Yogyakarta, 6 Agustus 2025─Rangkaian PIONIR SOCIETY 2025 resmi dibuka hari ini, Rabu (6/8), di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM). Mengusung tema “Derap Bara Arunika”, PIONIR SOCIETY 2025 mencoba memaknai semangat para mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penerang bagi diri sendiri, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Tema ini juga menekankan pentingnya nilai adaptif, reaktif, swadaya, dan inklusif dalam menghadapi tantangan zaman.
SDGs 16: Peace Justice and Strong Institutions
Yogyakarta, 6 Agustus 2025 — FISIPOL UGM menjadi tuan rumah pelaksanaan seleksi pamong desa untuk Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Big Data dan Ruang Rapat PolGov ini merupakan bagian dari kontribusi nyata Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) FISIPOL UGM dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa yang inklusif, partisipatif, dan berkualitas.
Seleksi kali ini dibuka untuk empat formasi, yaitu tiga posisi dukuh dan satu posisi kamituwa di wilayah Kalurahan Guwosari. Proses seleksi dilaksanakan melalui beberapa tahapan, antara lain: psikotes, tes tertulis, wawancara mendalam, hingga penyampaian pidato dalam Bahasa Jawa. Seluruh tahapan dirancang untuk mengukur kompetensi personal, administratif, serta pemahaman budaya lokal para calon pamong desa.
Yogyakarta, 6 Agustus 2025 — Sebanyak 627 mahasiswa baru dari berbagai penjuru Indonesia secara resmi mengikuti rangkaian pembukaan PIONIR Society 2025 yang diselenggarakan di Selasar Barat FISIPOL UGM. Tahun ini, PIONIR Society mengangkat tema “Gerak Bara Arunika”, yang dimaknai sebagai semangat untuk tidak hanya menjadi penerang bagi diri sendiri, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Pembukaan PIONIR Society 2025 ditandai dengan simbolisasi pembagian tumbler kepada enam perwakilan mahasiswa dari setiap departemen sebagai bentuk komitmen terhadap gerakan Green Society. Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penyalahan simbolik “Fajar Perjalanan”, yang merepresentasikan langkah awal para Gamada (mahasiswa baru) dalam perjalanan akademik dan pengembangan diri di FISIPOL UGM.
Yogyakarta, 6 Agustus 2025—Kebijakan pemblokiran rekening “menganggur” oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menuai kontroversi di masyarakat. Puluhan juta rekening yang tidak menunjukan aktivitas dalam tiga bulan terakhir dikategorikan sebagai dormant atau rekening pasif. Dikatakan bahwa pemblokiran dilakukan untuk mencegah tindak pidana penyalahgunaan rekening pasif untuk praktik ilegal, seperti pencucian uang dan jual beli rekening.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo menyebut, kebijakan PPATK tersebut termasuk salah satu bentuk “brute-force” atau kebijakan yang sifatnya coba-coba dan kurang memertimbangkan banyak aspek. Menurutnya, bukan pertama kali pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang kurang matang. “Sudah sekian kali rakyat menyaksikan bahwa kebijakan yang diambil oleh rezim pemerintah sekarang ini kurang profesional yang jika dibiarkan berulang-kali terjadi akan berpotensi semakin menggerus legitimasi Presiden,” ucapnya.
Yogyakarta, 5 Agustus 2025 – Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM menggelar rangkaian pertemuan khusus dengan setiap departemen pada tanggal 4 hingga 5 Agustus 2025. Kegiatan yang berlangsung di masing-masing ruangan departemen ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi yang dilakukan oleh Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU) bersama tim SDM fakultas, yang menyoroti sejumlah persoalan mendesak terkait penetapan homebase dosen dan akselerasi jenjang karier akademik.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), Prof. Poppy S. Winanti, kembali menegaskan kontribusinya dalam diskursus pembangunan global melalui publikasi ilmiah terbarunya berjudul “Kerja Sama Pembangunan Internasional dan Dukungan Domestik: Strategi TIKA dan TICA sebagai Emerging Donors”. Artikel ini dimuat dalam Jurnal Penelitian Politik terbitan BRIN edisi Volume 21, No. 1 Tahun 2024.
