Yogyakarta, 2 Desember 2025─Kondisi regulasi dalam sektor pengadaan barang dan jasa (PBJ) kerap menghadirkan ruang kompromi yang dapat dimanfaatkan oleh aktor-aktor berkepentingan. Celah tersebut membuka peluang bagi elit politik maupun pejabat pemerintahan untuk mengarahkan kebijakan sesuai kepentingan pribadi atau kelompoknya. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat PBJ sebagai sektor yang paling rentan terjadi korupsi, mengingat ia mengelola sekitar 30 persen dari APBN setiap tahunnya. Besarnya nilai anggaran dan lemahnya pengawasan menjadikan praktik manipulasi kebijakan semakin mudah berlangsung, hingga memunculkan fenomena state capture corruption yang semakin mengkhawatirkan.
SDGs 16: Peace Justice and Strong Institutions
Yogyakarta, 1 Desember 2025—Duta Besar Timor Leste untuk ASEAN, H.E. Ambassador Natércia Cipriana Coelho da Silva kunjungi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Senin (1/12) di Ruang Sidang Dekanat Fisipol UGM. Dalam tajuk besar “Ambassadorial Lecture” bersama akademisi fakultas dan mahasiswa, Duta Besar Natércia mengawali paparannya dengan menegaskan proses yang tidak mudah untuk negara Timor-Leste bergabung menjadi anggota ASEAN.
“Proses untuk Timor-Leste bergabung ke ASEAN bukanlah proses yang singkat, dan bukan hal yang baru. Hal ini selalu menjadi kebijakan prioritas negara kami, bahkan sudah kami mulai jauh sebelum tahun 1970-an. Hingga pada tahun 2002, setelah kemerdekaan kami, ASEAN menjadi salah satu prioritas utama kebijakan luar negeri kami,” jelas Natércia dalam forum.
Yogyakarta, 1 Desember 2025—Duta Besar Timor Leste untuk ASEAN, H.E. Ambassador Natércia Cipriana Coelho da Silva kunjungi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Senin (1/12) di Ruang Sidang Dekanat Fisipol UGM. Dalam tajuk besar “Ambassadorial Lecture” bersama akademisi fakultas dan mahasiswa, Duta Besar Natércia mengawali paparannya dengan menegaskan proses yang tidak mudah untuk negara Timor-Leste bergabung menjadi anggota ASEAN.
“Proses untuk Timor-Leste bergabung ke ASEAN bukanlah proses yang singkat, dan bukan hal yang baru. Hal ini selalu menjadi kebijakan prioritas negara kami, bahkan sudah kami mulai jauh sebelum tahun 1970-an. Hingga pada tahun 2002, setelah kemerdekaan kami, ASEAN menjadi salah satu prioritas utama kebijakan luar negeri kami,” jelas Natércia dalam forum.
Jakarta, 29 November 2025─Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (KAFISPOLGAMA) resmi melantik pengurus baru untuk periode 2025–2029 pada Sabtu (29/11) di Gedung RRI, Medan Merdeka Barat, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh perwakilan FISIPOL UGM, pengurus pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), alumni lintas angkatan, serta para tamu undangan. Pelantikan ini menjadi tonggak dimulainya masa jabatan baru sekaligus membuka babak kerja organisasi untuk empat tahun ke depan.
Yogyakarta, 27 November 2025─Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) FISIPOL UGM kembali menunjukkan kontribusi akademik pada tingkat regional dengan menjadi co-penyelenggara ASEAN Inter-Sectoral Workshop on the Impact and Cost of Violence Against Children yang berlangsung pada 27–28 November 2025 di Yogyakarta. Keterlibatan PSdK meliputi penyusunan substansi materi, perancangan rangkaian acara, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan ASEAN Regional on Eliminating Violence Against Children yang akan menjadi rujukan bagi negara-negara ASEAN dalam upaya perlindungan anak.
