Terlihat seorang mama-mama Papua mengangkat hasil bumi dari sebuah kol berwarna biru. Sang mama tersebut, meletakkan satu karung besar pada punggungnya dan kemudian meletakkannya di sebuah ruang lapang. Sementara itu, suasana pasar makin riuh, nampak beberapa orang sedang menawar barang atau menjual barang. Adegan itu menjadi pembuka dalam sebuah film pendek yang berjudul Awin Meke. Film ini bercerita tentang bagaimana warga asli Papua yang diwakili oleh para mama-mama Papua mengalami ketidakadilan ketika mereka berjualan di pasar. Selain satu film tersebut, ada lima film pendek yang juga diputar bedurasi 20-25 menit dan bercerita tentang kehidupan masyarakat Papua yang seringkali mengalami ketidakadilan.
Berita
Maraknya pembangunan hotel, apartemen dan mall di Yogyakarta nampaknya mulai memprihatinkan. Hal ini tak ubahnya lantaran pembangunan tersebut tidak memperhatikan lingkungan hingga turut mengubah dan mengganggu ekosistem. Dari yang awalnya banyak ruang publik yang terbuka sekarang banyak diubah menjadi beton-beton kokoh. Dalam hal ini, persoalan itu, setidaknya mampu memberikan gambaran mikro terhadap persoalan global yang juga sedang terjadi saat ini.
Hal itu disampaikan oleh Dr. Suharko, dosen Sosiologi UGM sebagai kata pengantar untuk membuka acara kuliah umum hari itu (22/4) Rabu pagi. Acara ini diinisiasi oleh Sosiologi Research Center (SOREC), Jurusan Sosiologi UGM dalam rangka menyambut hari bumi pada 22 April serta melakukan refleksi kegelisahan terhadap derasnya alih fungsi lahan di Yogyakarta.
Meski masih menyisakan perdebatan, setiap tanggal 21 April berbagai kalangan memperingati hari itu sebagai “Hari Kartini”. Momentum itu digunakan untuk mengenang jasa-jasa RA Kartini dalam mengembangkan emansipasi kaum perempuan.
Sari, mahasiswa FIS UNY, misalnya, mempertanyakan mengapa hanya ada Hari Kartini, padahal banyak perempuan lain yang juga berjasa untuk bangsa ini, seperti Cut Nyak Dien, Christina Martha Tiahahu, Dewi Sartika, dan sebagainya. Terlepas dari kontroversi itu, ritual tahunan peringatan hari Kartini bagi sebagian mahasiswa, tetaplah penting sebagai momentum peringatan menghilangkan diskriminasi bagi kaum perempuan. Hanya saja, cara memperingati hari Kartini itu perlu ditekankan pada substansinya. Memakai baju adat dan berkeliling kampung memang atrasi yang menarik, namun sebaiknya diimbangi pula penamaman makna dari Hari Kartini itu sendiri.
Jumlah transaksi keuangan yang mencurigakan di DIY sebanyak 178 laporan merupakan pertanda jumlah transaksi mencurigakan tidak sedikit dan perlu diwaspadai. Pasalnya, transaksi mencurigakan dapat mengindikasikan adanya suap atau pencucian uang dari hasil tindak pidana yang terjadi.
“Memang banyaknya transaksi mencurigakan belum tentu tindak pidana yang terjadi juga banyak, karena transaksi-transaksi itu perlu dilakukan analisa dan penyelidikan. Meski demikian, banyaknya transaksi mencurigakan perlu diwaspadai dan diantisipasi sebelum merugikan negara,” tutur Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM Yogyakarta, Hifdzil Alim, beberapa hari lalu.
Dengan mengusung tema Film Dokumenter dalam Pembentukan Persepsi Pemuda terhadap Isu Lingkungan, Youth Studies Centre (YouSure) mengadakan acara bertajuk Bincang Muda Spesial Screening. Acara yang mengambil tempat di ruang BG 101 ini diselenggarakan pada Kamis sore (16/4). Selain screening film, acara ini juga diisi dengan diskusi yang dipantik oleh Budi Irawanto, Ph.D (Dosen Ilmu Komunikasi).
