri juga tidak mau publik memandang mereka secara sederhana sebagai negara komunis, represif, dan tidak mengakui HAM,” ujarnya.

Mengawali pembahasannya, Randy menjelaskan mengenai struktur pemerintahan Tiongkok yang hingga saat ini masih didominasi oleh Partai Komunis Cina yang melihat diri mereka sebagai ‘penjaga’ bangsa. Kuatnya dominasi partai ini dapat dilihat dari adanya tentara PKC yang berlaku sebagai tentara nasional Tiongkok. read more

Sarasehan Refleksi Pemilu 2019: Upaya Fisipol UGM Menjadi Ruang Diskusi Sistem dan Pelaksanaan Pemilu 2019  

Yogyakarta, 26 April 2019—“Pelaksanaan pemilu serentak dengan sistem yang seperti ini harus menjadi yang pertama dan terakhir,” demikian ujar Pramono Ubaid Tanthowi, Komisioner KPU RI, dalam merefleksikan perubahan sistem Pemilu 2019.Pemilu serentak kali ini telah membawa banyak perubahan secara fisik, teknis, dan sistem. Hal ini tentu mengundang perdebatan dalam masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Fisipol UGM dan beberapa instansi terkait duduk bersama dalam Sarasehan Refleksi Pemilu 2019 untuk membahas sistem Pemilu 2019 dan pengaplikasiannya. Sarasehan ini dihadiri oleh Pramono Ubaid Tanthowi, Komisioner KPU RI, sebagai pemantik diskusi. read more

Hewan, Manusia, dan Relasinya: Antara Kompetisi dan Kooperatif

Yogyakarta, 25 April 2019—Departemen Sosiologi Fisipol UGM bekerja sama dengan BPPM Balairungpress mengadakan simposium ilmiah: “Hewan, Manusia, dan Relasinya. Simposium ini sekaligus menjadi momen peluncuran jurnal Balairungpress bertajuk Hewan dan Manusia”.Simposium ilmiah ini menghadirkan Prof. John Sorenson Dosen Sosiologi Brock University Canada dan Susilohadi Dosen Biologi Universitas Gadjah Mada serta dimoderatori oleh Anaq Duanaiko, Mahasiswa Sosiologi UGM.

Dalam simposium ini peserta diajak berdiskusi mengenai relasi antara hewan dan manusia melalui dua perspektif yang berbeda, yaitu sosial dan biologi. Dalam perspektif sosial, Sorenson menekankan bahwa hewan dan manusia tidak hanya terkait dengan kontinum biologis saja tetapi juga dalam hal kesadaran. Menurut Charles Darwin, tidak ada pembagian yang tajam antara manusia dan hewan, lebih tepatnya perbedaan derajat tetapi bukan jenis.

Eksploitasi dan kekerasan terhadap hewan merupakan salah satu bentuk interaksi negatif antar hewan dan manusia. Perasaan superior dalam diri manusia membuat tindakan eksploitasi tersebut menjadi hal yang wajar untuk memenuhi kebutuhan hidup. read more

Kelas Psikoedukasi: Stand Up and Be Resilient!

Yogyakarta – Kamis, 25 April 2019 telah dilaksanakan Kelas Psikoedukasi oleh CDC Fisipol UGM bekerja sama dengan Program Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat FKKMK UGM. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang BA103 Fisipol UGM pukul 13.00 hingga pukul 16.00 WIB.

Kelas Psikoedukasi ini merupakan program kerja triwulan dari CDC Fisipol UGM, dan tema yang diangkat pada kegiatan kali ini adalah Resiliensi. Pembicara dalam acara kali ini adalah Prof. Dra. R.A. Yayi Suryo Prabandati, M.Si., Ph.D., seorang dosen Program Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat FKKMK UGM, dan juga Pulung Setiosuci Perbawani, S.I.P., M.M., seorang dosen Departemen Ilmu Komunikasi Fisipol UGM, dan juga Heny Wijaya Sugiarto, mahasiswa PSdK Fisipol UGM. read more

Big Data Analysis : Hoax Detection 2019

Yogyakarta – 24-25 April 2019 dilaksanakan workshop “Big Data Analysis : Hoax Detection” di Hotel Santika, Ruang Jatinom. Acara dilaksanakan pukul 09.00-15.00 wib, dan dikemas dalam dua sesi.

Pemateri dalam workshop kali ini yaitu Ujang Fahmi, S.IP., M.P.A (Chief Executive Officer Kedata), Krisostomus Nova R (Big Data Infrastructure Analyst Kedata) dan Canggih Puspo Wibowo, S.T., M.Eng. (Chief Technology Officer Kedata).

Peserta merupakan mahasiswa, dosen dan karyawan FISIPOL UGM yang telah mendaftarkan dan berkomitmen untuk mengikuti kegiatan workshop selama dua hari. Kegiatan workshop hari pertama yaitu penyampaian materi mengenai dasar-dasar pemrograman R, Hoax Detection Mechanism, dilanjutkan dengan materi Introduction Machine Learning oleh Ujang Fahmi, S.IP., M.PA. dan Canggih Puspo W, S.T., M.Eng. read more

Inovasi Munculnya Desa Cerdas 4.0, Kementrian Desa: “Desa Bukan Lagi Daerah Tertinggal”

Yogyakarta, 23 April 2019 – Bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT ) serta Institute of Goverment and Public Affairs (IGPA), CfDS melaksanakan peluncuran dan bedah buku bertajuk “Desa Cerdas: Transformasi Kebijakan dan Pembangunan Desa Merespon Era Revolusi Industry 4.0”. Selasa (23/4) di Auditorium Gedung Mandiri Lantai 4 Fisipol UGM, acara ini dihadiri oleh empat tokoh inovatif.