Yogyakarta, 25 November 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) melalui Social Research Center UGM (SOREC) menyelenggarakan Diskusi Publik bertajuk “The Banality of Evil: Tragedi Gelar Pahlawan Nasional dan Episte-femisida di Indonesia” pada Selasa (25/11) di Auditorium Lantai 4 FISIPOL UGM. Kegiatan ini digelar sebagai respons kritis terhadap kontroversi pemberian gelar pahlawan nasional pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025, yang memunculkan perdebatan luas di ruang publik.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM hari ini menyelenggarakan prosesi Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Sarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026 di Selasar Barat FISIPOL UGM. Pada periode ini, FISIPOL meluluskan 168 wisudawan dari enam program studi.
Adapun rincian jumlah wisudawan per program studi sebagai berikut:
• Ilmu Hubungan Internasional: 33
• Ilmu Komunikasi: 25
• Manajemen dan Kebijakan Publik: 31
• Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan: 23
• Politik dan Pemerintahan: 31
• Sosiologi: 25
Yogyakarta, 25 November 2025 – Penganugerahan gelar pahlawan nasional kembali menjadi sorotan publik. Dalam diskusi bertajuk “The Banality of Evil: Tragedi Gelar Pahlawan Nasional dan Episte-Femisida di Indonesia” yang digelar Social Research Center (SOREC) UGM dengan para akademisi dan aktivis menilai praktik tersebut sebagai bentuk rekayasa ingatan kolektif yang berisiko memutihkan sejarah kekerasan negara.
Diskusi yang diselenggarakan di Auditorium Mandiri Lantai 4 FISIPOL UGM itu menghadirkan tiga pembicara dari lintas disiplin diantaranya Ita Fatia Nadia (Ruang Arsip & Sejarah Perempuan Indonesia), Sana Ulaili (Solidaritas Perempuan Kinasih), dan Joash Tapiheru (Dosen Departemen Politik & Pemerintahan UGM). Mereka membedah bagaimana gelar kepahlawanan dapat menjadi alat politik yang bekerja secara halus melalui pembentukan narasi resmi negara.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), Dr. Erda Rindrasih, kembali memperkuat kontribusi akademik Indonesia melalui publikasi terbarunya berjudul “Regional Development Status of Sulawesi Island for New Policy Direction.” Artikel tersebut dimuat di International Review for Spatial Planning and Sustainable Development, jurnal internasional bereputasi Q2.
Penelitian ini mengulas tantangan unik perencanaan pembangunan di wilayah kepulauan, khususnya Pulau Sulawesi, yang membutuhkan pendekatan kebijakan berbeda dibandingkan wilayah daratan. Minimnya literatur mengenai pembangunan berbasis kepulauan membuat studi ini memiliki signifikansi tinggi dalam memberikan perspektif baru bagi perumus kebijakan daerah maupun nasional.
Yogyakarta, 21 November 2025─Fenomena masyarakat terpinggirkan menjadi pokok premis yang ingin diangkat oleh Korps Mahasiswa Politik dan Pemerintahan (KOMAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam agenda BERSUARA tahun ini yang berlangsung pada 18 hingga 22 November 2025 di Selasar Barat Gedung Fisipol UGM. Membawa tajuk utama “Margin to Center”, BERSUARA 2025 adalah sebuah acara yang bertujuan memberikan panggung bagi masyarakat terpinggirkan (akar rumput). Acara ini berupaya untuk mengangkat kisah nyata sebuah keluarga kelas bawah bawah untuk menyoroti berbagai ketimpangan sosial seperti masalah akses pendidikan, ketidakadilan gender, kerentanan pekerja informal, penggusuran, dan layanan publik yang buruk. Rangkaian acara BERSUARA diisi oleh kompetisi karya tulis ilmiah dan debat, talk show bersama pakar, panggung terbuka seni, pasar rakyat, hingga pameran seni.