Selasa (19/9) MAP-Corner Klub kembali menyelenggarakan kegiatan diskusi yang bertempat di Ruang Seminar Magister Administrasi Publik, Fisipol Unit 2, Sekip. Tema diskusi yang diangkat adalah “Pramoedya dan Jejak Langkah Indonesia Sebagai Bangsa”, dengan menghadirkan Max Lane (penulis buku dan peneliti dari Institute of Southest Asia Studies, Singapura) dan Soesilo Toer (adik Pramoedya Ananta Toer sekaligus Pengelola Perpustakaan PATABA). Dimoderatori oleh Arif Novianto dari Institute Governance and Public Affairs, masing-masing pembicara memberikan materi mengenai Indonesia dari sudut pandang Pramoedya. Diskusi ini menjadi menarik karena kedua pembicara berasal dari latar belakang yang berbeda, sehingga terdapat dua cerita yang berbeda pula.
Bertempat di Auditorium Lantai 4 Gedung BB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM), gelaran the 5th Annual Conference on the Muslim World dilaksanakan. Setelah sukses diadakan di Paris, Maroko, Turki, dan Filipina tahun-tahun sebelumnya, kini UGM mendapat gilirannya untuk menjadi tuan rumah acara tahunan tersebut.
The 5th Annual Conference on the Muslim World merupakan hasil kerja sama antara Institute of International Studies (IIS) FISIPOL UGM, Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIPOL UGM, dengan The Institute for Religion, Politics, and Culture (Program in Islamic, Turkish, and Near-Eastern Studies) Washington College dan Creative Learning, sebuah organisasi berbasis non-profit dari Washington DC. Dengan ‘Muslim World’ sebagai tema tetap tahunannya, pada tahun kelima ‘Islam and Democracy’ didaulat menjadi tema khusus. Topik demokrasi dipilih bukan tanpa alasan, antara Islam dan demokrasi seringkali dibayangkan sebagai dua entitas yang saling bertolak belakang. Hal ini menjadikan topik ini menarik untuk diteliti seiring dengan perlunya mempertanyakan kembali relasi antara keduanya. Selain itu, Indonesia sebagai tuan rumah juga merupakan tempat yang dirasa cocok untuk melihat fenomena tersebut lebih jauh. Hal ini mengingat Indonesia merupakan negara demokrasi dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.
ASEAN Youth Citizen Journalism Contest 2017

Melihat peluang lebih akan kemungkinan kerja-kerja di sektor informal bidang ekonomi kreatif, Career Develoment Center (CDC) Fisipol UGM pada Kamis (7/9) mengadakan sesi sharing dan tanya jawab bertajuk “Fisipol Talk: How To be a Selebgram.” Terpaan dari perkembangan teknologi juga sosial media sangat berpengaruh pada dinamika dalam lingkup profesi Social Media Influencer (SMI)ini. Peningkatan PDB (Produk Domestik Bruto) pada industri kreatif telah mengalami peningkatan cukup signifikan pada rentang tahun 2013 – 2015 yang di dalamnya bagaimana peran para Social Media Influencer juga memiliki porsi cukup berarti. Berangkat dari temuan ini, maka pembahasan tentang profesi Key Opinion Leader ini dirasa penting bagi CDC Fisipol UGM untuk digelar.
Acara Academic Mastering yang diadakan oleh Career Development Center, Fisipol kembali di gelar pada Jumat (15/9). Dalam acara kali ini, CDC mengadakan pelatihan penggunaan stata dalam riset akademik untuk mengolah data IFLS. Peserta pelatihan berjumlah 20 orang yang berasal dari kalangan mahasiswa dan tenaga pendidik Fisipol, dengan dipandu oleh Randi Kurniawan, S.E. dari Lembaga Penelitian INSPECT. Tujuan diadakan pelatihan ini adalah agar peserta mampu untuk mengunduh dan membersihkan data, mengolah (correlation & regression analysis) data, serta menginterpretasikannya.
ASEAN Young Sociopreneurship Program (AYSPP) 2017, Sabtu (16/7) menggelar public lecture dan workshop di Balai Senat Rektorat dengan tema The Potentials of Youth in ASEAN dan Mastering The Art of Social Entrepreneurship. AYSPP 2017 diselenggarakan dalam kerangka kerjasama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Pada sesi public lecture menghadirkan H.E. Djauhari Oratmangun sebagai keynote speaker. Dalam kuliah umumnya, Djauhari menyampaikan bahwa ASEAN memiliki banyak potensi dalam pengembangan ekonomi, tentunya potensi tersebut haruslah didukung dengan tiga pilar ASEAN Community yang telah ditujukan untuk meningkatkan perkembangan ASEAN. Kondisi ASEAN dengan pertumbuhan kelas menengah dengan luasnya demografi pada anak muda dapat berkontribusi positif ekonomi.
Pada seri Bincang ASEAN kali ini (15/9), ASEAN Studies Center (ASC) mendatangkan Ezka Amalia, seorang mahasiswa pascasarjana dari Graduate School of International Development Nagoya University. Ezka Amalia membawakan topik mengenai isu advokasi, perlindungan, serta pemberdayaan buruh migran perempuan Indonesia pada diskusi yang diselenggarakan di ruang BC 207 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM. Peserta yang hadir sendiri datang dari kalangan beragam, mulai dari mahasiswa hingga perwakilan instansi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Setelah kesuksesannya di Filipina, kali ini Universitas Gadjah Mada mendapatkan giliran untuk menjadi tuan rumah dari gelaran konferensi bertajuk “The 5th Annual Conference on Muslim World 2017”. Kegiatan tahunan ini merupakan hasil kerja sama antara Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada dengan The Institute for Religion, Politics, and Culture (Program in Islamic, Turkish, and Near-Eastern Studies) Washington College dan Creative Learning, sebuah organisasi berbasis non-profit dari Washington DC. Mengusung tema ‘Muslim World’ sebagai tema tetap tahunannya, konferensi akademis ini akan secara lebih spesifik mengulas mengenai keterkaitan dunia muslim dengan demokrasi pada tahun kelimanya.
Call for Papers: 2017 International Girls’ Health Writing Competition

The Institute for Development and Human Security (IDHS) of Ewha Womans University has been conducting research on “Korea Global Health Strategy” with support from the Bill & Melinda Gates Foundation. The research focuses on South Korea’s engagement with international development cooperation through raising the issues of global health, awareness, and support for South Korea’s ODA efforts. This research also develops a global network between international and domestic organizations.
Salah satu persoalan banyak mahasiswa saat menulis karya ilmiah maupun tugas akhir adalah kurangnya referensi. Hal ini tentu akan membuat tulisan menjadi sangat kering dan kurang berbobot. Ada beberapa penyebab mengapa mahasiswa miskin referensi, salah satunya adalah kurangnya pemahaman cara mengakses sumber-sumber referensi baik jurnal maupun buku. Padahal perpustakaan UGM sendiri menyediakan ribuan jurnal dan buku yang bisa diakses secara gratis oleh mahasiswa, dosen, maupun staf.
Oleh karena itu, pada 14 September 2017 Perpustakan Fisipol menginisiasi pelaksanaan Sosialisasi e-Content and Reference Management Tools. Dalam kesempatan kali ini menghadirkan Safirotu Khoir selaku staf pengajar S2 Managemen Informasi dan Ide Yunianto, selaku staf TI Perpustakaan UGM sebagai pembicara.