Arsip:

SDGs 16: Peace Justice and Strong Institutions

Hadir sebagai Dosen Tamu, Prof. Vedi Hadiz Bahas Masa Depan Demokrasi di Era Popular Discontent

Yogyakarta, 24 September 2025─Pada tanggal 24 September 2025, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Masa Depan Demokrasi di Era Popular Discontent” di Auditorium Fisipol UGM. Acara ini menghadirkan Prof. Vedi Hadiz dari University of Melbourne sebagai narasumber utama, dengan Dr. Fina Itriyati sebagai moderator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Visiting Professor 2025, yang bertujuan untuk menghadirkan diskusi akademik berkualitas sekaligus memperkaya perspektif kritis mengenai dinamika demokrasi di tengah fenomena popular discontent yang berkembang di berbagai negara. Popular discontent itu sendiri menandakan sebuah fenomena ketidakpuasan yang meluas terhadap kondisi politik, ekonomi, atau sosial. Acara ini menarik perhatian beragam audiens, termasuk mahasiswa, dosen, dan pemimpin komunitas lokal, yang semua ingin terlibat dalam dialog bermakna tentang keadaan demokrasi saat ini. read more

FISIPOL UGM Gelar Pekan Kesenian 2025: Ruang Ingatan, Rupa, dan Perlawanan

Yogyakarta, 22 September 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada resmi membuka Pekan Kesenian FISIPOL UGM (PKFU) 2025 yang berlangsung pada 22–26 September di Taman Sansiro. Agenda tahunan ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-70 FISIPOL UGM sekaligus tahun kedua penyelenggaraan, diinisiasi oleh himpunan organisasi dan unit kegiatan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Seni FISIPOL.

Mengusung tema “Muara Ingatan pada Rupa dan Cara,” PKFU 2025 menghadirkan seni sebagai ruang kolektif untuk mengingat kembali berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di bulan September. Tema ini menegaskan bahwa seni—baik melalui rupa maupun aksi—dapat menjadi medium penting untuk menyuarakan kebenaran yang kerap terabaikan. read more

Menelaah Pidato Dies FISIPOL ke-70

Pidato Dies Natalis ke-70 FISIPOL UGM yang berjudul “Merefleksikan Ulang Masyarakat dalam Pusaran Ketidakpastian Sosial” menyoroti tantangan besar yang dihadapi masyarakat Indonesia dan dunia. Pembicara membuka dengan potret keresahan sosial: dari petani yang gagal panen, masyarakat pesisir yang terancam bencana, hingga gejolak politik global. Semua itu menjadi bukti bahwa kita hidup di era VUCA—penuh ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas.

Pidato kemudian memetakan krisis yang saling terkait. Krisis iklim mempercepat bencana alam dan menekan ekosistem. Ekonomi diguncang PHK massal dan rentannya kelas menengah, sementara bonus demografi belum terkelola optimal. Di bidang politik, populisme, regresi demokrasi, dan ketegangan geopolitik menggerus kepercayaan publik. Arus digital yang deras memicu banjir informasi, hoaks, dan krisis pengetahuan, sedangkan kohesi sosial melemah akibat ketimpangan dan menurunnya praktik gotong royong. Semua ini diperparah oleh kebijakan populis dan meritokrasi yang tergerus. read more

Dies Natalis Fisipol UGM ke-70 Angkat Tema From Uncertainty to Opportunity: Communities Shaping a Shared Future

