Dua Mahasiswa HI UGM Menyabet Gelar dalam Bandung MUN 2020

Bandung Model United Nation (MUN) 2020 telah diadakan oleh Universitas Widyatama Bandung pada tanggal 5—8 Maret lalu. Gelaran tingkat nasional ini berhasil mengantarkan dua gelar pada mahasiswa Hubungan Internasional UGM 2018. Ialah M. Anugerah Utama atau Tama yang berhasil menjadi Most Outsatnding Delegate pada UNDP Bandung MUN 2020. Di council yang berbeda Thifani Tiara mendapat Honorable Mention pada UNWOMEN Bandung MUN 2020.

Ketika dihubungi oleh Media Fisipol melalui telepon, Tama menceritakan bahwa gelar yang didapatnya ini setara dengan juara dua. Dari tujuh council Bandung MUN 2020, council UNDP yang diikuti Tama mengangkat topik mengenai manajemen limbah kimia. Topik ini berfokus pada upaya negara dalam meningkatkan infrastruktur manajemen limbah kimia. Menurutnya, limbah kimia perlu dikelola dengan baik agar terjadinya keberlanjutan  dan tidak merugikan kelompok minoritas. Tama juga melanjutkan bahwa meskipun MUN berbentuk sidang, tetap ada proses penilaiannya yang dinilai dari beragam aspek. “Aspek penilaiannya tidak hanya pengetahuan dan proses berdiplomasi saja, tapi juga bagaimana kita menyelesaikan masalah,” imbuh Tama.

Bandung MUN 2020 adalah kali ketujuh Tama mengikuti konferensi tingkat nasional selama kuliah. Pada MUN ini, Tama sebagai perwakilan delegasi Inggris. Sebenarnya ia ingin mewakili negara-negara berkembang seperti Afrika Selatan atau Indonesia. Dalam konteks manajemen limbah, menurutnya negara-negara berkembang kurang bisa memanajemen limbah dengan baik. Hal ini dikarenakan standar yang dibuat internasional tidak cukup akomodir atau mempertimbangkan negara berkembang.

“Honorable Mention sama dengan juara tiga,” ungkap Thifani. Berbeda dengan Tama, Thifani di council UNWOMEN harus berhadapan dengan topik mengenai norma sosial dan akses perempuan terhadap inklusi finansial. Topik ini berkaitan erat dengan usaha untuk meningkatkan akses perempuan terhadap berbagai produk keuangan atau ilmu tentang keuangan. Karena selama ini akses perempuan terhadap keuangan terhambat oleh adanya norma sosial yang berlaku di suatu tempat.

Thifani menceritakan bahwa pembahasan dalam council ini banyak mengulas mengenai perilaku di negara berkembang dimana norma sosial masih dipegang teguh oleh masyarakat. “Norma yang dibahas bisa dari norma agama, adat, dan juga bagaimana peran perempuan yang cenderung masih termarginalisasikan,” ungkap Thifani.

Baik Tama dan Thifani keduanya mendapat banyak hal baru selama gelaran MUN ini. Tama mengaku, konferensi ini mengenalkannya dengan banyak teman baru. Selain itu ia juga mendapat wawasan mengenai cara diplomat membahas suatu topik. Baginya hal yang menarik adalah bagaimana suatu permasalahan dilihat oleh beragam negara dengan kacamata berbeda. Ini tidak dapat dilepaskan dari kondisi masing-masing negara yang berbeda pula.

Senada dengan Tama, pada gelaran ini Thifani merasa lebih banyak berprogres daripada MUN sebelumnya yang pernah diikuti. Bandung MUN 2020 adalah gelaran MUN ketiga Thifani. Ia juga merasa banyak belajar dari delegasi dan chair, seperti pemimpin council dalam berdiplomasi. Selain itu pembahasan tersebut juga menciptakan diskusi yang subtantif dan mendorong terciptanya solusi yang tepat bagi permasalahan yang ada. (/anf)