Dosen Departemen Ilmu Hubungan Internasional (DIHI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), Suci Lestari Yuana, S.I.P., M.I.A., bersama Teresa Gaia Sebayang, baru saja mempublikasikan artikel ilmiah internasional berjudul “Acting Out Peace: The Role of Dramaturgy in Peace Studies in Higher Education.” Artikel ini terbit di jurnal bereputasi Teaching in Higher Education (Taylor & Francis), salah satu jurnal rujukan global dalam kajian pendidikan kritis.
Publikasi ini mengkaji inovasi pedagogi dalam pengajaran Peace Studies di pendidikan tinggi dengan memanfaatkan pendekatan dramaturgi, seperti drama, puisi, dan penulisan reflektif, untuk mendorong keterlibatan emosional dan pemikiran kritis mahasiswa. Berangkat dari pengalaman mengajar di Universitas Gadjah Mada pada 2024, riset ini menempatkan ruang kelas sebagai arena performatif yang tidak terpisah dari realitas sosial, termasuk isu ketidakadilan struktural, protes mahasiswa, dan konflik global.
Melalui pendekatan ini, para penulis menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai ruang transmisi pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang transformasi dan refleksi kritis atas kekerasan struktural serta praktik perdamaian. Temuan ini menegaskan pentingnya metode pembelajaran yang inklusif, reflektif, dan kontekstual dalam membangun kesadaran damai di kalangan mahasiswa.
Kajian ini memiliki keterkaitan erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, khususnya dalam mendorong pendidikan perdamaian dan penguatan nilai keadilan sosial. Selain itu, pendekatan pedagogis yang inovatif dan transformatif dalam riset ini juga selaras dengan SDGs nomor 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya pembelajaran inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Melalui publikasi ini, Suci Lestari Yuana dan tim memperkuat kontribusi FISIPOL UGM dalam diskursus global mengenai pendidikan perdamaian, pedagogi kritis, dan peran pendidikan tinggi dalam merespons tantangan sosial-politik kontemporer, khususnya dari perspektif Global South.
Artikel lengkapnya dapat dibaca di sini.