Langkah Menuju Perubahan: Ramadhan di FISIPOL Hadir Dengan Fondasi Islam

Yogyakarta, 4 Maret 2026─Jamaah Muslim FISIPOL mengusung kerusakan ekologi dan kebijakan pemerintah dengan tema “Mendorong langkah-langkah menuju perubahan aktual: Perfondasian Islam” pada rangkaian acara Ramadhan di FISIPOL (RDF) 1448H.

Salah satu Steering Committee dari RDF, Yusuf Satrio Negoro, mengatakan bahwa tema ini dipilih sebagai respons atas isu terkini terkait dengan nilai-nilai islam yang semakin terkikis. “Memang latar belakang RDF tahun ini menanggapi berbagai isu terkait tadi (ekologi dan kebijakan pemerintah) bagaimana caranya nilai-nilai Islam itu bisa menjadi solusi atau memang menjadi nilai atau etos yang terbaik bagi penyelesaian masalah-masalah kerusakan lingkungan dan lain sebagainya,” ujarnya. 

Selama tiga hari, mulai tanggal 2-4 Maret 2026, RDF menggelar serangkaian acara, mulai dari kajian hingga pasar ramadhan, untuk mewujudkan tema perubahan tersebut.

Menanggapi isu-isu yang baru terjadi belakangan ini, RDF mengadakan 3 sesi kajian dengan mengundang berbagai narasumber. Di hari pertama, Muhammad Qomarun Najmi (Pendiri Sekolah Tani Muda) dan Fajri Matahati Muhammadin, S.H.,LL.M., Ph.D. (Dosen Fakultas Hukum UGM) membahas kerusakan ekologi. Kemudian di hari kedua, Alfath Indonesia, S.I.P., M.A (Dosen DPP UGM) merefleksikan nilai-nilai islam yang bisa dijadikan sebagai solusi atas permasalahan sistem pemerintahan. Pada hari terakhir, Dr. Media Wahyudi Askar, sebagai Dosen DMKP UGM, akan menutup serangkaian sesi kajian dengan melakukan refleksi atas bulan Ramadhan. 

Harapannya, mahasiswa dapat tergerak untuk menyuarakan isu-isu yang ada serta menyatakan ketidaksetujuannya di muka umum. Selain itu, diharapkan ada inisiatif dari mahasiswa FISIPOL untuk menciptakan berbagai inovasi sebagai jawaban atas permasalahan-permasalahan tersebut melalui fondasi keislaman. 

Beberapa komunitas seperti Human Initiative Yogyakarta, Sekolah Tani Muda, Nongkinya Gen Z, dan LPPM Sintesa, turut serta meramaikan pasar Ramadhan FISIPOL. Selain menjadi wadah ekonomi, pasar ramadhan juga bertujuan untuk menggalang dana. RDF mengadakan inisiatif untuk berbagi takjil di luar UGM dari dana yang didapatkan selama RDF. 

Yusuf mengatakan bahwa bulan Ramadhan harus menjadi momen untuk perubahan. “Jangan sampai isu-isu yang hadir saat ini menimbulkan pesimisme, tetapi kita perlu mengingatkan bahwa bulan Ramadhan bisa membawa perubahan lebih baik,” ujarnya. Ia menambahkan, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, tawakal, serta kejernihan berpikir dalam merespons persoalan yang ada.

Acara RDF tidak hanya berfungsi sebagai platform untuk dialog tetapi juga bertujuan untuk menginspirasi gerakan kolektif menuju keberlanjutan dan tanggung jawab sosial di kalangan mahasiswa. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam diskusi tentang isu-isu ekologi dan pemerintahan, acara ini berupaya memberdayakan mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang proaktif di komunitas mereka.