Tanggal 20 Mei lalu kita memperingati hari Kebangkitan Nasional. Tepat pada tanggal itu, 107 tahun sebelumnya, berdiri organisasi bernama Boedi Oetomo. Berdirinya Boedi Oetomo, yang juga menurut beberapa sejarahwan merupakan organisasi pertama di Indonesia, dijadikan sebagai titik tolak bangkitnya rasa nasionalisme di Nusantara. Sayangnya, hari-hari ini ‘heroisme’ kebangkitan nasional tak lagi mulai tampak. Sisi seremonial tiap tanggal 20 Mei lebih banyak dirasakan daripada segi substansial.
Pendapat tersebut muncul dalam sebuah acara bertajuk Youthnesia: Care to Act Dare to Change pada Rabu (27/5) siang. Acara yang diselenggarakan di Taman Sansiro Fisipol ini mendatangkan tiga narasumber (penanggap) yakni, Dr. Najib Azca, MA, (Wakil Dekan Bidang Kerjasama, Alumni dan Penelitian), Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe Letto), dan Adhitya Herwin (Mantan Ketua BEM KM UGM 2014).