Yogyakarta, 9 Maret 2026—Dalam suasana Ramadhan, dosen, tenaga pendidikan, dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) langsungkan acara buka puasa bersama di Selasar Barat, pada hari Senin (9/3).
Acara buka bersama kali ini tidak hanya digunakan untuk membatalkan puasa saja, tetapi juga sebagai momen kebersamaan untuk lingkungan FISIPOL UGM. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, Wawan Mas’udi, mengatakan “Tentu saja acara buka puasa bersama kita hari ini bukan semata-mata untuk membatalkan puasa karena tujuan utama dari berbuka kan membatalkan puasa. Tapi lebih dari itu adalah untuk mempererat tali silaturahmi di antara seluruh warga yang ada di FISIPOL UGM,” ungkapnya. Ia menambahkan, semakin banyak kesempatan berkumpul seperti ini maka keakraban di antara civitas akademika akan semakin erat.

Acara ini juga dibersamai dengan agenda tausiah yang disampaikan secara langsung oleh Prof. Suryono, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi UGM. Dalam tausiahnya, ia mengangkat topik “umat terbaik” sebagaimana Surat Ali Imran ayat 110 yang berisi perintah mengajak pada kebaikan, mencegah kemungkaran, dan beriman kepada Allah. Suryono menyampaikan bahwa menjadi umat terbaik tidak hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga tentang bagaimana berinteraksi secara sosial dengan nilai-nilai kebaikan. Ia mencontohkan pentingnya memberi contoh nyata dalam mengajak pada kebaikan, bukan sekadar menyuruh.
Dalam penyampaiannya, Suryono beberapa kali menyelipkan humor dan atraksi sulap sederhana yang membuat suasana semakin cair. Ia bahkan memberikan uang Rp100.000 kepada dua peserta untuk mendemonstrasikan konsep “nilai” dalam kebaikan. “Yang (perintah) pertama tadi mengajak pada kebaikan. Ini contoh mengajak pada kebaikan. Menghibur orang itu kan mengajak pada kebaikan. Apalagi memberikan uang pada orang lain. Semua pasti bahagia kalau dikasih,” ujarnya, yang membuat hadirin tertawa dan bertepuk tangan.

Sebagai kesimpulan, acara buka puasa di FISIPOL UGM lebih dari sekadar perayaan keagamaan; ini adalah perayaan komunitas, pendidikan, dan nilai-nilai bersama. Inisiatif semacam ini memainkan peran penting dalam membangun lingkungan akademik yang kohesif yang sejalan dengan prinsip-prinsip SDGs, khususnya dalam mempromosikan pendidikan berkualitas dan membangun komunitas yang inklusif.