Seoul, 26 Juni 2025—Isu perubahan iklim kian mendesak untuk ditanggapi secara global, tetapi penyebaran informasi palsu justru menjadi penghambat utama dalam membangun kesadaran dan aksi yang konkret. Dalam forum internasional bergengsi The 9th Climate Energy Summit yang digelar di Seoul, Korea Selatan, Dr. Novi Kurnia, dosen Departemen Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM sekaligus peneliti utama di Centre for Digital Society (CfDS) UGM, tampil sebagai salah satu pembicara utama yang menyampaikan perspektif kritis dari Global South terkait maraknya misinformasi dan disinformasi iklim.
SDGs 9: Innovation and Infrastructure
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak pengembangan ilmu pengetahuan sosial yang berdampak nyata melalui penyelenggaraan Workshop Penguatan Ekosistem Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) yang berlangsung pada 20–21 Juni 2025 di Solo. Kegiatan ini dirancang sebagai forum strategis untuk membangun sinergi antar-unit di lingkungan FISIPOL, guna memperkuat tata kelola riset, publikasi ilmiah, dan pengabdian masyarakat yang terintegrasi dan berkelanjutan. Workshop ini menghadirkan para dekan, pimpinan unit jaminan mutu, kepala pusat kajian, serta dosen-dosen dengan latar belakang pendidikan doktoral, dalam diskusi mendalam yang mencakup berbagai isu seperti inovasi riset, hilirisasi hasil penelitian, penguatan kolaborasi nasional dan internasional, serta etika dan manajemen data akademik.
Megashift FISIPOL UGM kembali menerbitkan artikel terbaru yang menggugah dengan judul “QRIS di Pusaran Global: Kedaulatan, Demokrasi, atau Integrasi Global?”. Tulisan ini mengajak pembaca untuk menyelami dimensi tersembunyi dari sistem pembayaran digital nasional yang selama ini dianggap teknokratis—namun ternyata menyimpan agenda politik-ekonomi yang jauh lebih dalam.
Melalui analisis tajam terhadap posisi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dalam konteks sistem keuangan global yang didominasi oleh negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, artikel ini menunjukkan bahwa QRIS bukan sekadar alat transaksi digital, melainkan strategi politik untuk merebut kembali kedaulatan digital Indonesia. QRIS digambarkan sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi platform global seperti Visa dan Mastercard yang selama ini memonopoli arus transaksi, pengelolaan data, dan biaya layanan. Lebih dari itu, artikel ini menyingkap ketegangan geopolitik digital, khususnya saat Amerika Serikat menyebut QRIS sebagai “ancaman” terhadap korporasi global mereka.
Institute of International Studies (IIS) Universitas Gadjah Mada resmi menerbitkan IIS Brief edisi ke-2 tahun 2025, dengan judul “ASEAN’s Hedging Strategy in a Fractured Order”. Tulisan ini mengulas secara tajam bagaimana ASEAN dapat memperkuat kembali strategi hedging-nya di tengah ketegangan geopolitik global yang makin kompleks, terutama akibat meningkatnya rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Ditulis oleh Oktavianus Bima Saputra, mahasiswa Hubungan Internasional UGM, brief ini menekankan bahwa strategi hedging ASEAN ke depan harus bertumpu pada penguatan integrasi ekonomi regional guna mempertahankan otonomi politik dan stabilitas kawasan.
Yogyakarta, 17 Juni 2025─Guru Besar Ilmu Komunikasi, Universitas Gadjah Mada (UGM) merilis buku pengantar teori Niklas Luhmann sebagai perspektif baru dalam bidang keilmuan komunikasi. Prof. Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni menggelar diskusi bersama pakar komunikasi Universitas Padjadjaran bertajuk “Titik Balik: Teori Sistem dalam Ilmu Komunikasi” pada Selasa (17/6).
Niklas Luhmann adalah ilmuwan sosiologi asal Jerman yang mengemukakan teori sistem dan keteraturan sosial. Luhmann berangkat dari teori sistem milik Talcott Parsons untuk menjawab berbagai masalah dan perubahan sosial. Bentuk pengembangan dari teori inilah yang disebut sebagai teori sistem Luhmann, di mana sistem dibuat tidak berdasarkan kesepakatan bersama melainkan karena perbedaan. Tidak adanya perbedaan berati tidak ada interaksi dan tidak akan pernah terjadi sebuah sistem.
