Yogyakarta, 20 Agustus 2025—Perubahan iklim membawa disrupsi besar pada hampir seluruh sektor di dunia. Setiap negara berlomba-lomba menyusun kebijakan terbaik untuk menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat saat ini dan di masa depan. Diskursus ini hadir dalam Bulaksumur Roundtable Forum 2025 yang digelar dengan mengusung tema demokrasi dan lingkungan. Menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan pakar, pemerintah, dan akademisi, forum bertema “Promoting Environmental Democracy to Counter the Climate Crisis” dilaksanakan pada Rabu (20/8).
SDGs 13: Climate Action
Yogyakarta, 20 Agustus 2025 – Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) Universitas Gadjah Mada bersama Westminster Foundation for Democracy (WFD) dan Southeast Asia Parliamentarians against Corruption (SEAPAC) menyelenggarakan Bulaksumur Roundtable Forum (BRF) 2025 bertajuk “Promoting Environmental Democracy to Counter the Climate Crisis”. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Gelanggang Inovasi & Kreativitas UGM dan juga disiarkan secara daring melalui kanal YouTube DPP UGM serta Pares.id.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan kiprah akademiknya di kancah internasional. Salah satu dosennya, Dr. Novi Kurnia dari Departemen Ilmu Komunikasi, menjadi salah satu kontributor dalam perumusan online course bertajuk “Navigating Climate Information with Media and Information Literacy” yang diinisiasi UNESCO bersama Mahatma Gandhi Institute of Education for Peace and Sustainable Development (MGIEP).
Program ini lahir dari keprihatinan terhadap maraknya misinformasi dan disinformasi terkait perubahan iklim — sebuah fenomena yang menghambat upaya global dalam menghadapi salah satu ancaman terbesar dunia. Perubahan iklim kerap disebut sebagai crisis multiplier karena dampaknya yang meluas dan kompleks. Melalui program ini, masyarakat dunia dibekali keterampilan kritis untuk memilah, memahami, dan memanfaatkan informasi iklim secara tepat.
Yogyakarta, 14 Agustus 2025 — FISIPOL UGM menggelar acara penyambutan mahasiswa baru program pascasarjana di Selasar Barat FISIPOL UGM. Tahun ini, FISIPOL menerima 313 mahasiswa baru dari 14 program studi, yang terdiri dari 251 mahasiswa magister dan 62 mahasiswa doktoral, termasuk dua mahasiswa asal Timor Leste yang membawa keberagaman perspektif di lingkungan akademik.
Dalam sambutannya, Dekan FISIPOL UGM, Dr. Wawan Mas’udi, menegaskan keseriusan FISIPOL dalam membangun ekosistem riset yang kuat dan relevan. Salah satu langkah strategisnya adalah mengembangkan tiga flagship kajian utama di tingkat fakultas, yaitu: Climate Change dan Sustainability, Transformasi Digital, dan Inklusi Sosial. Tiga fokus ini menjadi pijakan penting untuk merespons berbagai perubahan, memperkaya cara pandang, serta memberikan kontribusi nyata dalam memahami masyarakat.
Artikel terbaru Megashift FISIPOL UGM
“Transisi Energi dari Ladang: Agrivoltaics Bertemu Agroforestri”
Karya: Fikri Danang Himawan
Tulisan ini mengupas konsep agrivoltaics, yaitu integrasi panel surya dan pertanian dalam satu lahan, serta bagaimana sistem ini dapat dipadukan dengan agroforestri—praktik pengelolaan lahan dengan memadukan pohon, tanaman pangan, dan/atau ternak. Kombinasi keduanya menawarkan solusi untuk menjawab tantangan energi terbarukan, keberlanjutan pangan, efisiensi lahan, dan adaptasi perubahan iklim.