Yogyakarta, 19 September 2025–Menyambut ulang tahunnya yang ke-70, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) menggelar acara Talkshow dan Pidato Dies Natalis Fisipol UGM Ke-70. Acara ini berlangsung di Auditorium lantai 4 Gedung Fisipol UGM mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Acara ini terdiri dari dua kegiatan utama, yaitu pidato pembukaan Dies Natalis ke-70 yang bertajuk “Merefleksikan Ulang Masyarakat dalam Pusaran Ketidakpastian Sosial” dan Talkshow dengan tajuk “From Uncertainty to Opportunity: Communities Shaping a Shared Future”. Acara dibuka dengan registrasi peserta yang kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada. Setelah itu, acara dibuka dengan sambutan Ketua Dies Natalis Fisipol UGM ke-70, Milda Longgeita Br Pinem, S.Sos., M.A., Ph.D., disusul oleh Dekan Fisipol UGM, Dr. Wawan Mas’udi, S.I.P., M.P.A., Ph.D. Momentum pembukaan Dies Natalis Fisipol ke-70 ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng dari Prof. Dr. Suharko selaku Ketua Senat Fisipol UGM kepada Ketua Dies Natalis. Usai prosesi pemotongan tumpeng, acara dilanjutkan dengan pidato utama oleh Prof. Dr. Janianton Damanik, M.Si., yang membawakan pidato berjudul “Merefleksikan Ulang Masyarakat dalam Pusaran Ketidakpastian Sosial.” Dalam pidato ini, ia menyoroti beragam krisis global mulai dari krisis iklim, disrupsi digital, ketimpangan, melemahnya inklusi sosial, dan berbagai macam krisis global lainnya. Untuk merespons berbagai krisis global ini, Fisipol UGM sebagai institusi akademik perlu hadir sebagai jangkar yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ia menyampaikan salah satu langkah nyata yang dapat diambil adalah memosisikan masyarakat sebagai produsen pengetahuan. “Masyarakat memiliki pengetahuannya sendiri yang berasal dari pengalaman, hal inilah yang perlu kita lihat bahwa masyarakat juga merupakan kelompok epistemik produsen pengetahuan,” ungkapnya. Selain refleksi akademik, Fisipol juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa melalui penyerahan penghargaan “3 Minutes Thesis” bagi karya skripsi terbaik. Nuansa budaya turut dihadirkan lewat penampilan Tari Topeng Junti dari Indramayu, Jawa Barat. Acara kemudian dilanjutkan agenda utama kedua, sesi talkshow yang menghadirkan akademisi dan tokoh akar rumput, yaitu Dr. Krisdyatmiko, S.Sos.; M.Si., Dr. Laksmi Adriani Savitri, M.Si.; Sujaya; dan Hilda Sukmawati Wahyuning Tyas. Sujaya dan Hilda sebagai penggerak masyarakat mengakui bahwa kerja-kerja pemberdayaan sering kali menghadapi tantangan mulai dari motivasi, konflik, dan lain sebaginya. Namun, mereka berdua melihat optimisme di masyarakat yang dapat menjawab berbagai tantangan global saat ini. Senada dengan hal tersebut, Laksmi juga menuturkan bahwa komunitas masyarakat memainkan peran penting dalam transformasi untuk kehidupan yang lebih baik. “Positioning komunitas sangat penting, karena permasalahan tidak pernah selesai dan dukungan luar sering kali membawa kepentingan yang sulit diprediksi,” ujarnya. Krisdyatmiko, memberi catatan penting tentang cara-cara dalam menghadapi berbagai tantangan global bersama dari setiap lini mulai dari akademisi sampai masyarakat. Ia membayangkan proses pembangunan yang melibatkan masyarakat melalui rekognisi pengetahuan dan potensi lokal. Melalui cara inilah kemudian pembangunan bisa menyelesaikan permasalahan yang betul-betul dihadapi oleh kita semua. “Pembangunan yang bersifat bottom-up melalui rekognisi potensi lokal inilah yang seharusnya kita langgengkan,” ujarnya. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab, penyerahan cinderamata bagi narasumber, dan ramah tamah. Perayaan Dies Natalis ke-70 Fisipol UGM ini bukan hanya menjadi momentum refleksi perjalanan panjang fakultas, tetapi juga peneguhan komitmen untuk terus hadir bersama masyarakat dalam menghadapi ketidakpastian dan membangun masa depan bersama.

FISIPOL UGM Resmikan Kantor Cabang Jakarta Sekaligus Diseminasikan Hasil Riset

Jakarta, 16 September 2025—Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada meresmikan pembukaan Kantor FISIPOL UGM Jakarta. Acara yang berlangsung secara hybrid ini sekaligus diisi dengan diskusi publik mengenai tata kelola platform digital di Indonesia, melalui hasil riset terbaru Center for Digital Society (CfDS) berjudul “Mendorong Tata Kelola Platform Media Sosial yang Adil dan Proporsional.”

Dekan FISIPOL UGM, Dr. Wawan Mas’udi, dalam sambutannya menegaskan dua tujuan pendirian kantor FISIPOL di Jakarta ini. Pertama, memperkuat jejaring antara kampus FISIPOL di Yogyakarta dengan mitra di Jakarta agar isu-isu kontemporer dapat direspons melalui kolaborasi yang lebih erat, khususnya isu-isu yang sejalan dengan tiga flagship FISIPOL, yaitu perubahan iklim dan keberlanjutan, transformasi digital, serta inklusi sosial. Kedua, memanfaatkan fasilitas kantor Jakarta untuk pengembangan akademik dan pembelajaran, termasuk perkuliahan, diskusi, dan berbagai kegiatan yang mendukung proses belajar-mengajar. read more

Ajang IREC 2025 Hadirkan Diskusi Isu Dunia Bersama Siswa-Siswi Indonesia

Yogyakarta, 15 September 2025—The International Relations English Competition (IREC) 2025 kembali digelar pada tahun ini oleh Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) pada 12-14 September 2025. Ajang kompetisi bergengsi nasional ini memberikan kesempatan pada siswa-siswi seluruh Indonesia untuk menunjukan bakatnya berbahasa inggris dan mengasah kemampuan berpikir kritis terhadap isu-isu global.

