Pada 14-18 Desember 2020, Zainuddin (selanjutnya disebut Zam) bersama dengan Aghnia Adzkia, Senior Visual & Data Journalist BBC East Asia, memberikan pelatihan cek fakta kepada para akademisi di Fisipol UGM. Dalam lokakarya ini, Zam dan Aghnia mengenalkan alat-alat (tools) yang digunakan dalam praktik cek fakta. Selain itu, ada setidaknya enam materi yang disampaikan. Pertama, memahami misinformasi dan disinformasi di Indonesia. Kedua, memantau media sosial, blog, dan situs web. Ketiga, menganalisis sumber konten dan akun media sosial. Keempat, memverifikasi foto, video, lokasi, dan waktu. Kelima, memahami etika pengecekan fakta. Terakhir, memahami keamanan dan keselamatan digital. Aghnia mengatakan bahwa saat ini jurnalis semakin ketat dalam memverifikasi informasi dan menyajikan fakta.
Fisipol Hari Ini
“Pastinya sangat bersyukur, masih diberikan kesempatan dan peluang di tengah gempuran mahasiswa akhir. Ini mungkin yang terakhir yang bisa saya persembahkan untuk teman-teman UKM Tenis Meja dan UGM, karena memang targetnya tahun ini mau lulus,” ucap Emma, mahasiswa angkatan 2018 itu.
Lebih lanjut, Emma mempersiapkan pertandingan tersebut dengan sangat matang. Meskipun hanya memiliki waktu berlatih kurang dari seminggu, Emma mengaku cukup ngoyo dalam berlatih setiap harinya dengan berkunjung dari klub ke klub untuk bermain tenis meja.
Yogyakarta, 27 Maret 2022─Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM menorehkan prestasi dalam kompetisi “Pupuk Indonesia Fertinnovation Challenge 2021” yang diselenggarakan oleh PT Pupuk Indonesia berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 20 Agustus hingga 20 Desember 2021. Saffanatul Afifah, mahasiswa Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik angkatan 2018, meraih juara tiga dalam kategori lomba Innovation in Agricultural Value Chain.
“Sebagai anak soshum (sosial dan humaniora) yang nggak ngerti apa-apa tentang pertanian dan hanya berbekal kegelisahan terhadap isu yang ada di sekitar kita, bisa sampai menang itu pencapaian yang menurut saya hebat banget dengan keterbatasan yang ada, dan saya bersyukur diberikan kesempatan untuk terus belajar dengan segala insights (wawasan) yang saya dapat,” ucap Saffana.
Yogyakarta, 28 Februari 2022─Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada menetapkan nama-nama pemenang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat fakultas di lingkungan UGM tahun 2022 pada Jumat (18/2). Setelah mengikuti seleksi secara daring yang dilaksanakan pada 12-13 Februari 2022, para pemenang Mapres tingkat fakultas ini juga dinyatakan lolos untuk mengikuti Pilmapres tingkat Universitas Gadjah Mada (Supercamp) mendatang.
Ismada Firdaus Mandala Putra, mahasiswa Departemen Sosiologi angkatan 2019, dinobatkan menjadi Mahasiswa Berprestasi 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) tahun 2022. Ismada yang mengaku sempat meraih posisi keempat pada tahap final Pilmapres tingkat fakultas tahun 2020, kini kembali terdorong untuk berpartisipasi dalam Pilmapres tahun 2022. Menurutnya, sebagai mahasiswa tahun ketiga, Pilmapres 2022 menjadi kesempatan terakhir yang bisa diikuti dan jarang sekali pemenang Mapres Fisipol berasal dari program studi Sosiologi.
Dua tim mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi Fisipol UGM berhasil meraih juara pertama dan kedua dalam kompetisi “Gen-Z Innovator Search Program” pada Desember lalu. Kompetisi ini merupakan ajang penciptaan inovasi ide bisnis yang diselenggarakan oleh Isobar (salah satu grup dari Dentsu Indonesia) bersama Ajinomoto Indonesia.Juara pertama dimenangkan oleh tim GeneratiOne yang beranggotakan Reinaldo Albert Koerniadi, Luthfiana Nur Rofifah, Felicia Vaniadiva, dan Dimas Satriawan Lambang W. Sedangkan juara kedua diraih oleh tim THR3 yang beranggotakan Farah Fattatin Fauziah, Ratna Kusuma Dewi, Aisya Irdo Anwar, dan Reksan Ridho Julviaji. Kesemua anggota dari kedua tim merupakan mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi UGM angkatan 2019.
Sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM berhasil menjuarai berbagai bidang perlombaan. Dimulai dari Agam Syah Fadhila yang berhasil meraih prestasi sebagai Juara Umum dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2021 bersama tim Gamaforce UGM. Kendati berasal dari rumpun ilmu sosial, prestasi yang diraih Agam membuktikan bahwa tidak ada batasan untuk mempelajari hal baru. Sehingga, dengan pengetahuan yang dimiliki, Dia tetap bisa berkontribusi dan meraih prestasi.
“Meskipun saya dari rumpun Soshum, tetap ada ilmu-ilmu yang diperoleh di bangku kuliah yang juga bermanfaat diantaranya bagaimana membuat perencanaan dan bagaimana membangun komunikasi interpersonal yang baik” Tutur Agam, Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi angkatan 2019.
Korps Mahasiswa Politik dan Pemerintahan (KOMAP) FISIPOL UGM mengadakan Podium Terbuka Komap bertajuk “KM UGM Mau Dibawa Ke Mana?” pada Jumat (12/10). Acara yang berlangsung melalui Zoom Meeting ini menghadirkan tujuh tim perwakilan partai mahasiswa. Di antaranya adalah Partai Kampus Biru, Partai Boulevard, Partai Srikandi, Future Leaders Party, Partai Sayang Mama, Partai Gotong Royong, dan Partai Bunderan. Mahardika, Mahasiswa Departemen Politik dan Pemerintahan, memimpin dan memandu jalannya acara.
Pada 3 September 2021 lalu, Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 yang mengatur tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi resmi diundangkan. Peraturan ini dipandang sebagai pintu awal kemenangan para penyintas kekerasan seksual di lingkungan kampus sebab memberikan sudut pandang yang komprehensif dan berpihak pada para penyintas. Mulai dari definisi kekerasan seksual yang menyoroti ketimpangan kuasa sebagai penyebab utama dari kasus kekerasan seksual, memiliki jaminan hak untuk korban tanpa terkecuali dalam prinsip penanganan kekerasan seksual, turut memasukkan kekerasan seksual verbal hingga KBGO dalam bentuk-bentuk kekerasan seksual, hingga perintah untuk pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual yang berfungsi sebagai pusat pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di Perguruan Tinggi.
Yogyakarta, 30 September 2021─Platform media sosial yang semakin beragam ternyata berpengaruh pada perubahan sikap pengguna, khususnya generasi Z. Salah satunya disebabkan adanya perbedaan fitur dari setiap platform media sosial sehingga pengguna aktif berusaha menampilkan citra terbaik mereka. Hal tersebut mendorong sejumlah mahasiswa FISIPOL UGM melalui Program Kreativitas Mahasiswa untuk melakukan penelitian tentang realita dibalik keberagaman fitur media sosial.
Tim PKM bidang Riset Sosial Humaniora yang beranggotakan Maftukhatun Deritanti, Dyah Niken Rahmawati, Syifa Mahmudah, dan Vina Idamatus Silmi ini mengangkat judul penelitian “The Multiple Faces of Social Media User: Penggunaan Media Sosial dalam Membangun Citra di Kalangan Generasi Z”. Dengan bimbingan dosen Ilmu Komunikasi, Lisa Lindawati, S.IP., M.A, mereka melakukan observasi terhadap akun media sosial Instagram, Facebook, dan Twitter. “Melalui penelitian ini, diharapkan mampu mendeskripsikan bagaimana seseorang memanfaatkan akun media sosial beserta tingkat kesesuaian keadaan yang ditunjukkan pengguna, mengidentifikasikan motif seseorang dalam menggunakan media sosial, dan memberikan sudut pandang baru terhadap pengguna aktif dalam memanfaatkan berbagai macam platform media sosial, serta mengurangi kecemasan pengguna dalam menggunakan media sosial,” ujar Maftukhatun, Ketua Tim Penelitian.
Menyusun skripsi merupakan tugas yang wajib dipenuhi oleh seluruh mahasiswa tingkat akhir. Tugas ini memang bukanlah sesuatu yang mudah, karena seorang mahasiswa harus mengerahkan seluruh ilmu pengetahuan yang mereka peroleh selama di bangku perkuliahan. Tidak heran ketika penyusunan skripsi seringkali mahasiswa menjadi galau, karena kebingungan harus memulai dari mana dahulu.
Menanggapi kegalauan mahasiswa, Korps Mahasiswa Politik Pemerintahan (KOMAP) Fisipol UGM menyelenggarakan kelas skripsi yang berlangsung sejak bulan juli-september. Kelas ini diselenggarakan dengan pembahasan yang berfokus pada bagian-bagian dalam skripsi, mulai dari latar belakang hingga metode penelitian. Pembicara yang dihadirkan juga cukup beragam, mulai dari dosen, hingga peneliti Polgov UGM. Antusiasme mahasiswa juga cukup tinggi, bahkan ketika diselenggarakan, peserta diskusi selalu lebih dari 50 orang.