Yogyakarta, 10 April 2026 – Lanskap ketenagakerjaan di era digital kini dihadapkan pada kompleksitas baru, seiring dengan makin masifnya campur tangan kecerdasan buatan di berbagai platform penyedia kerja. Merespons fenomena tersebut, dosen Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIPOL UGM, Suci Lestari Yuana menggelar pelatihan riset partisipatoris bertajuk “Dampak AI terhadap Pekerja Gig di Indonesia”. Riset inovatif ini merupakan bagian dari program hibah EQUITY UGM yang didanai langsung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan sekaligus menjadi keberlanjutan riset Yuana sebelumnya yang menyoroti isu Kolonialisme AI yang berjudul “The Plight of Female Gig Workers in Indonesia”.
SDGs 10: Reduced Inequalities
Yogyakarta, 8 April 2026—Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) terus menunjukkan perhatiannya terhadap prinsip inklusivitas.
Salah satu bukti nyata adalah tersedianya berbagai fasilitas yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan civitas akademika penyandang disabilitas. Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan lingkungan kampus yang setara dan nyaman bagi semua, baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan. Beberapa fasilitas ramah difabel yang dapat ditemukan di lingkungan FISIPOL UGM antara lain jalur landai (ramp) untuk kursi roda, toilet khusus disabilitas, lift penumpang, serta parkir disabilitas.
Yogyakarta, 7 April 2026—Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) memasang kursi khusus untuk mahasiswa yang mencatat menggunakan tangan kiri. Kehadiran fasilitas ini merupakan bagian dari upaya fakultas dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan nyaman bagi seluruh civitas akademika.
Pernahkah kita memperhatikan bagaimana seorang mahasiswa kidal menulis di kursi kuliah? Desain kursi dengan meja yang menempel di sisi kanan tubuh, yang umum ditemui di sebagian besar ruang kelas, seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang dominan menggunakan tangan kiri. Akibatnya, tak sedikit mahasiswa kidal yang harus duduk dengan posisi menyamping atau bahkan menggunakan kursi di sebelah kirinya sebagai meja darurat.
Yogyakarta, 30 Maret 2026—Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), melalui Center for Digital Society (CfDS) bekerja sama dengan Asia-Europe Foundation (ASEF), menyelenggarakan The 23rd Informal ASEM Seminar on Human Rights (ASEMHRS23): Capacity-Building Training bertajuk “Future-Proofing AI: Building Human-in-the-Loop Governance Skills for Rights-Respecting AI”.
Kegiatan ini merupakan forum internasional yang mempertemukan peserta dari berbagai negara di Asia dan Eropa, termasuk perwakilan pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, dan institusi hak asasi manusia. Diselenggarakan selama tiga hari, pada 30 Maret hingga 1 April 2026 di Yogyakarta, program ini berfokus pada penguatan kapasitas dalam memahami dan merespons dampak kecerdasan artifisial (AI) terhadap hak asasi manusia, sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor dan lintas kawasan.
Dosen Sosiologi FISIPOL UGM, Oki Rahadianto Sutopo, bersama Pam Nilan dan Wiwik Sushartami, mempublikasikan artikel ilmiah terbarunya berjudul “Contextualising the Subculture/Post-Subculture Debate: Young Indonesian Musicians Navigating Careers in the Digital Era”. Artikel ini mengangkat dinamika musisi muda Indonesia dalam membangun identitas dan karier di tengah transformasi digital yang semakin kompleks.
Penelitian ini berangkat dari perdebatan panjang dalam studi budaya anak muda mengenai konsep subculture dan post-subculture, yang selama beberapa dekade didominasi oleh perspektif Euro-Amerika. Dalam konteks tersebut, teori subkultur klasik menekankan identitas kolektif yang relatif stabil, sementara pendekatan post-subkultur melihat identitas anak muda sebagai sesuatu yang cair, terfragmentasi, dan dipengaruhi oleh konsumsi budaya. Melalui riset ini, penulis berupaya mengisi kesenjangan dengan menghadirkan perspektif dari Global South, khususnya Indonesia, yang memiliki kondisi sosial-ekonomi dan ketimpangan digital yang khas.
