Antusiasme Mahasiswa Fisipol UGM Terhadap Program Sarapan Pagi Gratis Selama Masa Ujian Tengah Semester Genap 2025/2026

Yogyakarta, 9 April 2026─Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada kembali menghadirkan program “FISIPOL Free Breakfast” sebagai bentuk dukungan kepada mahasiswa selama periode Ujian Tengah Semester (UTS) Genap 2025/2026. Program ini diselenggarakan setiap pagi mulai pukul 06.30 di selasar timur FISIPOL UGM tepatnya di sekitar Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L). Inisiatif ini telah berlangsung hampir satu dekade sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2017 sekaligus menjadi pelopor adanya sarapan gratis bagi mahasiswa di lingkungan akademik.

Sejak pagi hari mahasiswa telah antusias mengantre untuk mendapatkan sarapan gratis. Mekanisme pengambilan juga dipersiapkan dengan cukup mudah, yaitu mengisi identitas berupa nama dan tanda tangan pada lembar presensi. Sehingga diharapkan mahasiswa yang mendapatkan makanan akan lebih merata karena setiap orang hanya diperkenankan mengambil 1 porsi. Daya tarik lain dari program ini adalah adanya variasi menu makanan yang berbeda dan beragam setiap harinya, dengan ini mahasiswa menjadi tidak bosan terhadap jenis lauk yang dihidangkan. Selain makanan berat berupa nasi yang dilengkapi lauk pauk bergizi, fakultas turut menyediakan susu sebagai asupan pendamping untuk mendongkrak dan energi para mahasiswa.

Program ini membawa dampak positif yang dirasakan langsung oleh sivitas akademika. “Sebenernya aku bukan tipe yang suka sarapan gitu sih, tapi karena ada free breakfast ini lumayan bisa ganjal perut sebelum ujian mulai. Apalagi kalau malemnya sibuk belajar buat ujian sampe kadang lupa makan,” ungkap Yori, salah seorang mahasiswa Departemen Sosiologi Fisipol UGM yang turut membagikan pengalamannya. 

Keberlanjutan inisiatif ini merupakan wujud nyata kepedulian fakultas dalam menciptakan lingkungan kampus yang inklusif dan suportif. Melalui fasilitas yang mudah diakses ini, fakultas ingin memastikan tidak ada lagi mahasiswa yang mengikuti ujian dengan perut kosong. Harapannya, asupan gizi yang terpenuhi dapat menjaga kondisi fisik mahasiswa tetap prima, sehingga mereka mampu meraih hasil ujian yang maksimal.