Yogyakarta, 17 Juni 2026—Program Magister Administrasi Publik (MAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Project Showcase pemanfaatan data untuk kebijakan publik. Kegiatan ini menghadirkan karya mahasiswa yang mengolah data menjadi insight untuk mendukung perumusan kebijakan serta penyelesaian berbagai persoalan publik.
Project showcase ini merupakan ruang apresiasi bagi mahasiswa sekaligus wadah berbagi ide dan perspektif tentang pemanfaatan data dalam administrasi publik. Melalui kegiatan ini, pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana data diolah menjadi informasi yang dapat mendukung perumusan kebijakan dan penyelesaian berbagai persoalan publik.
Kegiatan ini diasuh oleh tim pengajar (team teaching) lintas disiplin, yaitu Media Wahyudi Askar, S.I.P., M.Sc., Ph.D., dosen Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik FISIPOL UGM; Dr. Novi Paramita Dewi, S.IP., MDP., dosen dengan keahlian di bidang kebijakan lingkungan dan pembangunan; serta Dr. techn. Aufaclav Zatu Kusuma Frisky, S.Si., M.Sc., dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi S1 Elektronika dan Instrumentasi.
Pemanfaatan data dalam administrasi publik menjadi semakin krusial seiring dengan agenda pemerintahan di Indonesia. Pemerintah harus memperkuat tata kelola data nasional agar kebijakan publik dapat dirumuskan secara lebih akurat, terukur, dan berbasis bukti. Kebijakan yang baik harus berbasis data, diuji secara ilmiah, dan memberi manfaat konkret bagi publik.
Rasyid Ridha, salah satu mahasiswa MAP, menekankan pentingnya awareness masyarakat terhadap data, terutama untuk pengambilan keputusan sektor publik. “Tujuannya untuk meningkatkan kepekaan kita terhadap data perlu ditingkatkan, apalagi dalam konteks mengambil suatu keputusan. Karena, tidak mungkin dong kita mengambil kebijakan hanya berdasarkan insting. Salah satu tujuan pembelajarannya itu, kita mempelajari bagaimana sih cara menggunakan data untuk membangun sebuah kebijakan,” ujarnya.
Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam mempromosikan pendidikan berkualitas dan memastikan akses yang inklusif dan setara terhadap pendidikan bagi semua.Dengan suasana yang kondusif, acara ini diharapkan dapat menjadi forum interaktif bagi mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum untuk bertukar gagasan mengenai peran data dalam menghadapi tantangan kebijakan publik di era digital.