Yogyakarta, 20 Agustus 2025 – Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) Universitas Gadjah Mada bersama Westminster Foundation for Democracy (WFD) dan Southeast Asia Parliamentarians against Corruption (SEAPAC) menyelenggarakan Bulaksumur Roundtable Forum (BRF) 2025 bertajuk “Promoting Environmental Democracy to Counter the Climate Crisis”. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Gelanggang Inovasi & Kreativitas UGM dan juga disiarkan secara daring melalui kanal YouTube DPP UGM serta Pares.id.
SDGs 17: Partnership for the Goals
Yogyakarta, 19 Agustus 2025 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) menggelar Sansiro Fair 2025 yang berlangsung selama dua hari (19-20 Agustus) di Taman Sansiro. Kegiatan ini menghadirkan seluruh organisasi kemahasiswaan dan unit kegiatan yang ada di FISIPOL untuk memperkenalkan diri kepada mahasiswa baru tahun ajaran 2025/2026.
Dalam pameran ini, mahasiswa baru dapat mengenal beragam wadah pengembangan diri, mulai dari organisasi mahasiswa di tiap departemen, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bidang seni, kerohanian, riset dan pengetahuan, hingga unit layanan khusus seperti kesehatan mental dan pengembangan karir.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan kiprah akademiknya di kancah internasional. Salah satu dosennya, Dr. Novi Kurnia dari Departemen Ilmu Komunikasi, menjadi salah satu kontributor dalam perumusan online course bertajuk “Navigating Climate Information with Media and Information Literacy” yang diinisiasi UNESCO bersama Mahatma Gandhi Institute of Education for Peace and Sustainable Development (MGIEP).
Program ini lahir dari keprihatinan terhadap maraknya misinformasi dan disinformasi terkait perubahan iklim — sebuah fenomena yang menghambat upaya global dalam menghadapi salah satu ancaman terbesar dunia. Perubahan iklim kerap disebut sebagai crisis multiplier karena dampaknya yang meluas dan kompleks. Melalui program ini, masyarakat dunia dibekali keterampilan kritis untuk memilah, memahami, dan memanfaatkan informasi iklim secara tepat.
Yogyakarta, 14 Agustus 2025 — FISIPOL UGM menggelar acara penyambutan mahasiswa baru program pascasarjana di Selasar Barat FISIPOL UGM. Tahun ini, FISIPOL menerima 313 mahasiswa baru dari 14 program studi, yang terdiri dari 251 mahasiswa magister dan 62 mahasiswa doktoral, termasuk dua mahasiswa asal Timor Leste yang membawa keberagaman perspektif di lingkungan akademik.
Dalam sambutannya, Dekan FISIPOL UGM, Dr. Wawan Mas’udi, menegaskan keseriusan FISIPOL dalam membangun ekosistem riset yang kuat dan relevan. Salah satu langkah strategisnya adalah mengembangkan tiga flagship kajian utama di tingkat fakultas, yaitu: Climate Change dan Sustainability, Transformasi Digital, dan Inklusi Sosial. Tiga fokus ini menjadi pijakan penting untuk merespons berbagai perubahan, memperkaya cara pandang, serta memberikan kontribusi nyata dalam memahami masyarakat.
Monthly Review #3 dari IIS UGM kini telah terbit, menghadirkan wawasan dan pengetahuan terbaru untuk Anda!
Artikel yang hadir dalam edisi kali ini antara lain:
• When Vietnam’s Lotus Blooms in BRICS Water (Christopher Paller Gerale, Universitas Negeri Malang)
• The Structural Crisis Behind Bangladesh’s 2024 Student Protest (Allene Florence Fadhilah Darmawan, Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM 2023)
• The Making of Macan Asia in A Shifting Western Geopolitical Landscape (Aminah Rafa, Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM)
• Indonesia’s Dilemma Between Nickel Extraction and Biosphere Preservation (Paramasatya Rakha Abiyoga, Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM)
Artikel Terbaru di Megashift FISIPOL UGM
“Rethinking the Architecture of Climate Finance: How Political Discretion Undermines Global Commitments”
Karya: Meilisa Anggraeni
Megashift FISIPOL UGM kembali menerbitkan artikel terbarunya yang menggugah dan relevan, kali ini mengangkat tema keuangan iklim global yang sedang berada dalam tekanan besar akibat dinamika politik internasional. Dalam tulisan berjudul “Rethinking the Architecture of Climate Finance”, penulis Meilisa Anggraeni mengupas bagaimana janji-janji pendanaan iklim dari negara maju kerap melemah, tidak karena alasan teknis atau ekonomi, tetapi karena pilihan politik para pemimpinnya.
Regional Creativity and New Media Practices