Yogyakarta, 9 Maret 2026—Koperasi Sospol Sejahtera Bersama menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan, buku tahun 2025, pada hari senin (9/3), di Auditorium FISIPOL UGM.
Sebagai implementasi nilai kesetaraan dalam koperasi, RAT mengajak seluruh anggota untuk hadir dan menyampaikan pendapatnya masing masing mengenai masa depan koperasi tersebut. Selain itu, pembahasan mulai dari hasil realisasi, rencana, hingga pengawasan disampaikan secara terbuka di depan seluruh anggota koperasi. Sebagai penasihat Koperasi Sospol Sejahtera Bersama, Wawan Mas’udi mengatakan, “Koperasi itu keanggotaannya setara, tidak ada dosen, tidak ada tender, tidak ada yang senior, tidak ada yang junior. Prinsip koperasi adalah kesetaraan dan kesamaan anggota. Oleh karena itu, mohon nanti semuanya punya ide untuk pengembangan koperasi ke depan seperti apa,” ujarnya.

Suasana deliberatif mewarnai jalannya RAT ketika sejumlah anggota menyampaikan aspirasi mereka. Beberapa gagasan mengemuka, antara lain perlunya integrasi usaha anggota ke dalam koperasi, pengembangan kerja sama dengan koperasi bagi anggota yang memiliki aset strategis, serta peningkatan efisiensi pelayanan melalui penerapan sistem pembayaran QRIS yang terintegrasi.
Ketua Koperasi Sospol Sejahtera Bersama, Paminto Adhi, menyampaikan dalam paparannya bahwa koperasi kali ini mengalami peningkatan keuangan. Ia mengatakan bahwa pada buku tahun 2025 ini, total pendapatan koperasi mencapai 2,9 Miliar Rupiah, melalui unit-unit bisnis yang mereka kelola.
Wawan juga menekankan adanya peningkatan dalam memperluas cabang usaha guna meningkatkan kesejahteraan bersama. “Saya kira perlu menjadi tekanan bagi kami bahwa keberadaan koperasi kita bisa mendukung kesejahteraan bersama-sama keluarga besar FISIPOL UGM. Karena itu, mari kita pikirkan langkah terbaik apa, sehingga ke depan, unit-unit usaha koperasi yang saat ini ada di kampus bis akita kembangkan, kita replikasikan ke luar,” ungkapnya.
Rapat Anggota Tahunan Koperasi Sospol Sejahtera Bersama tidak hanya berfungsi sebagai platform untuk pelaporan keuangan, tetapi juga sebagai forum penting untuk deliberasi mengenai masa depan koperasi. Penekanan pada kesetaraan, kewirausahaan, dan pekerjaan layak untuk semua mencerminkan dedikasi koperasi untuk membangun lingkungan yang berkelanjutan dan inklusif bagi anggotanya.