Yogyakarta, 28 Agustus 2025─Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan rombongan peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah Kabupaten Bogor. Kegiatan yang difasilitasi Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerjasama (PPKK) FISIPOL UGM ini dikemas dalam bentuk kampus tour dan berlangsung sejak pagi pada hari Kamis (28/8).
Kunjungan diawali dengan eksplorasi ke sejumlah fakultas di UGM, termasuk Fakultas Kehutanan dan Fakultas Hukum, sebelum berakhir di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL). Di FISIPOL UGM, peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah Kabupaten Bogor disambut oleh Executive Secretary PPKK, Dr. Pradhikna Yunik yang kemudian dilanjutkan paparan dari Dr. Maharani Hapsari bertajuk “Membangun Daya Saing Daerah: Pemetaan Potensi Ekonomi dan Inovasi berbasis IPTEK.”
Materi disajikan tidak hanya dalam bentuk teori, tetapi juga dilengkapi contoh nyata serta langkah praktis agar lebih mudah dipahami. Pendekatan tersebut membuat peserta dapat mengaitkan konsep akademis dengan kebutuhan konkret daerah masing-masing.
Dalam presentasinya, Dr. Maharani menekankan bahwa daya saing daerah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah daerah tidak cukup hanya membuat perencanaan yang visioner, tetapi juga harus berbasis pada potensi nyata yang dimiliki wilayah. Dengan begitu, kebijakan yang lahir akan lebih relevan sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam merancang strategi pembangunan. Menurutnya, pemetaan potensi ekonomi daerah yang dikombinasikan dengan pendekatan akademis dapat menghasilkan kebijakan yang aplikatif. “Teori harus kita turunkan menjadi langkah praktis agar mudah diimplementasikan oleh perangkat daerah,” jelasnya.
Diskusi berlangsung interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta yang aktif berbagi pengalaman dan menyampaikan pertanyaan seputar tantangan pembangunan di Kabupaten Bogor. Suasana yang tercipta mendorong terjadinya pertukaran ide antara perspektif akademis dan praktik lapangan.
Melalui pengalaman belajar langsung di kampus, peserta Diklat Renstra diharapkan mampu merumuskan strategi pembangunan yang tidak hanya bersifat visioner, tetapi juga berbasis pada potensi nyata daerah. Dengan pijakan inovasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi, strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing Kabupaten Bogor sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.