Dosen PSdK FISIPOL UGM Teliti Digitalisasi Pasar Tradisional dan Tantangan bagi UMKM

Dosen Program Studi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) FISIPOL UGM, yaitu Hempri Suyatna, Kafa Abdallah Kafaa, dan Mohammad Farid Budiono, bersama peneliti lain, Rindu Sanubari Mashita Firdaus dan Istianto Ari Wibowo, baru saja mempublikasikan artikel ilmiah terbaru berjudul “Digitalising Traditional Markets: Challenges and Opportunities for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia” pada Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Penelitian ini mengkaji bagaimana pasar tradisional di Indonesia beradaptasi dengan proses digitalisasi, khususnya dalam menghadapi dinamika transformasi ekonomi digital yang semakin pesat. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif pada pasar tradisional di Yogyakarta, riset ini menyoroti bahwa digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan adopsi teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial seperti modal sosial, kolaborasi antar-aktor, literasi digital, serta dukungan kelembagaan .

Temuan penelitian menunjukkan bahwa inisiatif digital berbasis kolektif berpotensi memperkuat daya saing pasar tradisional dan UMKM. Namun demikian, keberlanjutan inisiatif tersebut sangat bergantung pada penguatan kapasitas pelaku, tata kelola yang solid, serta komitmen berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan. Tantangan seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur, serta lemahnya sistem pendampingan menjadi faktor penghambat utama dalam proses transformasi tersebut .

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, kajian ini relevan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan UMKM, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dalam mendorong transformasi digital, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) yang menekankan pentingnya keberlanjutan ekosistem ekonomi lokal. Melalui pendekatan yang inklusif, penelitian ini menegaskan pentingnya memastikan bahwa digitalisasi tidak meninggalkan pelaku ekonomi kecil, melainkan justru memperkuat peran mereka dalam sistem ekonomi nasional.

Publikasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam diskursus akademik maupun kebijakan publik terkait digitalisasi ekonomi kerakyatan, serta menjadi referensi dalam merancang strategi pengembangan pasar tradisional yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.

Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.