Yogyakarta, 4 September 2026—Penggunaan data dalam ilmu sosial telah menjadi keniscayaan di tengah ledakan informasi digital. Menjawab kebutuhan mendesak tersebut, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengoptimalkan Laboratorium Big Data Analytics sebagai pusat riset yang mengedepankan pendekatan social data science untuk memanfaatkan data mentah dari ruang digital sebagai instrumen utama dalam membaca, menganalisis, dan memprediksi perilaku kolektif masyarakat.
SDGs 9: Innovation and Infrastructure
Yogyakarta, 20 Juli 2026—Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM berkolaborasi dengan The University of Melbourne selenggarakan panel bertajuk “Sustaining Imagination: Eco-Aesthetics, Creativity, and the Ethics of Intelligent Futures”. Panel ini merupakan panel kedua dari rangkaian acara Australia-Indonesia in Conversation (AIC) 2026.
Berbeda dengan panel sebelumnya yang membahas tata kelola kekuasaan, panel ini mengangkat sudut pandang kreativitas manusia, etika, dan keberlanjutan ekologi. Dekan FISIPOL UGM, Wawan Mas’udi, dalam sambutannya menekankan pentingnya pembahasan pengaruh AI dalam imajinasi manusia yang beretika dan sadar secara ekologis. “Panel ini mengajak kita untuk merenungkan bagaimana inovasi teknologi dapat mendukung, bukan menggantikan, imajinasi manusia, sambil tetap berpegang pada tanggung jawab etis dan kesadaran ekologis,” ujarnya.
Yogyakarta, 20 Juli 2026—Pusat perhatian dalam gelaran Australia–Indonesia in Conversation (AIC) 2026 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM bergeser dari ranah politik pengetahuan menuju persoalan eksistensial manusia, yakni bagaimana imajinasi dan estetika bertahan di tengah gempuran kecerdasan buatan (AI). Sesi panel kedua yang berlangsung pada Senin siang di Ruang Sidang Dekanat ini mengusung tajuk “Sustaining Imagination: Eco-Aesthetics, Creativity, and the Ethics of Intelligent Futures”.
Yogyakarta, 20 Juli 2026 — Kehadiran Artificial Intelligence (AI) tidak bisa lagi dipandang sekadar sebagai keajaiban inovasi, melainkan sebuah instrumen kompleks yang berpotensi melanggengkan dominasi dan ketimpangan struktural. Hal ini mengemuka dalam diskusi kritis The 6th Australia-Indonesia in Conversation (AIC) 2026 pada Panel pertama bertajuk “Governing Intelligence: Ethics, Power, and the Politics of Knowing” menghadirkan Prof. Robert Hassan dan Dr. Silvia Montaña-Niño dari The University of Melbourne, serta Prof. Ridi Ferdiana dan Pratiwi Utami, Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada. Diskusi dipandu oleh Dr. Indah Surya Wardhani dan berlangsung di Auditorium Lt.4 FISIPOL UGM, Senin (20/7).
Yogyakarta, 20 Juli 2026—Rangkaian acara The 6th Australia-Indonesia in Conversation (AIC) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan University of Melbourne berlanjut ke sesi diskusi panel pada hari ini, Senin (20/7) di Auditorium FISIPOL UGM.
Mengusung tema “Governing Intelligence: Ethics, Power, and the Politics of Knowing”, Panel 1 menyoroti urgensi tata kelola kecerdasan buatan (AI) yang kini mulai berbenturan dengan dinamika etika dan kekuasaan. Sesi ini menghadirkan pakar lintas disiplin, yakni Prof. Robert Hassan dan Dr. Silvia Montaña-Niño dari University of Melbourne, serta Prof. Ridi Ferdiana dan Pratiwi Utami, Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada. Jalannya diskusi yang dipandu oleh Dr. Indah Surya Wardhani sebagai moderator.
Yogyakarta, 20 Juli 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan University of Melbourne menyelenggarakan agenda tahunan Australia-Indonesia in Conversation (AIC) 2026 pada hari ini, Senin (20/7). Mengusung tema “Is AI the Game-Changer? Intelligence Unbound: Ethics, Power, and the Imagination of Life in the Digital Age”, rangkaian acara ini diawali dengan pelaksanaan Press Conference yang bertempat di Ruang Sidang Dekanat FISIPOL UGM.
Yogyakarta, 27 Juni 2026─Dalam rangka memenuhi kebutuhan akan dukungan pengasuhan anak bagi sivitas akademika, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) dirikan dan kelola fasilitas Family Wellness, sebuah layanan daycare (tempat penitipan anak) terpadu yang berlokasi di dalam lingkungan kampus tepatnya di Gedung BH Lt.1 FISIPOL UGM.
Fasilitas ini hadir sebagai solusi konkret bagi para dosen dan tenaga kependidikan yang telah memiliki anak. Melalui Family Wellness, Fisipol UGM mengambil langkah nyata untuk menginstitusionalisasi dukungan terhadap keseimbangan kehidupan kerja dan personal.
Dalam upaya mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengelolaan informasi akademik, Digilib FISIPOL UGM menghadirkan sejumlah pembaruan layanan yang dapat dimanfaatkan oleh sivitas akademika. Berbagai layanan ini dirancang untuk meningkatkan keamanan pengelolaan dokumen, mempermudah akses terhadap sumber daya digital, serta mendukung pengembangan penelitian berbasis data.
Pemanfaatan Layanan Penyimpanan Dokumen Berbasis Awan
Untuk meminimalkan risiko kehilangan data akibat kerusakan perangkat maupun kendala teknis lainnya, sivitas akademika FISIPOL UGM diimbau untuk memanfaatkan layanan penyimpanan dokumen berbasis cloud yang disediakan oleh Universitas Gadjah Mada.
Yogyakarta, 3 Juni 2026—Ajang Insan Kreatif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Ajisaka) 2026 mengawali rangkaian acaranya dengan menggelar Diskusi Komunikasi bertajuk jurnalisme dan perfilman di FISIPOL UGM, Rabu (3/6/2026). Diskusi ini menyoroti peran media alternatif sebagai alat advokasi dan menyuarakan kepentingan publik, terutama di tengah gonjang-ganjing media massa tradisional.
Menghadirkan dua narasumber, yaitu sutradara sekaligus alumni Ilmu Komunikasi UGM, Luhki Herwanayogi, serta penulis dan jurnalis lepas, Titah AW, acara tersebut tidak hanya membahas peluang karier di bidang jurnalisme dan perfilman, tetapi juga menekankan pentingnya memanfaatkan bentuk-bentuk baru media untuk bersuara.
Yogyakarta, 07 Mei 2026─Center for Digital Society (CfDS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kembali, CfDS Response yang mengusung tajuk “Pemberlakuan PP TUNAS: Mengartikan Kesetaraan Perlindungan Anak di Platform Digital”, acara ini dilangsungkan pada Kamis (7/5) secara daring.
Peneliti CfDS yang juga bertindak sebagai pemandu acara, Semeion Bintang Ridho Aunillah, membuka sesi diskusi dengan menyoroti urgensi krusial di balik lahirnya kebijakan yang membatasi penggunaan media sosial bagi anak ini. “Penggunaan teknologi digital pada anak layaknya pisau bermata dua. Di satu sisi, platform digital menawarkan ruang untuk anak belajar, berekspresi, dan berkembang. Tetapi di sisi lain, ada banyak sekali dampak negatif yang bermunculan ketika anak menggunakan media digital, seperti paparan konten berbahaya, eksploitasi data privasi, dan yang paling parah adalah kekerasan digital pada anak,” ungkap Semeion.