Departemen Sosiologi FISIPOL UGM Gelar Kuliah Tamu Terbuka Kupas Fenomenologi Schutz

Yogyakarta, 4 Maret 2026 — Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) menggelar kuliah tamu terbuka bertajuk “The World of Phenomenology from Schutz’s Outlook” pada Rabu (4/3) secara daring. Kegiatan akademik ini menghadirkan pakar fenomenologi asal Argentina, Prof. Carlos Belvedere, sekaligus pengajar di University of Buenos Aires, yang mengulas fenomenologi melalui sudut pandang Alfred Schutz.

Dalam pemaparannya, Prof. Belvedere menegaskan bahwa pendekatan yang ia gunakan bukanlah kajian sejarah pemikiran, melainkan refleksi dari praktik fenomenologi itu sendiri. “Perspektif saya bukanlah perspektif seorang pakar sejarah, melainkan praktisi fenomenologi,” ujarnya. Ia kemudian membedah konsep epoché dan signifikansinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, seraya mengajak peserta merefleksikan hubungan antara ilmu pengetahuan dan filsafat, serta mempertanyakan apakah perspektif fenomenologis dalam penelitian ilmiah sekadar penerapan ide-ide filosofis atau justru menjadi fondasi reflektif dalam proses produksi pengetahuan.

Diskusi yang dimoderatori oleh alumni Departemen Sosiologi FISIPOL UGM, Delta Fera Apriani ini dirancang untuk memperkaya pemahaman atas landasan teoretis sosiologi modern dari perspektif fenomenologi. Antusiasme peserta yang terdiri dari mahasiswa dan akademisi terlihat dalam sesi tanya jawab interaktif yang memperdalam dialog antara pembicara dan audiens.

Penyelenggaraan kuliah tamu ini sekaligus mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, dengan memperluas akses terhadap wacana akademik global melalui forum terbuka dan kolaboratif. Selain itu, kolaborasi lintas negara antara akademisi Indonesia dan Argentina juga sejalan dengan poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya jejaring dan kerja sama internasional dalam penguatan kapasitas pendidikan tinggi serta pengembangan ilmu pengetahuan yang inklusif dan berkelanjutan.