Keuangan Iklim di Tangan Politik: Ketika Janji Dunia Ditentukan oleh Pemilu

Artikel Terbaru di Megashift FISIPOL UGM
“Rethinking the Architecture of Climate Finance: How Political Discretion Undermines Global Commitments”

Karya: Meilisa Anggraeni


Megashift FISIPOL UGM kembali menerbitkan artikel terbarunya yang menggugah dan relevan, kali ini mengangkat tema keuangan iklim global yang sedang berada dalam tekanan besar akibat dinamika politik internasional. Dalam tulisan berjudul “Rethinking the Architecture of Climate Finance”, penulis Meilisa Anggraeni mengupas bagaimana janji-janji pendanaan iklim dari negara maju kerap melemah, tidak karena alasan teknis atau ekonomi, tetapi karena pilihan politik para pemimpinnya.

Artikel ini menyajikan analisis tajam tentang bagaimana arsitektur keuangan iklim saat ini terlalu longgar, tidak mengikat, dan rentan terhadap pergantian kekuasaan. Kasus-kasus dari Amerika Serikat, Australia, dan Inggris menunjukkan bahwa komitmen terhadap dana iklim dapat berubah drastis hanya karena pergantian pemimpin—misalnya saat Donald Trump kembali berkuasa di tahun 2025 dan langsung menarik AS dari Paris Agreement serta membubarkan USAID.

Penulis menekankan bahwa tanpa reformasi institusional global yang kuat, target ambisius sebesar $300 miliar per tahun untuk negara berkembang hanya akan menjadi angka kosong. Artikel ini menyuarakan urgensi pembentukan sistem keuangan iklim yang lebih tangguh, adil, dan tidak bisa digoyang oleh dinamika politik dalam negeri negara donor.

Baca artikel selengkapnya di sini.