Dalam tulisan ini, Prof. Winanti membahas secara kritis fenomena keterlibatan negara-negara berkembang di kawasan Global South sebagai aktor baru dalam kerja sama pembangunan internasional. Fokus utamanya adalah bagaimana negara seperti Thailand dan Turki, yang masing-masing memiliki lembaga khusus yaitu Thailand International Cooperation Agency (TICA) dan Turkish Cooperation and Coordination Agency (TIKA), menjalankan peran mereka sebagai emerging donors—negara yang memberi bantuan meskipun masih tergolong berkembang.
Dosen dan peneliti FISIPOL UGM yang terdiri dari Ratna Noviani, Heru Nugroho, Derajad Sulistyo Widhyarto, dan Lailila Dhiah Indriani mempublikasikan artikel ilmiah berjudul “Spectacularisation of ‘madness’ and the sugarcoated discourse of care in Indonesian social media: a dispositive analysis” dalam jurnal Continuum: Journal of Media & Cultural Studies.
Artikel ini mengkaji fenomena meningkatnya konten media sosial di Indonesia yang menampilkan individu dengan gangguan jiwa (ODGJ), khususnya mereka yang hidup di jalanan atau telah ditelantarkan keluarganya. Studi ini mengambil kasus dari kanal YouTube Purnomo Belajar Baik, yang secara rutin mengunggah video bertema “madness” kepada lebih dari dua juta pengikut.
Megashift FISIPOL UGM kembali menerbitkan artikel terbaru bertajuk “Mencari Alternatif dari Dominasi Logika Ekonomi Pembangunan di Indonesia”. Artikel ini menawarkan refleksi kritis terhadap arah pembangunan nasional yang selama ini terlalu berfokus pada pertumbuhan ekonomi, investasi, dan indikator-indikator makro finansial.
Tulisan ini mengangkat pentingnya mencari pendekatan pembangunan alternatif yang lebih berpihak pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Alih-alih mengandalkan logika ekonomi semata, artikel ini mendorong pendekatan yang mengintegrasikan nilai sosial, kearifan lokal, hingga demokrasi partisipatif dalam perumusan kebijakan pembangunan.
Program Kartu Prakerja yang digagas Presiden Joko Widodo sebagai respons terhadap lonjakan angka pengangguran saat pandemi, kini menghadapi ketidakpastian sejak awal 2025. Padahal, data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pengangguran terbuka masih tinggi, mencapai 7,28 juta orang per awal 2025, dengan angka PHK mencapai 26.455 kasus.
Sejak diluncurkan pada 2020 hingga 2024, program ini telah membantu 18,9 juta penerima, termasuk 1,4 juta angkatan kerja di tahun 2024. Program ini memberikan pelatihan berbasis digital dan insentif finansial senilai total Rp4.200.000 per peserta, yang bertujuan mendorong keterampilan dan produktivitas pencari kerja.
Dua dosen Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) FISIPOL UGM, Amalinda Savirani dan Arie Ruhyanto, kembali berkontribusi dalam khazanah keilmuan internasional melalui publikasi artikel terbarunya di jurnal bereputasi Asian Journal of Political Science terbitan Routledge (Taylor & Francis). Artikel berjudul “Analysing and explaining variation in village governance regimes across Indonesia” ini ditulis bersama Edward Aspinall dan Ward Berenschot.
Artikel ini mengupas tuntas keragaman pola tata kelola pemerintahan desa di berbagai wilayah Indonesia. Para penulis menganalisis bagaimana perbedaan konteks sosial, politik, dan ekonomi di tingkat lokal melahirkan berbagai bentuk rezim pemerintahan desa—dari yang partisipatif dan akuntabel, hingga yang cenderung elitis dan tertutup. Melalui pendekatan komparatif berbasis data lapangan dari banyak wilayah di Indonesia, artikel ini menyajikan kerangka analisis yang kaya untuk memahami mengapa satu desa bisa demokratis dan terbuka, sementara desa lain lebih bersifat sentralistik dan eksklusif.