Artikel Terbaru di Megashift FISIPOL UGM
“Rethinking the Architecture of Climate Finance: How Political Discretion Undermines Global Commitments”
Karya: Meilisa Anggraeni
Megashift FISIPOL UGM kembali menerbitkan artikel terbarunya yang menggugah dan relevan, kali ini mengangkat tema keuangan iklim global yang sedang berada dalam tekanan besar akibat dinamika politik internasional. Dalam tulisan berjudul “Rethinking the Architecture of Climate Finance”, penulis Meilisa Anggraeni mengupas bagaimana janji-janji pendanaan iklim dari negara maju kerap melemah, tidak karena alasan teknis atau ekonomi, tetapi karena pilihan politik para pemimpinnya.
Yogyakarta, 6 Agustus 2025─Sebagai bagian dari komitmen green campus, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) membagikan tumbler secara gratis pada 627 mahasiswa baru, Rabu (6/8). Seremonial pembagian tumbler ini menjadi salah satu agenda dari rangkaian acara pembukaan PIONIR SOCIETY 2025, diserahkan secara langsung oleh Dekan FISIPOL UGM, Dr. Wawan Mas’udi, kepada enam perwakilan mahasiswa baru dari tiap departemen.
Dalam sambutannya, Wawan menyampaikan upaya ini sebagai bentuk kontribusi fakultas dalam menciptakan lingkungan kampus yang ramah lingkungan. “Ini adalah salah satu bentuk komitmen Fisipol dalam menciptakan lingkungan kampus yang berkelanjutan,” paparnya.
Megashift FISIPOL UGM kembali menerbitkan artikel terbaru bertajuk “Mencari Alternatif dari Dominasi Logika Ekonomi Pembangunan di Indonesia”. Artikel ini menawarkan refleksi kritis terhadap arah pembangunan nasional yang selama ini terlalu berfokus pada pertumbuhan ekonomi, investasi, dan indikator-indikator makro finansial.
Tulisan ini mengangkat pentingnya mencari pendekatan pembangunan alternatif yang lebih berpihak pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Alih-alih mengandalkan logika ekonomi semata, artikel ini mendorong pendekatan yang mengintegrasikan nilai sosial, kearifan lokal, hingga demokrasi partisipatif dalam perumusan kebijakan pembangunan.
Yogyakarta, 17 Juli 2025 — Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) resmi menggelar soft launching buku “Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan Berkelanjutan: Pengalaman dan Refleksi Bekerja Bersama Masyarakat di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Blora–Ngawi”, pada Kamis siang di Ruang Multimedia 1, Gedung Rektorat UGM. Buku ini menjadi dokumentasi reflektif dan ilmiah atas perjalanan panjang UGM dalam pengelolaan hutan berbasis komunitas sejak 2016.
Yogyakarta, 16 Juli 2025─Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Unit Inovasi Akademik (UIA) membuka kelas gratis secara daring bertajuk “Sustainable Transformation Towards Global Multifaceted Issues” pada laman FISIPOL Online Campus (FOCUS). Kelas ini merupakan produk nyata kerja sama antara FISIPOL UGM dengan Gaziantep University, dan didukung oleh Erasmus+ Project 2025.
Menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, kelas ini bertujuan untuk mendorong pemahaman kritis dalam merumuskan strategi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini mengeksplorasi tiga tema utama, yakni transformasi industri dalam jaringan produksi global, sistem pangan berkelanjutan di tengah berbagai krisis, serta transisi hijau di Eropa dan implikasi globalnya. Kurikulum dalam kelas dirancang untuk memberikan wawasan tentang bagaimana perubahan global seperti industrialisasi, krisis iklim dan pangan, serta kebijakan lingkungan membentuk kembali ruang perkotaan, ketahanan pangan lokal, dan arah kebijakan sosial-ekonomi. Dengan studi kasus dari Eropa, Turki, dan Asia Tenggara, kelas ini juga mendorong pemahaman kritis lintas konteks dan kolaborasi akademis dalam merumuskan strategi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.