Dosen Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik (DMKP) FISIPOL UGM, Bevaola Kusumasari bersama dengan Sakir Ridho Wijaya dan Agus Pramusinto kembali menorehkan capaian akademik melalui publikasi artikel ilmiah yang berjudul “How do Policy Network, Local Wisdom, and Green Economy Interact to Shape Sustainable Tourism Governance in Disaster-Prone Areas?”. Artikel ini telah terbit di jurnal internasional bereputasi International Journal of Tourism Anthropology, sekaligus memperkaya kajian tata kelola pariwisata berkelanjutan di kawasan rawan bencana.
Penelitian ini mengangkat konteks Nusa Tenggara Barat sebagai wilayah dengan potensi budaya dan ekologi yang tinggi, namun juga menghadapi kerentanan bencana dan tantangan tata kelola. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi terstruktur, observasi lapangan, dan analisis dokumen, studi ini menelaah bagaimana interaksi antara jaringan kebijakan, kearifan lokal, dan praktik ekonomi hijau membentuk model tata kelola pariwisata yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa jaringan kebijakan formal cenderung bersifat hierarkis dan elitis, sehingga membatasi ruang partisipasi aktor lokal dalam proses pengambilan keputusan. Sebaliknya, praktik pariwisata berbasis komunitas justru menghadirkan pendekatan yang lebih inklusif melalui penguatan nilai, etika lokal, serta mekanisme pengelolaan mandiri yang memungkinkan distribusi manfaat secara lebih adil. Inovasi berbasis akar rumput dan integrasi prinsip ekonomi hijau menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pariwisata yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga tangguh terhadap risiko bencana.
Lebih jauh, studi ini menegaskan bahwa sinergi antara jaringan kebijakan yang adaptif, kearifan lokal, dan ekonomi berkelanjutan merupakan kunci dalam membangun tata kelola pariwisata yang resilien, khususnya di kawasan Global South. Kerangka konseptual yang ditawarkan juga membuka peluang untuk direplikasi di berbagai konteks serupa.
Kontribusi ini selaras dengan upaya pencapaian SDG 8 melalui pengembangan pariwisata berkelanjutan, SDG 11 dalam membangun komunitas yang tangguh terhadap bencana, serta SDG 13 yang menekankan pentingnya respons terhadap perubahan iklim dan risiko lingkungan. Publikasi ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi akademisi FISIPOL UGM dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan melalui riset yang relevan dan berdampak.
Artikel telah terbit di sini.