Yogyakarta, 4 Juni 2025—Indonesia dengan kekayaan alamnya memiliki potensi sumber daya hayati yang belum sepenuhnya dimaksimalkan. Sebagai negara kepulauan, sektor kelautan telah lama menjadi salah satu komoditas ekspor yang menopang perekonomian negara. Namun justru di sisi lain, tingkat konsumsi ikan dan kesejahteraan nelayan belum merata. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada menghadirkan diskusi “Blue Food as Climate Session: Sustaining Blue Food Ecosystem, Community Empowerment, dan Climate Solution” pada Rabu (4/6).
Yogyakarta, 4 Juni 2025—Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Decolonising Methods: An Introduction” secara hybrid di Ruang Sidang Dekanat FISIPOL UGM. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Liz Dean dari University of Melbourne sebagai pembicara utama, dengan Dr. Suci Lestari Yuana, dosen Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIPOL UGM, sebagai moderator.
Kuliah umum berlangsung dalam dua sesi yang membahas secara mendalam penerapan metodologi dekolonisasi dalam riset sosial dan humaniora. Fokus utamanya adalah untuk meninjau ulang dominasi perspektif kolonial dalam pendekatan ilmiah serta mendorong penggunaan metode yang lebih partisipatif, kritis, dan sesuai dengan konteks lokal. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen FISIPOL UGM untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dengan mendorong akses terhadap pendidikan yang lebih inklusif dan relevan secara budaya, serta SDG 10 (Mengurangi Ketimpangan) melalui produksi pengetahuan yang tidak bias dan berkeadilan epistemik.
Yogyakarta, 4 Juni 2025—Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK), FISIPOL UGM menggelar Self Development Series sebagai bagian dari upaya untuk memperluas wawasan dan kapasitas mahasiswa. Kegiatan kali ini mengangkat topik “Social Work Without Borders: Menjawab Panggilan Dunia”, yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting.
Dengan menghadirkan Ranggi Lukfi Aprilianzah, mahasiswa Master of Social Work di Columbia University (USA), sebagai pembicara utama, acara ini membuka ruang diskusi tentang bagaimana profesi pekerja sosial dapat memainkan peran aktif dalam konteks global. Dipandu oleh Mohammad Farid Budiono, Asisten Departemen PSdK, kegiatan ini berlangsung interaktif selama dua jam, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.
Yogyakarta, 3 Juni 2025─Dalam langkah signifikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negara berkembang, program Magister Kebijakan Publik (MKP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPL) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan sesi pelatihan khusus tentang penulisan policy paper untuk mahasiswa semester 1 pada Selasa (3/6). Acara yang berlangsung secara luring ini merupakan bagian dari inisiatif Project-based Learning dalam mata kuliah Teori Kebijakan Publik. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan penting yang sangat diperlukan untuk pembuatan kebijakan dan advokasi yang efektif.
Yogyakarta, 3 Juni 2025—Institute of International Studies (IIS) FISIPOL UGM menerbitkan Monthly Review #1 edisi Mei 2025. Publikasi ini menghimpun tulisan-tulisan analitis dari penulis muda lintas kampus, membahas isu-isu strategis yang mencerminkan kompleksitas politik, ekonomi, dan keamanan global kontemporer. Edisi ini mengangkat empat fokus utama: dinamika pasar modal Indonesia, kejahatan transnasional, regulasi digital global, serta de-dolarisasi di negara-negara Global South.
Salah satu tulisan menyoroti kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Maret 2025 yang disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi domestik, termasuk pembentukan lembaga dana abadi nasional Danantara. Penulis mengkritisi potensi konflik kepentingan dan kurangnya transparansi yang memicu penarikan besar-besaran investor asing. Refleksi ini penting dalam memperkuat komitmen terhadap SDGs nomor 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh, khususnya dalam memastikan tata kelola yang akuntabel dan transparan.
Yogyakarta, 3 Juni 2025—Dosen Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) FISIPOL UGM, Mulyadi Sumarto, menyumbangkan tulisan terbaru yang mengungkap dinamika hubungan antara demokratisasi, politik elektoral, dan kebijakan sosial di Indonesia. Artikel ilmiah berjudul “Welfare and Democratisation: How Electoral Politics Shape Indonesian Social Policy and Citizen’s Social Rights” ini dipublikasikan dalam jurnal Contemporary Politics dan ditulis Mulyadi Sumarto bersama John F. McCarthy dari The Australian National University.
Yogyakarta, 3 Juni 2025—Mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) angkatan 2023 melaksanakan kegiatan aktivasi kampanye sosial di area Sansiro FISIPOL UGM pada Selasa (3/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek akhir mata kuliah Social Campaign, yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk tidak hanya peka terhadap isu-isu sosial, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam pencarian solusi melalui strategi komunikasi yang tepat.
Yogyakarta, 3 Juni 2025─Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) hari ini, Selasa (3/6), menerima kunjungan dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Prof. Dr. Erika Setyanti Kusumaputri, S.Psi., M.Si. dan perwakilan dari beberapa prodi FISHUM Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga di Dekanat FISIPOL UGM.
Kunjungan ini bertujuan untuk berdiskusi dan bertukar informasi mengenai pengembangan International Undergraduate Program (IUP) yang baru dicanangkan oleh UIN dalam satu tahun terakhirnya.
Yogyakarta, 2 Juni 2025—Indonesia sebagai negara demokrasi memiliki sistem desentralisasi untuk memberikan kewenangan signifikan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Kajian ini dibahas oleh Departemen Manajemen Kebijakan Publik (DMKP) dan GEO Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada dalam seminar “Public Policy and Administration in Turkey and Indonesia: A Comparative Perspective”. Diselenggarakan pada Jumat (23/50, diskusi ini mengundang sejumlah pakar kebijakan publik dan politik dari Gaziantep University, Turki.
Yogyakarta, 2 Juni 2025─Di tengah dunia yang berubah cepat akibat disrupsi teknologi, krisis sosial, dan pandemi global, cara kita memahami realitas pun ikut berubah. Kini, bukan hanya kekuasaan politik atau ekonomi yang menentukan arah masyarakat, tapi juga siapa yang berhasil membentuk dan menyebarkan makna. Itulah gagasan utama dalam artikel terbaru Megashift FISIPOL UGM berjudul “Bahasa, Kekuasaan, dan Norma di Antara Triple Disruption dan Perebutan Makna.”
Artikel ini mengangkat bagaimana bahasa telah menjadi alat penting dalam perebutan kekuasaan—bukan dalam bentuk represif, tetapi dalam bentuk yang lebih halus: mempengaruhi cara berpikir, membingkai isu, dan menentukan apa yang dianggap wajar dalam kehidupan sosial. Dalam kondisi disrupsi yang bertubi-tubi, aktor-aktor sosial—baik negara, media, korporasi, maupun masyarakat sipil—ikut terlibat dalam upaya membentuk norma dan kebenaran versi mereka masing-masing.