Yogyakarta, 13 Juni 2025─Dalam dunia yang terus berubah dan menghadapi berbagai tantangan sosial, lingkungan, dan ekonomi, pertanyaan besar pun muncul: Bagaimana jika bisnis tidak hanya tentang keuntungan, tapi juga tentang dampak? Pertanyaan inilah yang menjadi pengantar hangat dalam webinar pembukaan Talent Pitching CHub Batch 9, sebuah program tahunan yang mendorong semangat kewirausahaan sosial di kalangan muda. Mengusung tema “Future-Fit”, program ini kembali hadir dengan semangat baru untuk menempatkan inklusivitas dan keberlanjutan sebagai fondasi utama untuk membangun masa depan yang lebih adil dan layak huni. Dalam webinar bertajuk “Future-Driven Entrepreneurship for a Sustainable Tomorrow”, Creative Hub FISIPOL UGM menghadirkan dua narasumber inspiratif yaitu Satya Dewastra B. W., pendiri Ailesh, dan Rika Novayanti, pakar komunikasi strategis lingkungan sekaligus Co-founder Mosaic.
Departemen Ilmu Hubungan Internasional (DIHI) Universitas Gadjah Mada memperkenalkan pendekatan inovatif dalam studi hubungan internasional melalui program STAIR (Science, Technology, and Art in International Relations). Lebih dari sekadar kelas atau komunitas akademik, STAIR merupakan kerangka pemikiran yang mendorong mahasiswa dan peneliti untuk tidak hanya menjadi pengamat dunia (world-viewing), tetapi menjadi aktor aktif dalam menciptakan dunia (world-making). Pendekatan ini menantang pandangan tradisional hubungan internasional yang memosisikan negara, organisasi internasional, dan korporasi sebagai aktor utama, sementara peneliti hanya berperan sebagai penonton. Sebaliknya, STAIR mengajak mahasiswa untuk memandang dunia sebagai ruang bersama yang mereka rawat, bentuk, dan transformasikan secara langsung melalui keputusan sehari-hari, interaksi teknologi, serta ekspresi artistik.
Dalam upaya menciptakan lingkungan kampus yang tertib, aman, dan nyaman, tim Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Keindahan, dan Kenyamanan Lingkungan (K5L) FISIPOL UGM secara konsisten menjalankan tugas pengaturan arus lalu lintas dan pengawasan parkir di kawasan fakultas. Setiap hari, tim K5L siaga di area strategis untuk memastikan tidak terjadi penumpukan kendaraan di titik-titik yang bukan diperuntukkan sebagai area parkir, seperti jalur pejalan kaki, pintu darurat, atau zona akses layanan publik. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FISIPOL UGM dalam mewujudkan tata kelola kampus yang lebih ramah bagi seluruh sivitas akademika, serta mendukung aktivitas kampus berjalan dengan efisien dan aman secara fisik maupun fungsional.
Yogyakarta, 10 Juni 2025 — Di tengah pesatnya transformasi digital, teknologi Artificial Intelligence (AI) telah menjadi bagian penting dalam berbagai sektor kehidupan—dari pendidikan, layanan publik, hingga ekonomi digital. Menanggapi urgensi etika dalam penggunaan AI, SINIAR SOSPOL, program podcast yang digagas oleh Dema FISIPOL UGM, menghadirkan dosen FISIPOL UGM Dr. Pratiwi Utami sebagai narasumber dalam episode terbarunya yang membahas topik bertajuk “Etika Penggunaan Artificial Intelligence di Era Digital.”
Yogyakarta, 10 Juni 2025—Di era digital yang terus berkembang pesat, media massa mengalami transformasi yang signifikan dari sekadar saluran informasi menjadi sumber data besar (big data) yang berperan strategis dalam pembentukan opini publik, pengawasan kebijakan, dan pengambilan keputusan. Hal inilah yang menjadi sorotan dalam episode perdana podcast UniTalks yang diproduksi oleh Unitrend PolGov FISIPOL UGM, bekerja sama dengan Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik (DMKP). Dalam episode bertajuk “Big Data dalam Media Massa”, Alvi Syahrina, dosen DMKP sekaligus Managing Director dan CTO Unitrend PolGov, menguraikan bagaimana media kini menjadi bagian integral dari ekosistem digital yang kompleks dan interaktif. Media tidak hanya menyajikan berita, tetapi juga memproduksi data dalam jumlah besar dengan variasi dan kecepatan tinggi, yang dapat dimanfaatkan untuk analisis sosial-politik secara real-time.