Peluncuran dibuka oleh sambutan Erwan Agus Purwanto selaku Dekan Fisipol UGM. Baginya, kemunculan digital society di segala aspek yang terkoneksi dengan Internet of Things merupakan bentuk transformasi teknologi. Dalam hal ini, desa tidak bisa ikut tertinggal. Adanya desa cerdas merupakan bentuk kontribusi fenomena pengembangan yang berhasil. read more

‘Ancaman Serangan Siber di Pra, Masa, dan Pasca Pemilu’

Yogyakarta, 18 April 2019 – Pasca dilaksanakannya Pemilu 2019, Center for Digital Society (CfDS) memaparkan bentuk-bentuk ancaman keamanan siber yang telah terjadi di masa Pemilu. Pemaparan tersebut pun menegaskan bahwa dibalik kesuksesan penyelenggaran Pemilu 2019, terdapat berbagai jenis ancaman keamanan siber yang berupaya mengganggu pelaksanaan pesta demokrasi Indonesia, dan patut kita waspadai bersama.

Pemilu & Ancaman Siber

  • Beberapa contoh potensi ancaman siber pra-Pemilu dapat diwujudkan dalam bentuk penyebaran informasi hoaks yang berupaya untuk menghalangi masyarakat agar tidak memilih, seperti penyebaran tanggal pelaksanaan Pemilu yang salah atau penyebaran informasi pribadi dari kandidat tokoh politik yang berpotensi mencemari nama baik kandidat tersebut.
  • Sementara potensi ancaman siber Masa dan Pasca-Pemilu dapat diwujudkan dalam bentuk aksi peretasan dan manipulasi data terhadap mekanisme pengambilan suara yang melibatkan adanya pemrosesan data elektronik, seperti quick count.
  • Dalam proses elektoral sendiri, Scott Shackelford mengungkapkan terdapat setidaknya lima area yang rentan terhadap serangan siber, yakni: 1) informasi yang diterima oleh pemilih menjelang Pemilu, 2) daftar peserta Pemilu, 3) mesin untuk memilih, 4) mekanisme rekapitulasi untuk menentukan pemenang, 5) sistem diseminasi yang dipakai untuk menyebarkanluaskan berita terkait dengan hasil Pemilu.
  • Di Indonesia sendiri, jejak awal kasus serangan saat pemilu di Indonesia terekam saat situs KPU diretas pada 2004 oleh seorang pemuda di bawah pseudonim Xnuxer. Tak hanya di Indonesia, proses elektoral yang terjadi negara-negara lain seperti Taiwan, Perancis, Amerika Serikat, dan Brasil juga tak luput dari ancaman serangan siber (didominasi oleh hoaks).
  • Mastel mencatat 92,4% hoaks disebarkan melalui media sosial, sedangkan 62,8% melalui aplikasi pesan instan, 34,9% lewat situs web, 8,7% dengan televisi, 5% menggunakan media cetak, dan 3,1% via Email.
  • Operasi penyebaran hoaks lewat media sosial memanfaatkan bias kognitif dalam psikologi manusia. Manusia memiliki keterbatasan memproses informasi, sehingga cenderung memilih sumber yang mudah dikonsumsi. Hal ini kemudian menyebabkan sekelompok orang terjebak dalam keyakinan dan imajinasinya sendiri.
  • read more

    Startup Lomba Mahasiswa Mendorong Kemajuan Perlombaan Mahasiswa Di Indonesia

    Yogyakarta, 13 April 2019 – Sekelompok mahasiswa Fisipol UGM yakni Adhika Trisliantama, Muhammad Rilo Nugroho, Fathin Difa Robbani, dan Joseph Prabandaru yang mendirikan startup platform pendidikan bernama Lomba Mahasiswa. Para pendiri ini terus berusaha untuk menciptakan inovasi dan kreativitas untuk mencapai visinya yakni memajukan dunia pendidikan di Indonesia, terutama melalui perlombaan dan kompetisi yang berpotensi meningkatkan kemampuan diri dan melatih soft skill.Melalui Lomba Mahasiswa, mereka terus berusaha untuk mengembangkan berbagai project demi mendorong startup ini agar semakin menebar manfaat bagi masyarakat, di antaranya dengan membuka rekrutmen volunteer bagi mahasiswa-mahasiswi di seluruh Indonesia. Pada 1 – 11 April lalu Lomba Mahasiswa membuka kesempatan untuk mendaftar volunteer dan hasilnya lebih dari 100 volunteer berhasil diperoleh dan berkesempatan belajar serta membantu startup Lomba Mahasiswa.

    Muhammad Rilo Nugroho dan Adhika Trisliantama menjadi pembicara dalam “Gathering Volunteer” perdana yang dilakukan di Coworking Creative Hub Fisipol UGM lantai 3 pada Sabtu 13 April 2019 untuk menyambut antusiasme para volunteer yang datang. Para volunteer yang berasal dari berbagai kampus di Yogyakarta dan sekitarnya ini dengan semangat mendengarkan pemaparan dari dua mahasiswa Departemen Politik Pemerintahan (DPP) Fisipol UGM ini.

    Rilo menjelaskan bahwa Lomba Mahasiswa memiliki visi untuk menjadi platform pendidikan terbesar dan bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Menurut riset yang dipaparkan Rilo disebutkan bahwa tingkat kemampuan berkompetisi mahasiswa akan berkorelasi linear dengan kemampuan akademiknya. Oleh karena itu, Lomba Mahasiswa akan terus mendorong pengembangan semangat kompetisi bagi mahasiswa. Selain itu, Rilo juga memberikan harapan bahwa nantinya para volunteer yang bersinergi dengan Lomba Mahasiswa adalah keluarga besar yang saling membantu memajukan kondisi pendidikan di Indonesia. read more