Yogyakarta, 31 Maret 2026 – Departemen Ilmu Hubungan Internasional (DIHI) FISIPOL UGM bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) menyelenggarakan public lecture bertajuk “A Japanese Approach to International Cooperation” yang mengulas pendekatan Jepang dalam membangun kerja sama internasional. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lt. 4 FISIPOL UGM ini menghadirkan Professor dari International University of Japan, Prof. Kato Hiroshi, sebagai pembicara utama.
Dalam pemaparannya, Hiroshi menyoroti Official Development Assistance (ODA) dan Official Security Assistance (OSA) sebagai instrumen kunci dalam kebijakan luar negeri Jepang. Kedua pendekatan ini dinilai tidak hanya berfungsi sebagai alat diplomasi, tetapi juga sebagai strategi jangka panjang dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan dengan berbagai negara, termasuk Indonesia.
Hiroshi menjelaskan bahwa ODA merupakan salah satu kebijakan paling penting dan berdampak dalam perjalanan Jepang di kancah global. Ia memaparkan bagaimana Jepang melalui berbagai fase dalam mengembangkan ODA, dari sekadar bantuan ekonomi pascaperang hingga menjadi instrumen pembangunan yang komprehensif. Jepang, menurutnya, tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menekankan dukungan pembangunan infrastruktur, kerja sama teknis, pelayanan sosial, hingga bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan berkelanjutan di negara berkembang.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ODA juga memainkan peran strategis dalam membangun kepercayaan dan memperkuat posisi Jepang di komunitas internasional. “Indonesia dan Jepang memiliki banyak kesamaan. Dan saya kira, dari sudut pandang para pemimpin Jepang, Indonesia tetap menjadi mitra yang penting,” ujarnya.
Diskusi ini juga mencerminkan kontribusi akademik FISIPOL UGM dalam mendukung agenda global, khususnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pembahasan mengenai kerja sama pembangunan dan bantuan internasional sejalan dengan upaya mendorong SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi global, serta SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) melalui pengembangan kerja sama yang berorientasi pada stabilitas dan tata kelola yang inklusif. Selain itu, penekanan pada pembangunan berkelanjutan dalam skema ODA juga beririsan dengan SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas dan pertukaran pengetahuan lintas negara.
Melalui kegiatan ini, FISIPOL UGM dan JICA berharap dapat memperkaya wawasan akademik sivitas mengenai dinamika kerja sama internasional, khususnya praktik dan strategi yang diterapkan Jepang. Forum ini juga diharapkan menjadi ruang dialog yang konstruktif untuk memperkuat jejaring kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan lembaga internasional, sekaligus mendorong lahirnya perspektif baru dalam pengembangan studi hubungan internasional di Indonesia.