Yogyakarta, 5 Agustus 2025 – Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM menggelar rangkaian pertemuan khusus dengan setiap departemen pada tanggal 4 hingga 5 Agustus 2025. Kegiatan yang berlangsung di masing-masing ruangan departemen ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi yang dilakukan oleh Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU) bersama tim SDM fakultas, yang menyoroti sejumlah persoalan mendesak terkait penetapan homebase dosen dan akselerasi jenjang karier akademik.
Senin, 4 Agustus 2025 – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), Dr. Wawan Mas’udi menyambut hangat kehadiran orang tua dan wali mahasiswa baru 2025 di FISIPOINT FISIPOL UGM. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pihak fakultas dengan keluarga mahasiswa baru sebagai mitra dalam mendukung proses pendidikan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Dekan FISIPOL UGM mengucapkan selamat datang kepada para orang tua dan wali yang hadir. Beliau menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada FISIPOL UGM sebagai tempat putra-putri mereka menempuh pendidikan tinggi.
Dosen Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), Desintha Dwi Asriani, baru saja mempublikasikan artikel ilmiah terbaru berjudul “A Bodily Capital: The Practice of Body Modification and Gender Performativity Among Asian Young Women and Men” dalam Journal of Applied Youth Studies, terbitan Springer Nature.
Studi ini mengupas secara mendalam praktik modifikasi tubuh—seperti tato, tindik, dan bedah kosmetik—di kalangan pemuda Korea Selatan dan Indonesia, serta keterkaitannya dengan gender performativity dan mobilitas sosial. Melalui pendekatan kualitatif dengan wawancara dan observasi, artikel ini memberikan analisis komparatif yang menggambarkan bagaimana tubuh dimaknai sebagai modal simbolik dan ekonomi di tengah budaya konsumen Asia yang berkembang pesat.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), Prof. Poppy S. Winanti, kembali menegaskan kontribusinya dalam diskursus pembangunan global melalui publikasi ilmiah terbarunya berjudul “Kerja Sama Pembangunan Internasional dan Dukungan Domestik: Strategi TIKA dan TICA sebagai Emerging Donors”. Artikel ini dimuat dalam Jurnal Penelitian Politik terbitan BRIN edisi Volume 21, No. 1 Tahun 2024.
Dalam tulisan ini, Prof. Winanti membahas secara kritis fenomena keterlibatan negara-negara berkembang di kawasan Global South sebagai aktor baru dalam kerja sama pembangunan internasional. Fokus utamanya adalah bagaimana negara seperti Thailand dan Turki, yang masing-masing memiliki lembaga khusus yaitu Thailand International Cooperation Agency (TICA) dan Turkish Cooperation and Coordination Agency (TIKA), menjalankan peran mereka sebagai emerging donors—negara yang memberi bantuan meskipun masih tergolong berkembang.
Dosen dan peneliti FISIPOL UGM yang terdiri dari Ratna Noviani, Heru Nugroho, Derajad Sulistyo Widhyarto, dan Lailila Dhiah Indriani mempublikasikan artikel ilmiah berjudul “Spectacularisation of ‘madness’ and the sugarcoated discourse of care in Indonesian social media: a dispositive analysis” dalam jurnal Continuum: Journal of Media & Cultural Studies.
Artikel ini mengkaji fenomena meningkatnya konten media sosial di Indonesia yang menampilkan individu dengan gangguan jiwa (ODGJ), khususnya mereka yang hidup di jalanan atau telah ditelantarkan keluarganya. Studi ini mengambil kasus dari kanal YouTube Purnomo Belajar Baik, yang secara rutin mengunggah video bertema “madness” kepada lebih dari dua juta pengikut.
Dosen-dosen FISIPOL UGM, yaitu Ratna Noviani, Heru Nugroho, dan Elok Santi Jesica, mempublikasikan artikel riset terbaru berjudul “Grab It Fast! Entrepreneurial Self and Hyper-Consumerism in the Students’ Prosumption of Online Lending Services in Indonesia” dalam jurnal internasional SAGE Open edisi Juli–September 2025.
Artikel ini mengupas praktik prosumsi (produksi sekaligus konsumsi) layanan pinjaman online di kalangan mahasiswa Indonesia, khususnya melalui platform Cicil. Dalam kerangka ekonomi berbagi dan prosumerisme, platform ini tidak hanya menawarkan pinjaman pendidikan, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menjadi “pekerja digital” sekaligus konsumen aktif.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Rapat Konsinyering Finalisasi Dokumen SAR (Self Assessment Report) dalam rangka akreditasi internasional oleh ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari enam program studi yang sedang mempersiapkan akreditasi.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh Sekretaris Unit Jaminan Mutu (UJM), Joash Tapiheru, yang menyampaikan pentingnya proses akreditasi ini sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi di lingkungan FISIPOL UGM.
Megashift FISIPOL UGM kembali menerbitkan artikel terbaru bertajuk “Mencari Alternatif dari Dominasi Logika Ekonomi Pembangunan di Indonesia”. Artikel ini menawarkan refleksi kritis terhadap arah pembangunan nasional yang selama ini terlalu berfokus pada pertumbuhan ekonomi, investasi, dan indikator-indikator makro finansial.
Tulisan ini mengangkat pentingnya mencari pendekatan pembangunan alternatif yang lebih berpihak pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Alih-alih mengandalkan logika ekonomi semata, artikel ini mendorong pendekatan yang mengintegrasikan nilai sosial, kearifan lokal, hingga demokrasi partisipatif dalam perumusan kebijakan pembangunan.
Program Kartu Prakerja yang digagas Presiden Joko Widodo sebagai respons terhadap lonjakan angka pengangguran saat pandemi, kini menghadapi ketidakpastian sejak awal 2025. Padahal, data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pengangguran terbuka masih tinggi, mencapai 7,28 juta orang per awal 2025, dengan angka PHK mencapai 26.455 kasus.
Sejak diluncurkan pada 2020 hingga 2024, program ini telah membantu 18,9 juta penerima, termasuk 1,4 juta angkatan kerja di tahun 2024. Program ini memberikan pelatihan berbasis digital dan insentif finansial senilai total Rp4.200.000 per peserta, yang bertujuan mendorong keterampilan dan produktivitas pencari kerja.
Dua dosen Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) FISIPOL UGM, Amalinda Savirani dan Arie Ruhyanto, kembali berkontribusi dalam khazanah keilmuan internasional melalui publikasi artikel terbarunya di jurnal bereputasi Asian Journal of Political Science terbitan Routledge (Taylor & Francis). Artikel berjudul “Analysing and explaining variation in village governance regimes across Indonesia” ini ditulis bersama Edward Aspinall dan Ward Berenschot.
Artikel ini mengupas tuntas keragaman pola tata kelola pemerintahan desa di berbagai wilayah Indonesia. Para penulis menganalisis bagaimana perbedaan konteks sosial, politik, dan ekonomi di tingkat lokal melahirkan berbagai bentuk rezim pemerintahan desa—dari yang partisipatif dan akuntabel, hingga yang cenderung elitis dan tertutup. Melalui pendekatan komparatif berbasis data lapangan dari banyak wilayah di Indonesia, artikel ini menyajikan kerangka analisis yang kaya untuk memahami mengapa satu desa bisa demokratis dan terbuka, sementara desa lain lebih bersifat sentralistik dan eksklusif.