Kamis (20/4) Center for Digital Society (CfDS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik kembali menggelar CEOTalk yang kedua. Jika sebelumnya berhasil mengelar yang pertama dengan tema Digital Business Transformation in Contemporary Indonesia serta menghadirkan Ririek Adriansyah (CEO Telkomsel), berdekatan dengan Hari Kartini CfDS menghadirkan seorang perempuan yang kompeten di bidangnya. Beliau adalah Phillia Wibowo, salah satu perempuan yang menjadi penggerak ekonomi Indonesia dan kini tengah berkarir sebagai CEO McKinsey Indonesia (salah satu perusahaan konsultan manajemen multinasional paling terkemuka).
Berita
Diskusi Bulanan Institute of International Studies (13/4) diadakan kembali dengan menghadirkan Datu Damarjiwo (HI ’15) yang juga merupakan pemenang dari Ambassador1Day Denmark. Datu mengangkat tema mengenai To the Green and Sustainable Energy Future: Indonesia-Denmark Cooperation on Renewable, Self-Sufficient Energy Supply.
Latar belakang dari kerjasama energi antara Indonesia dan Denmark, jika dilihat dari kedua negara tersebut memiliki karakter yang berbeda. Pertama, population size Denmark hanya 5,6 juta, dua kalinya populasi Kota Surabaya dan daya tumbuhnya sekitar 0,4% dan tidak fluktuatif selama beberapa tahun ini. Sedangkan Indonesia, populasinya sekitar 250 juta (45 kalinya populasi Denmark) dan memiliki daya tumbuh 1,2% namun untungnya beberapa tahun terakhir pertumbuhan populasi Indonesia semakin menurun.
Siang (7/4/2017) itu, Fisipol UGM kedatangan seorang alumni dari Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan 1986, Inna Karunia. Saat ini beliau berkarir sebagai Asesor PPM Manajemen. PPM Manajemen merupakan lembaga assessment untuk sumber daya manusia di berbagai perusahaan terutama badan usaha milik negara (BUMN). Pengalamannya sebagai seorang asesor memberikan banyak inside baru mengenai peluang bekerja terutama tantangan dan peluang karier di organisasi nirlaba.
Inna Karunia berkarier sebagai Human Resources Department (HRD) selama 18 tahun di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, beliau menangani sebanyak 2500 karyawan. Mulai dari proses rekrutmen, pelatihan, karier, upah, serta yang paling sensitif yaitu hubungan industrial (konflik antara perusahaan dengan karyawan) sudah menjadi bagian yang melekat pada karier Inna.
Representatif University of Birmingham, Professor Barbara Fawcett hadir ke Fisipol UGM memberikan informasi khususnya mengenai program pascasarjana di bidang kebijakan sosial dan pekerjaan sosial. Beliau sudah berpengalaman selama 13 tahun pada bidang pekerja sosial. Info session diadakan di Gedung BA Ruang 101 pukul 09.00-10.00 WIB bekerjasama dengan Global Engagement Office.
Universitas Birmingham terletak di kota Birmingham, Inggris, lebih tepatnya di Edgbaston dan Selly Oak. Birmingham City University terletak di Birmingham, West Midlands. Universitas dengan sejarah panjang yang berdiri sejak tahun 1843. Saat ini kurang lebih ada 300 jurusan yang ditawarkan di sini. Jurusan-jurusan tersebut terdaftar di Fakultas Teknologi, Inovasi dan Pengembangan, Fakultas Pendidikan, Hukum dan Ilmu Sosial dan Fakultas Kinerja, Media dan Bahasa Inggris. Riset-riset di universitas difokuskan pada bidang seni dan humaniora dan ilmu sosial. Saat ini ada 20.000 mahasiswa terdaftar di universitas ini. Mereka berasal dari berbagai negara di dunia.
Rabu, 9 Maret 2017 sejak pukul 08.00 seminar nasional bertajuk Musik: Kritik Sosial dan Pembangunan bertempat di Auditorium Perpustakaan Digital Lantai 4 FISIPOL UGM digelar. Menghadirkan pakar-pakar musik yang berkompeten dibidangnya yaitu Andrew N. Weintraub (Professor Etnomusikologi dan Musik Populer University of Pittsburgh), Hempri Suyatna S.Sos, M.Si (Kepala Pusat Kajian Pembangunan Sosial (SODEC)), dan Rizky Sasono (Peneliti Kajian Musik di LARAS – Studies of Music in Society) dan dimoderatori oleh Drs. Adam Titra (Dosen Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan).
