Di tahun-tahun belakangan ini Yogyakarta seolah sedang dirundung berbagai persoalan agraria. Mulai dari persoalan hotel, krisis air, hak tanah, hingga konflik bandara Kulon Progo. Adu kepentingan antara pihak swasta, pemerintah, dan masyarakat inilah yang membuat konflik agraria masih terus menjadi isu bersama. Hingga saat ini pun masyarakat masih terus memperjuangkan hak-haknya atas tanah, lahan, hingga air yang memang sudah selayaknya menjadi hak bersama.
Namun, ada sedikit hal berbeda dari proses perjuangan tersebut. Masyarakat tidak hanya mengekspresikan ketidaksetujuan dan ketidakadilan melalui aksi-aksi demo di jalan. Kini seni baik dalam bentuk mural, film, pertunjukan teater, maupun musik menjadi medium alternatif masyarakat dalam menyuarakan berbagai persoalan yang ada.