Diawali dengan adegan pendarataan manusia di Bulan yang terekam dalam ekspedisi pesawat Apollo 8 pada 1968 dan kemunculan Planet Bumi yang berwarna biru menjadi pembuka dalam film yang berjudul Disruption. Film bergenre dokumenter ini, menceritakan tentang perubahan iklim yang diakibatkan oleh aktivitas manusia terutama dalam melakukan eksplorasi alam. Selain becerita, mengenai perubahan iklim film dokumenter ini menjabarkan bagaimana wacana perubahan iklim dari awal mula hingga saat ini secara kronologis. Dibuat pada 2014 film ini digarap oleh duo Kelly Nyks dan Jared P. Scott yang sekaligus sebagai sutradara.
Fisipol UGM melalui kantor unit SosPol’s Alumni and Career Engagement Office (SPACE) sedang melakukan pengumpulan data seluruh alumni Fisipol UGM, baik program sarjana maupun pascasarjana.
Seluruh alumni Fisipol UGM diharapkan dapat berpartisipasi dengan mengisi formulir database yang bisa diakses di link berikut, sesuai dengan jurusan yang pernah diambil baik di jenjang S1, S2, maupun S3.
Jur. Sosiologi http://tinyurl.com/offspfk
Jur. PSdK/ Sosiatri http://tinyurl.com/n98l7ax
Jur. MKP/ AN http://tinyurl.com/owcztrw
Pada tahun 2014 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan survei mengenai layanan keuangan terhadap sekitar 8.000 responden. Hasil dari dilakukannya survei tersebut menunjukkan bahwa tingkat pemahaman alias literasi masyarakat terhadap jasa keuangan (finansial) ternyata masih rendah. Dari survei tersebut hanya 22% yang ternyata tergolong pada well literate atau memiliki pengetahuan tentang lembaga jasa keuangan. Sisanya, berada pada less literate dan not-literate. Sementara itu, di sisi yang lain masyarakat yang memanfaatkan produk dan jasa keuangan di Indonesia baru berkisar pada 60%.
Bandung Conference and Beyond 2015 resmi dibuka oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, H.E. Retno L.P. Marsudi, Rabu (8/4) pagi. Bertempat di Balai Senat UGM, acara ini diikuti oleh lebih kurang 200 peserta dari berbagai negara. Institute of International Studies UGM dan The School of Political Science and International Studies University of Queensland menyelenggarakan acara ini dalam rangka memperingati 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung. Acara akan berlangsung selama dua hari meliputi sesi seminar dan diskusi panel bertajuk Rethinking International Order, Identity, Security, and Justice in A Post-Western World.
Eric Hiariej heads the International Relations department at the Faculty of Social and Political Sciences, Gadjah Mada University in Yogyakarta. Andrew Philips is associate professor in international relations and strategy in the School of Political Science and International Studies, University of Queensland in Brisbane, Australia.
Foreign minister Retno LP Marsudi this week will welcome 200 academics from Indonesia, Australia, and the wider region to Gadjah Mada University (UGM), where they will commemorate the Asia-Africa Conference’s (KAA) 60th anniversary and debate its lessons for today’s world.
“Aktivitas patronase memberikan keuntungan materi dari caleg kepada pemilih, baik secara langsung maupun tidak. Praktek patronase misalnya tercermin lewat pemberian uang sebelum pileg berlangsung (serangan fajar), pemberian bingkisan, perbaikan infrastruktur, pekerjaan, kontrak kerja hingga sebuah proyek. Sementara itu, praktek klientelisme diartikan sebagai hubungan personal langsung antar orang berdasarkan patronase,” ungkap Prof. Edward Aspinall, Ph.D.
Kalimat tersebut dilontarkan dalam launching sekaligus bedah buku dengan tema Politik Uang di Indonesia: Patronase dan Klientelisme pada Pemilu Legislatif 2014, Rabu (8/4) di Ruang Seminar Perpustakaan UGM lantai 2, Rabu (8/4). Acara tersebut diselenggarakan oleh Politics and Government Research Center (PolGov), Jurusan Politik dan Pemerintahan (JPP) UGM. Selain itu, buku tersebut merupakan hasil dari riset kolaboratif yang dilaksanakan oleh Coral Bell School of Asia Pacific Affairs di Australian National University (ANU) dan PolGov di JPP UGM pada 2013-2014.