Hari terakhir di Bulan Maret menandakan berakhirnya pelaksanaan ujian tengah semester genap Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Global Engagement Office (GEO) menjadikan momen tersebut dengan melaksanakan program bulanan Cross-Cultural Understanding Club, yaitu Amazing Race. Ide kegiatan ini diambil dari reality television game show yang terkenal di seluruh dunia dengan nama yang sama. Permainan ini pada dasarnya adalah perlombaan diantara beberapa kelompok untuk mencapai garis akhir dengan cara menyelesaikan beberapa kuis atau rintangan kecil di beberapa tempat sehingga mendapat petunjuk–petunjuk yang mengarahkan peserta untuk mencapai garis akhir.
Bertempat di lorong gedung BC lantai 1, bincang muda bertajuk Melawan Arus, Menciptakan Arus: “Menelisik Sejarah dan Perkembangan Musik Indie Yogyakarta” yang diadakan oleh Youth Studies Centre (YouSure) FISIPOL UGM bersama LARAS-Studies of Music in Society sukses digelar. Acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh para mahasiswa Fisipol namun juga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan pada perkembangan musik khususnya musik Indie.
Sebagai pemantik diskusi kali ini, Bincang Muda menghadirkan Indra Menus, founder YK Booking, seorang musisi dan peneliti. Hadir pula dalam diskusi yaitu Wok The Rock dari YesNoWave Music, ia adalah seorang kurator dan seniman. Keduanya saling bergantian memaparkan mengenai sejarah perkembangan musik Indie di Yogyakarta. Diskusi yang dikemas dengan santai tersebut semakin interaktif ketika satu persatu audien juga menggunakan kesempatannya untuk memaparkan gagasan, kritik maupun tanggapan mengenai topik yang sedang diusung.
Bincang ASEAN keempat dengan tema Pasca IORA: Kerjasama Maritim dan Posisi Indonesia di ASEAN diadakan pada tanggal 31 Maret 2017 bertempat di Gedung BC Ruang 207. Bincang ASEAN kali ini menghadirkan Dedi Dinarto, S.IP (Peneliti ASEAN Studies Center) sebagai pembicara.
Dedi (sapaan akrab) memantik diskusi dengan menjelaskan sebuah fenomena kontestasi perdebatan yang terjadi antara beliau, Ibrahim Almuttaqi (Direktur ASEAN Program Habibie Center), dan seorang mahasiswa PhD Bruce David Willis yang mengkaji soal sektor maritim di Indonesia.
“Definisi kelas menengah sulit kita jumpai maknanya secara kajian,” kata Wasisto Raharjo Jati yang merupakan penulis buku Politik Kelas Menengah Islam. Moderator dalam bedah buku ini adalah Ulya “Pipin” Jamson yang merupakan peneliti Research Centre for Politics and Government (PolGov) dan Hasrul Hanif (Dosen Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM) sebagai pembahas. Acara diselenggarakan pada Rabu, 29 Maret 2017 di Ruang Seminar Timur dimulai pada pukul 13:00-16:00.
Alasan awal, Wasis (sapaan akrab Wasisto) memilih kelas menengah Muslim sebagai pokok bahasan adalah kajian ini secara pribadi ia tekuni di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Selain itu buku ini juga merupakan lanjutan pembahasan dari buku Politik Kelas Menengah Indonesia disusun oleh Richard Tanter yang merupakan buku kompilasi kajian yang dituliskan para akademisi Australia di Monash. Dalam buku tersebut, kajian kelas menengah belum muncul secara rinci yang dibahas ialah perdebatan kelas menengah, orang kaya baru, dan borjuis.
Bertempat di ruang 201 lantai dua Gedung BC FISIPOL UGM, Center for Digital Society (CfDS) mengadakan konferensi pers untuk memaparkan hasil risetnya mengenai kajian petisi online. Petisi online merupakan pernyataan yang disampaikan kepada pemerintah untuk meminta agar pemerintah mengambil tindakan terhadap suatu hal. Konferensi pers dipimpin oleh Dr. Dedy Permadi sebagai Direktur CfDS beserta tiga asisten riset CfDS, yaitu Viyasa Rahyaputra, Chiara Anindya, dan Nitya Saputri Rizal. Data-data yang dipaparkan adalah seluruh petisi daring yang muncul di Change.org dari jangka waktu Februari tahun 2016 sampai Februari tahun 2017 dengan jumlah 1.521 petisi yang diteliti oleh lima enumerator. Acara ini juga dihadiri sekitar 8-10 jurnalis media massa lokal.