Seleksi Calon Dekan FISIPOL Periode 2026-2031 Resmi Dibuka:  Rangkaian Seleksi hingga Transparansi Proses

Yogyakarta, 9 Juli 2026─Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah bersiap menyambut estaet kepemimpinan baru untuk periode 2026-2031. Guna memastikan proses yang demokratis dan terbuka, Panitia Seleksi Pemilihan Dekan FISIPOL tahun ini mengedepankan transparansi yang menyentuh langsung ruang partisipasi hingga pada unsur mahasiswa. 

Proses seleksi ini dikawal oleh panitia yang dipimpin oleh Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo selaku Ketua dan Dr. Dian Arymami, S.I.P., M.Hum. sebagai Sekretaris. Secara keseluruhan, tim seleksi ini dibentuk sesuai mandat universitas dan beranggotakan sembilan orang yang terdiri atas tiga orang guru besar serta enam orang non-guru besar. 

Saat ini kontestasi telah memasuki tahap awal yaitu pembukaan pendaftaran bakal calon dekan yang berlangsung pada 7-18 Juli 2026 dan apabila bakal calon tidak lebih dari tiga orang akan dilakukan perpanjangan pendaftaran hingga 25 Juli 2026. Setelah ditutup, panitia seleksi akan melakukan verifikasi administrasi kandidat sebelum melangkah ke tahap selanjutnya. Terkait mekanisme pencalonan, panitia membuka peluang yang cukup luas.

“Pencalonan terbuka bisa melalui kepala departemen untuk mengajukan orang atau diri sendiri asalkan sesuai dengan persyaratan, dan yang ketiga bisa dicalonkan oleh orang lain minimal oleh lima orang dosen, bisa lintas jurusan atau departemen yang sama,” jelas Ketua Panitia Seleksi, Prof. Kum ketika ditemui pada Rabu (8/7).

Setelah tahapan verifikasi usai, berikutnya adalah tahapan seleksi yang sesungguhnya yaitu Uji Publik, Pemungutan Suara, dan Penetapan Tiga Bakal Calon Dekan kepada Rektor. Proses Uji Publik menjadi agenda krusial yang patut dikawal oleh mahasiswa. Tahap ini menjadi wadah interaktif pembedahan visi, misi, serta langkah nyata apa yang ditawarkan kandidat untuk lima tahun ke depan. Di panggung ini, para bakal calon dekan akan menjabarkan strategi mereka dalam mengurai berbagai macam permasalahan di fakultas. Ia juga menekankan bahwa pelibatan ini bersifat menyeluruh bagi warga kampus. 

“Uji Publik untuk pendalaman visi misi bakal calon dekan akan sepenuhnya melibatkan semua civitas akademika di fakultas.”

Sebagai bentuk transparansi, mahasiswa juga akan mendapatkan porsi peran yang strategis. Panitia memastikan kehadiran panelis penguji yang terdiri dari unsur dosen (termasuk perwakilan dosen muda), tendik, dan perwakilan mahasiswa. Tim panelis inilah yang akan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan bagi para bakal calon dekan yang baru.

“Wakil-wakil mahasiswa boleh datang (pada uji publik) dan salah satu wakil dari mahasiswa akan kita jadikan sebagai panelis,” tambahnya.

Serangkaian seleksi berlapis ini bertujuan untuk mengerucutkan kandidat sebelum diserahkan kepada Rektor. 

“Seleksi bakal calon akan dilakukan dengan uji publik, dan bagi tiap individu menunjukkan preferensinya melalui voting yang nanti menjadi pedoman untuk menentukan bakal calon sebanyak tiga orang untuk diserahkan ke universitas,” papar Prof. Kum. Ketiga nama terbaik ini nantinya diajukan ke tingkat universitas lengkap beserta peringkat hasil voting.

Upaya mendorong proses pemilihan yang terbuka dan partisipatif ini sekaligus merepresentasikan komitmen nyata FISIPOL UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 16 tentang Kelembagaan yang Kuat, Inklusif, dan Transparan (Peace, Justice, and Strong Institutions). Melalui pelibatan seluruh elemen kampus, fakultas sedang mempraktikkan tata kelola institusi pendidikan yang demokratis demi terciptanya lingkungan akademik yang berkeadilan.