Yogyakarta, 18 Agustus 2026—Memasuki pekan pertama perkuliahan Semester Gasal 2026/2027, Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) Universitas Gadjah Mada menggelar kuliah umum awal semester yang menghadirkan empat dosen mudanya untuk berbagi cerita di balik riset disertasi masing-masing. Acara ini menyoroti bagaimana proses riset dijalankan, temuan apa yang dihasilkan, dan kontribusi apa yang ditawarkan bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun kebijakan publik.

Membuka rangkaian presentasi, Dr. A. Sudiana Sasmita memaparkan disertasinya yang mengkaji hubungan antara etnisitas dan demokrasi di Papua Barat, dengan mengambil studi kasus perbandingan di Kabupaten Sorong Selatan dan Keerom. Dari temuan lapangannya, Sudiana justru menunjukkan bahwa hubungan etnisitas dan demokrasi tidak selalu bersifat negatif seperti yang selama ini banyak diasumsikan dalam literatur politik arus utama. Risetnya justru menemukan bahwa politik etnis di Papua Barat dapat berjalan kompatibel dengan partisipasi demokratis. “Meskipun kelompok transmigran mendominasi secara numerik, mereka secara kolektif mendukung kandidat OAP demi menjamin stabilitas, keamanan, perlindungan aset, dan birokrasi. Sebagai imbalan, posisi strategis dalam birokrasi eselon diakomodasi untuk para kelompok pendatang non-papua,” ujarnya.

