Friday, 01 December 2017
Aplikasi Pemetaan Spasial untuk Penelitian Ilmu Sosial

Institute of International Studies (IIS) UGM pada Senin-Selasa (27-28/11) menyelenggarakan workshop bertajuk “Changing the Game – Geospatial Technology for Social and Political Research”. Kegiatan yang mengundang Regina M Hitoyo, ST ini diselenggarakan selama dua hari di Gedung BA 504 Fisipol UGM.

Penggunaan teknologi geospasial tentunya masih asing untuk penelitian mahasiswa sosial politik. Penggunaan sistem pemetaan pertama kali dirintis oleh John Snow. Melalui sistem ini, John Snow mencoba melihat pemetaan kolera dengan overlay yang dilakukan dengan berbagai macam objek semisal bangunan ataupun topografi suatu wilayah. Dari penelitiannya, John Snow menyimpulkan bahwa kolera tersebar dengan pengambilan air yang dilakukan melalui sumber yang sama.

Geographic Information System (GIS) dapat menggambarkan Bumi dengan sesungguhnya. Hal ini tidak hanya terbatas pada visualisasi semata, namun juga dapat membantu analisis. “GIS saat ini terintegrasi dengan teknologi lain. Hal ini supaya dapat menghasilkan informasi yang lebih lengkap,” ungkap Regina.

Pada sesi ini, Regina juga memberikan pelatihan untuk menggunakan produk ArcGIS, salah satu produk pemetaan kepada para peserta. Beliau menjelaskan tata cara prosedur membuat akun hingga pembuatan peta.

Sesi kedua yang dilaksanakan pada hari Selasa memiliki agenda melatih analisis spasial dengan program ArcGIS Desktop. Dalam sesi kali ini, Regina memberikan dua contoh studi kasus, yang pertama adalah kekuatan politik kepala-kepala suku Yoruba di Kota Ife, Nigeria. Pertanyaan yang dilemparkan adalah apakah semakin luas jarak pandang seorang kepala suku terhadap suatu wilayah di dalam Kota Ife, maka semakin padat pula pemukiman yang ada di wilayah tersebut. Secara bertahap, Regina memberikan arahan langkah-langkah bagi peserta untuk menggunakan program ArcGIS Desktop. Melalui analisis yang dilakukan, diketahui bahwa jarak pandang kepala suku Yoruba ternyata tidak memiliki pengaruh terhadap kepadatan penduduk. Ditemukan bahwa faktor lain yang berpengaruh adalah kontur wilayah Kota Ife yang berbukit-bukit.

Studi kasus kedua yang Regina berikan adalah analisa spasial pemuda tunas wisma di Miami, Florida, Amerika Serikat. Dengan analisis spasial, dapat dilihat dimana saja wilayah dengan tingkat pemuda tuna wisma paling tinggi, wilayah yang memiliki potensi tuna wisma paling tinggi, bahkan hingga komposisi ras dari pemuda tuna wisma di Miami.

Hasil dari analisis spasial yang didapatkan pada hari kedua milik peserta kemudian diunduh ke platform online ArcGIS Online. Ke depannya, bila ingin mengolah data berbasis Indonesia dapat mengambil data melalui unduhan di portal resmi Badan Informasi Geospasial tanahair.indonesia.go.id. Selain website tersebut, juga terdapat banyak situs penyedia data spasial lainnya, seperti milik Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia maupun World Resource Institute (WRI).

Public Policy Management

DEPARTEMEN