Yogyakarta, 1 Juli 2025─Dalam rangka memperkuat tata kelola pemerintahan digital dan mendorong interoperabilitas data lintas sektor, Center for Digital Society (CfDS) bekerja sama dengan Jogja Smart Province (JSP) menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Roadmap SPBE 2025: Memperkuat Tata Kelola Digital dan Interoperabilitas Data.” Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Perwita Sari (Koordinator Perumusan Kebijakan Penerapan SPBE, Kementerian PAN-RB), Nanang Ruswianto (Ketua Asesor SPBE UGM), dan Sayuri Egaravanda (Tim JSP).
SDGs 9: Innovation and Infrastructure
Kami masih menunggu kontribusi dari rekan-rekan yang suka menulis dan menaruh minat terhadap isu transformasi digital, silakan mengirimkan tulisan kalian untuk di publish di website Megashift! ☺️
Catatan Penting:
1. Persyaratan dan turunan topik yang dapat dibahas tertulis lengkap & jelas di poster.
2. Call for articles ini dibuka sepanjang tahun, sehingga belum ada batas waktunya.
3. Panjang artikel maksimal 800 – 1000 kata, termasuk daftar pustaka.
4. Pastikan artikel memuat kutipan dari publikasi, jurnal atau buku dari dosen/peneliti Fisipol UGM.
5. Mohon maaf, mulai Juli 2025, kami tidak lagi memberikan modest honorarium kepada kontributor yang tulisannya dimuat di Megashift.
Magelang, 24 Juni 2025 — Mahasiswa Program Afirmasi Magister Ilmu Administrasi Publik UGM melaksanakan kegiatan field trip ke Kabupaten Magelang sebagai bagian dari proses pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik kebijakan publik di lapangan. Kegiatan yang berlangsung pada 23–24 Juni ini diikuti oleh para karyasiswa dari berbagai instansi pemerintah daerah di Indonesia, dan berfokus pada tema penguatan UMKM sebagai pilar ekonomi lokal serta pencipta lapangan kerja.
Dalam kunjungan ini, para peserta melakukan dialog langsung dengan Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda dan Litbangda) serta Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Magelang. Pemaparan yang disampaikan mencakup kebijakan konkret dalam pengembangan UMKM, mulai dari kemitraan dengan ritel modern, fasilitasi ekspor produk lokal, hingga digitalisasi usaha mikro. Para peserta juga melakukan kunjungan ke IKM Center Lembah Tidar dan desa wisata berbasis UMKM untuk menyaksikan langsung praktik pemberdayaan ekonomi kreatif di masyarakat.
Seoul, 26 Juni 2025—Isu perubahan iklim kian mendesak untuk ditanggapi secara global, tetapi penyebaran informasi palsu justru menjadi penghambat utama dalam membangun kesadaran dan aksi yang konkret. Dalam forum internasional bergengsi The 9th Climate Energy Summit yang digelar di Seoul, Korea Selatan, Dr. Novi Kurnia, dosen Departemen Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM sekaligus peneliti utama di Centre for Digital Society (CfDS) UGM, tampil sebagai salah satu pembicara utama yang menyampaikan perspektif kritis dari Global South terkait maraknya misinformasi dan disinformasi iklim.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak pengembangan ilmu pengetahuan sosial yang berdampak nyata melalui penyelenggaraan Workshop Penguatan Ekosistem Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) yang berlangsung pada 20–21 Juni 2025 di Solo. Kegiatan ini dirancang sebagai forum strategis untuk membangun sinergi antar-unit di lingkungan FISIPOL, guna memperkuat tata kelola riset, publikasi ilmiah, dan pengabdian masyarakat yang terintegrasi dan berkelanjutan. Workshop ini menghadirkan para dekan, pimpinan unit jaminan mutu, kepala pusat kajian, serta dosen-dosen dengan latar belakang pendidikan doktoral, dalam diskusi mendalam yang mencakup berbagai isu seperti inovasi riset, hilirisasi hasil penelitian, penguatan kolaborasi nasional dan internasional, serta etika dan manajemen data akademik.
Megashift FISIPOL UGM kembali menerbitkan artikel terbaru yang menggugah dengan judul “QRIS di Pusaran Global: Kedaulatan, Demokrasi, atau Integrasi Global?”. Tulisan ini mengajak pembaca untuk menyelami dimensi tersembunyi dari sistem pembayaran digital nasional yang selama ini dianggap teknokratis—namun ternyata menyimpan agenda politik-ekonomi yang jauh lebih dalam.