Yogyakarta, 10 Februari 2026─Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyambut kepulangan 11 Relawan FISIPOL Mengajar yang telah menyelesaikan misi pengabdian selama hampir satu bulan, sejak 10 Januari hingga 8 Februari 2026, di Kabupaten Aceh Tengah.
Para relawan diterjunkan di tiga wilayah terdampak bencana, yakni Pantan Nangka, Ketol, serta Takengon (Desa Bintang dan Desa Toweren). Program ini merupakan inisiatif dari FISIPOL UGM dalam mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, khususnya pada sektor pendidikan. Program ini secara khusus bekerja sama dengan Yayasan Sukma.
Institute of International Studies (IIS) FISIPOL UGM bekerja sama dengan UN Women Indonesia meluncurkan Feminist Participatory Action Research (FPAR) Report yang mengkaji akar ketimpangan gender serta irisan kerentanan perempuan dalam konteks bencana, konflik sosial, dan kekerasan ekstrem. Penelitian ini dilaksanakan di tiga wilayah, yakni Kupang (Nusa Tenggara Timur), Bima (Nusa Tenggara Barat), dan Sigi (Sulawesi Tengah) dengan pendekatan partisipatif yang menempatkan perempuan sebagai subjek utama penelitian.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Social Research Centre Departemen Sosiologi menyelenggarakan Diskusi Publik dan Peluncuran Buku Seri Kajian Petani dan Perubahan Agraria bertajuk “Krisis Regenerasi Petani Indonesia dan Aktivisme Agraria Transnasional” pada hari ini, Kamis (5/2) di Auditorium Fisipol UGM.

Mengundang Jun Borras (Penulis Buku Dinamika Politik Gerakan Agraria Transnasional dan Aktivisme Cendekia & Perjuangan Agraria), Amalinda Savirani (Guru Besar Departemen Politik dan Pemerintahan UGM), Pitra Hutomo (Lingkar Keadilan Ruang), Ben White (Penulis Buku Pertanian & Masalah Generasi), dan Oki Rahadianto Sutopo (Dosen Departemen Sosiologi UGM) sebagai pembicara, diskusi ini menitikberatkan pada perspektif mendalam mengenai dinamika perubahan agraria dalam krisis regenerasi petani serta tantangan keadilan agraria di Indonesia.
Institute of International Studies (IIS) Universitas Gadjah Mada resmi merilis IIS Monthly Review edisi ke-9 untuk Januari 2026. Publikasi ini mengangkat berbagai isu strategis global yang memengaruhi posisi Indonesia di kancah internasional, mulai dari arah kebijakan luar negeri Indonesia, dinamika geopolitik teknologi dan kecerdasan artifisial, hingga tantangan keamanan tradisional dan non-tradisional di tengah meningkatnya unilateralisme kekuatan besar.
Pada rubrik Indonesia and the World, Monthly Review #9 menyoroti urgensi peran Indonesia di ASEAN di tengah kecenderungan kebijakan luar negeri yang semakin transaksional. Analisis ini menegaskan bahwa penguatan multilateralisme regional menjadi kunci untuk menjaga identitas Indonesia sebagai pemimpin de facto di Asia Tenggara, sejalan dengan tujuan SDGs 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) yang menekankan tata kelola global yang inklusif dan berbasis aturan.
Dosen Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), Milda L. Pinem, baru saja mempublikasikan karya ilmiah terbarunya berjudul “Vpogled v Ženske, vera in kultura: krepitev moči skozi inkulturacijsko teologijo” atau Women, Faith, and Culture: Empowering Through Inculturation Theology”.
Publikasi ini mengkaji relasi antara perempuan, agama, dan budaya dengan menekankan pentingnya pendekatan inkulturasi teologis sebagai sarana pemberdayaan perempuan dalam konteks sosial dan kultural yang beragam. Melalui perspektif interdisipliner, kajian ini menyoroti bagaimana nilai-nilai keimanan dan budaya lokal dapat menjadi sumber kekuatan bagi perempuan dalam membangun peran, identitas, serta posisi yang lebih setara di ruang sosial.