Yogyakarta, 7 September 2026—Istilah self-reward semakin lekat dengan kehidupan Generasi Z. Setelah menyelesaikan tugas, menghadapi hari yang melelahkan, atau mencapai suatu pencapaian, membeli makanan favorit, pakaian, skincare, hingga barang yang telah lama diinginkan kerap dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.
Namun, di tengah kemudahan berbelanja melalui platform digital, praktik self-reward juga dapat menjadi pintu masuk pada perilaku konsumtif dan pembelian impulsif. Lantas, apakah self-reward benar-benar menjadi bentuk apresiasi diri, atau justru mendorong pola konsumsi yang berisiko bagi kondisi finansial anak muda?