Melalui analisis tajam terhadap posisi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dalam konteks sistem keuangan global yang didominasi oleh negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, artikel ini menunjukkan bahwa QRIS bukan sekadar alat transaksi digital, melainkan strategi politik untuk merebut kembali kedaulatan digital Indonesia. QRIS digambarkan sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi platform global seperti Visa dan Mastercard yang selama ini memonopoli arus transaksi, pengelolaan data, dan biaya layanan. Lebih dari itu, artikel ini menyingkap ketegangan geopolitik digital, khususnya saat Amerika Serikat menyebut QRIS sebagai “ancaman” terhadap korporasi global mereka.
Institute of International Studies (IIS) Universitas Gadjah Mada resmi menerbitkan IIS Brief edisi ke-2 tahun 2025, dengan judul “ASEAN’s Hedging Strategy in a Fractured Order”. Tulisan ini mengulas secara tajam bagaimana ASEAN dapat memperkuat kembali strategi hedging-nya di tengah ketegangan geopolitik global yang makin kompleks, terutama akibat meningkatnya rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Ditulis oleh Oktavianus Bima Saputra, mahasiswa Hubungan Internasional UGM, brief ini menekankan bahwa strategi hedging ASEAN ke depan harus bertumpu pada penguatan integrasi ekonomi regional guna mempertahankan otonomi politik dan stabilitas kawasan.
Yogyakarta, 17 Juni 2025─Guru Besar Ilmu Komunikasi, Universitas Gadjah Mada (UGM) merilis buku pengantar teori Niklas Luhmann sebagai perspektif baru dalam bidang keilmuan komunikasi. Prof. Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni menggelar diskusi bersama pakar komunikasi Universitas Padjadjaran bertajuk “Titik Balik: Teori Sistem dalam Ilmu Komunikasi” pada Selasa (17/6).
Niklas Luhmann adalah ilmuwan sosiologi asal Jerman yang mengemukakan teori sistem dan keteraturan sosial. Luhmann berangkat dari teori sistem milik Talcott Parsons untuk menjawab berbagai masalah dan perubahan sosial. Bentuk pengembangan dari teori inilah yang disebut sebagai teori sistem Luhmann, di mana sistem dibuat tidak berdasarkan kesepakatan bersama melainkan karena perbedaan. Tidak adanya perbedaan berati tidak ada interaksi dan tidak akan pernah terjadi sebuah sistem.
Yogyakarta, 13 Juni 2025─Dalam dunia yang terus berubah dan menghadapi berbagai tantangan sosial, lingkungan, dan ekonomi, pertanyaan besar pun muncul: Bagaimana jika bisnis tidak hanya tentang keuntungan, tapi juga tentang dampak? Pertanyaan inilah yang menjadi pengantar hangat dalam webinar pembukaan Talent Pitching CHub Batch 9, sebuah program tahunan yang mendorong semangat kewirausahaan sosial di kalangan muda. Mengusung tema “Future-Fit”, program ini kembali hadir dengan semangat baru untuk menempatkan inklusivitas dan keberlanjutan sebagai fondasi utama untuk membangun masa depan yang lebih adil dan layak huni. Dalam webinar bertajuk “Future-Driven Entrepreneurship for a Sustainable Tomorrow”, Creative Hub FISIPOL UGM menghadirkan dua narasumber inspiratif yaitu Satya Dewastra B. W., pendiri Ailesh, dan Rika Novayanti, pakar komunikasi strategis lingkungan sekaligus Co-founder Mosaic.
Departemen Ilmu Hubungan Internasional (DIHI) Universitas Gadjah Mada memperkenalkan pendekatan inovatif dalam studi hubungan internasional melalui program STAIR (Science, Technology, and Art in International Relations). Lebih dari sekadar kelas atau komunitas akademik, STAIR merupakan kerangka pemikiran yang mendorong mahasiswa dan peneliti untuk tidak hanya menjadi pengamat dunia (world-viewing), tetapi menjadi aktor aktif dalam menciptakan dunia (world-making). Pendekatan ini menantang pandangan tradisional hubungan internasional yang memosisikan negara, organisasi internasional, dan korporasi sebagai aktor utama, sementara peneliti hanya berperan sebagai penonton. Sebaliknya, STAIR mengajak mahasiswa untuk memandang dunia sebagai ruang bersama yang mereka rawat, bentuk, dan transformasikan secara langsung melalui keputusan sehari-hari, interaksi teknologi, serta ekspresi artistik.