Dosen dan Peneliti FISIPOL UGM kembali berkontribusi terhadap tulisan akademik melalui publikasi ilmiah terbarunya di jurnal internasional bereputasi Asian Education and Development Studies. Artikel berjudul “Vocational education and skills development for new economies in Indonesia: uneasy parallel challenges” ini merupakan hasil kolaborasi antara dosen dan peneliti lintas departemen di FISIPOL UGM, Pusat Studi Pedesaan dan Kawasa (PSPK) UGM, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Penelitian ini ditulis oleh M. Falikul Isbah, Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia, Maygsi Aldian Suwandi, Desi Rahmawati, Rizqyansyah Fitramadhana, Renny Savitri, Kasmad Ariansyah, Benedicta Retna Cahyarini, Madya Putra Y. Ahad, dan Azwar Aswin Virgiawan Listanto. Kolaborasi multidisiplin ini menunjukkan komitmen FISIPOL UGM dalam mendorong riset strategis yang relevan dengan dinamika pembangunan nasional.
Riset ini mengkaji sejauh mana sekolah menengah kejuruan (SMK) di Indonesia mampu beradaptasi dengan peluang dan tuntutan ekonomi baru—khususnya ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi digital. Melalui metode multi-site case study yang melibatkan 13 SMK terpilih, penelitian menemukan adanya ketidaksiapan yang tidak merata di antara sekolah-sekolah vokasi tersebut.
Meskipun banyak SMK memiliki potensi dan posisi strategis, pengembangan keterampilan untuk tiga sektor ekonomi baru ini masih menghadapi berbagai hambatan. Tantangan terbesar adalah keterbatasan kemitraan dengan industri, terutama industri yang memiliki kapasitas besar dan mampu menyediakan magang atau menyerap lulusan.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap literatur pendidikan vokasi dan pembangunan ekonomi dengan menghadirkan insight yang kontekstual mengenai bagaimana sistem pendidikan vokasi dapat beradaptasi terhadap transisi ekonomi global. Temuan riset ini menegaskan perlunya:
-
koordinasi lintas sektor dalam kebijakan pemerintah,
-
pendanaan pendidikan yang lebih merata,
-
penguatan hubungan sekolah–industri, serta
-
program inklusif untuk mengurangi ketimpangan sosial-ekonomi dan gender.
Studi ini juga membuka peluang untuk riset komparatif lintas negara maupun lintas wilayah di Indonesia.
Artikel ini menawarkan analisis mendalam terkait keterlibatan SMK dalam menghadapi perubahan ekonomi global, sekaligus mengungkap tantangan sistemik yang tidak dapat diatasi hanya pada level sekolah. Temuan ini memperkaya diskursus pendidikan dan kebijakan publik, terutama dalam konteks peningkatan daya saing tenaga kerja Indonesia.
Tulisan lengkap dapat diakses melalui tautan berikut.