Dosen Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), Prof. Suharko, kembali menorehkan kontribusi akademik melalui publikasi ilmiah terbarunya yang membahas dinamika dan tantangan transisi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia. Karya ini mengangkat dilema antara strategi hilirisasi industri dan kecenderungan delokalisasi dalam agenda besar transformasi energi nasional.
Dalam publikasi tersebut, Prof. Suharko mengulas secara kritis kebijakan transisi kendaraan listrik yang selama ini diposisikan sebagai bagian dari agenda pembangunan hijau dan modernisasi industri. Melalui perspektif sosiologis, riset ini menyoroti bagaimana kebijakan hilirisasi yang bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam ini berpotensi menghadirkan ketimpangan baru jika tidak disertai perlindungan terhadap masyarakat lokal dan pekerja di sepanjang rantai produksi.
Dalam kajiannya, beliau menekankan bahwa transisi energi tidak semata persoalan teknologi dan investasi, tetapi erat kaitannya dengan relasi kuasa, keadilan sosial, dan distribusi manfaat pembangunan. Dalam konteks tersebut, publikasi ini relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 7: Energi Bersih dan Terjangkau, khususnya dalam memastikan bahwa transformasi energi berjalan inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, analisis mengenai dampak sosial-ekonomi dan ketimpangan struktural juga berkaitan dengan SDGs nomor 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDGs nomor 10: Berkurangnya Kesenjangan.
Melalui artikel ini, Prof. Suharko menegaskan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam merumuskan kebijakan transisi energi di Indonesia, agar agenda pembangunan hijau tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjamin keadilan sosial dan keberlanjutan bagi masyarakat luas.
Publikasi ini sekaligus memperkuat peran FISIPOL UGM dalam memperkaya diskursus akademik dan kebijakan publik terkait transisi energi, industrialisasi, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya dari perspektif ilmu sosial kritis.
Tulisan lengkapnya dapat dibaca di sini.