Yogyakarta, 18 Agustus 2020—Dalam rangka mengulik penyebab utama masalah ketenagakerjaan, khususnya PHK massal, di tengah pandemi COVID-19, MAP Corner Klub MKP UGM mengangkat topik ini dalam diskusi mingguannya kali ini. Bertajuk “Fenomena PHK Massal di Tengah Pandemi”, diskusi ini menghadirkan Bhima Yudistira, selaku Ekonom INDEF, dan Sarinah, selaku Juru Bicara F-SEDAR, sebagai pembicara.Pandemi COVID-19 berdampak pada banyak aspek kehidupan masyarakat, salah satunya dari segi ketenagakerjaan. Banyak pekerja, khususnya buruh, yang dirumahkan dan mengalami pemutusan hubungan kerja atau PHK. Tidak sedikit pula pekerja yang mengalami pemotongan upah. Diskusi dibuka dengan moderator, Muhammad Fadhilah Pradana, menyampaikan pengantar mengenai data kondisi ketenagakerjaan di Indonesia pada masa pandemi COVID-19. Sebagai pembanding, moderator juga menyampaikan kondisi ketenagakerjaan di negara-negara lain saat ini, serta perbedaan penanganan di setiap negara.
Menurut Sarinah, isu PHK massal pada dasarnya merupakan isu tahunan yang biasa muncul pada saat isu kenaikan upah digaungkan. Namun, pada masa pandemi, fenomena PHK massal menjadi tidak didasarkan pada isu kenaikan upah. Keberadaan pandemi kemudian menjadi sebab utama PHK massal, meskipun memang sebelumnya sudah ada industri yang melakukan pergantian pekerja tiap tahunnya.

Namun, lebih lanjut, fenomena PHK massal pada masa pandemi ini merupakan suatu persoalan yang kompleks, sebab sudah tercampur berbagai faktor di dalamnya. Ada keinginan pengusaha untuk mengganti sistem ketenagakerjaan dengan yang lebih fleksibel. Oleh sebab itu, menurut Sarinah, jika suatu saat Indonesia sudah mulai menjalani fase pemulihan, belum tentu seluruh pekerja yang mengalami PHK massal pada masa pandemi lah yang akan kembali dipanggil untuk bekerja. read more