Yogyakarta, 27 Juni 2026─Dalam rangka memenuhi kebutuhan akan dukungan pengasuhan anak bagi sivitas akademika, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) dirikan dan kelola fasilitas Family Wellness, sebuah layanan daycare (tempat penitipan anak) terpadu yang berlokasi di dalam lingkungan kampus tepatnya di Gedung BH Lt.1 FISIPOL UGM.
Fasilitas ini hadir sebagai solusi konkret bagi para dosen dan tenaga kependidikan yang telah memiliki anak. Melalui Family Wellness, Fisipol UGM mengambil langkah nyata untuk menginstitusionalisasi dukungan terhadap keseimbangan kehidupan kerja dan personal.
“Layanan Family Wellness tidak hanya diperuntukkan bagi civitas akademika FISIPOL, tetapi terbuka bagi seluruh civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM).” ungkap salah satu perwakilan Family Wellness.
Sebagai sebuah fasilitas daycare, Family Wellness didesain sebagai ruang tumbuh kembang yang edukatif, aman, dan menstimulasi. Program yang dilaksanakan berlandaskan pada filosofi belonging dimana anak dibuat merasa nyaman dan diterima. Selanjutnya adalah being, agar anak tidak hanya bermain namun juga menikmati proses belajar. Terakhir adalah becoming yaitu mengajarkan anak untuk semakin berkembang dan mandiri. Fasilitas yang ditawarkan ini mulai dari ruang bermain semi terbuka yang luas, ruang tidur yang bersih dan nyaman, area kamar mandi yang luas dan dilengkapi dengan air hangat, area laktasi, dan masih banyak lagi.
Tak hanya berhenti pada fasilitas fisik, terdapat layanan pendukung seperti penyediaan makanan sehat gratis setiap harinya, pemeriksaan kesehatan dan gigi rutin oleh dokter, layanan kosultasi perkembangan anak dengan psikolog, edukator yang berpendidikan tinggi, dan lain-lain. Cara untuk mendaftarkan anak di layanan ini juga sangat mudah untuk dijangkau.

Langkah proaktif Fisipol UGM melalui pengadaan daycare ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi kebijakan ramah keluarga di perguruan tinggi lain di Indonesia. Kampus yang unggul pada akhirnya tidak hanya diukur dari capaian akademiknya saja, tetapi juga dari sejauh mana institusi tersebut mampu menciptakan ekosistem kerja yang memanusiakan setiap individunya.