Tahun ini, IREC mengusung tema “Shaping Future Generations: Global Policies In The Changing World” yang membawakan isu penting mengenai kebijakan dunia, ketimpangan, dan peluang di era perubahan dinamis. Disampaikan Ketua Panitia, Letizia Pangkerego Dana, isu ini dipilih karena dunia sedang mengalami banyak perubahan. Adanya perubahan memang mendorong peradaban manusia untuk bisa beradaptasi dan semakin maju. Namun di sisi lain, ada banyak disrupsi yang disebabkan oleh perubahan. Ketimpangan contohnya, ambisi ekonomi dan pergulatan posisi internasional membuat banyak kebijakan seringkali justru memperluas jurang ketimpangan. read more

KOMAHI FISIPOL UGM Gelar International Relations English Competition 2025: Dorong Generasi Muda Berpikir Kritis dan Global

Yogyakarta, 12 September 2025 — Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) FISIPOL Universitas Gadjah Mada resmi membuka International Relations English Competition (IREC) 2025, kompetisi tahunan bergengsi bagi siswa-siswi SMA se-Indonesia. Selama tiga hari, 12–14 September 2025, para peserta unjuk kemampuan berbahasa Inggris sekaligus menajamkan wawasan mengenai isu-isu global terkini.

Acara dibuka dengan kuliah umum dari Arief Rizky Bakhtiar, Senior Officer Analysis and Monitoring on Trade, Industry, and Emerging Issues di ASEAN, yang memberikan perspektif mendalam tentang dinamika perdagangan, industri, dan isu-isu strategis kawasan. read more

UGM Kukuhkan Prof. Dafri Agussalim Sebagai Guru Besar Ilmu Kepemimpinan Politik Global dan Diplomasi HAM

Yogyakarta, 9 September 2025—UGM kembali mengukuhkan Prof. Dr. Drs. Dafri Agussalim, M.A. sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Kepemimpinan Politik Global dan Diplomasi Hak Asasi Manusia (HAM) di ASEAN dari Departemen Ilmu Hubungan Internasional. 

Acara pengukuhan guru besar ini membawa pidato ilmiah dengan judul “Membangun dan Memperkuat Nasionalisme-Kosmopolitan Untuk Pemenuhan, Pemajuan, Penghormatan, dan Perlindungan Hak Asasi Manusia”. Dalam pidato ini,  menyoroti pentingnya perlindungan HAM global yang menjadi tanggung jawab bersama terlepas dari batas-batas teritorial negara, kewarganegaraan, identitas sosial-ekonomi, atau atribut-atribut lain pada individu.  read more

Mengukuhkan Peran Diplomasi HAM dan Kepemimpinan Global: Prof. Dafri Agussalim Resmi Menjadi Guru Besar FISIPOL UGM

FISIPOL UGM kembali menambah daftar Guru Besar. Prof. Dr. Dafri Agussalim, M.A., dosen Departemen Ilmu Hubungan Internasional (DIHI), resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Diplomasi HAM di ASEAN dan Kepemimpinan Politik Global.

Pengukuhan ini menjadi momentum penting, tidak hanya bagi Prof. Dafri secara pribadi, tetapi juga bagi FISIPOL UGM dalam memperkuat kontribusi akademiknya di tingkat nasional maupun internasional. Sebagai akademisi yang telah lama berkecimpung dalam studi hubungan internasional, demokrasi, dan hak asasi manusia, Prof. Dafri menekankan pentingnya diplomasi HAM sebagai instrumen untuk mendorong perubahan di kawasan dan memperkuat posisi Indonesia dalam kepemimpinan politik global. read more

Dampak Pandemi dan Tantangan Tata Kelola: Riset Baru Dosen FISIPOL UGM tentang Keuangan Daerah

Dosen Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik (DMKP) FISIPOL UGM, Bevaola Kusumasari, Ph.D., kembali menunjukkan kiprahnya di dunia akademik internasional. Ia baru saja menerbitkan artikel ilmiah berjudul “Local Government Financial Performance and Decentralization in Indonesia.”

Publikasi ini membahas kinerja keuangan pemerintah daerah dalam konteks desentralisasi di Indonesia. Dengan menggunakan analisis data dari 66 kota serta wawancara mendalam di 4 kota, studi ini menggambarkan bagaimana ukuran kinerja keuangan—seperti tingkat desentralisasi, kemandirian, belanja langsung, dan pertumbuhan pendapatan daerah—digunakan untuk menilai tata kelola keuangan lokal. read more