Yogyakarta, 10 September 2026—Tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Widyastri Prabaningrum (Ilmu Komunikasi 2024), Nayla Devira Cahyani (Ilmu Komunikasi 2024), Upik Maulia (Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial 2023), bersama dengan Rizki Laidha Putri (Ilmu Hukum 2024), dan Dini Rindang Ekarini (Ilmu Ekonomi 2023) mengkaji praktik umpan klik dalam konten afiliasi di platform X di bawah bimbingan Mashita Phitaloka Fandia Purwaningtyas, S.I.P., M.A. Praktik ini diteliti melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH). Melalui penelitian berjudul “Harga Sebuah Klik: Praktik Umpan Klik dalam Konten Afiliasi di Aplikasi X sebagai Konsekuensi Ekonomi Atensi dalam Ekonomi Gig,”
Ide penelitian berawal dari pengalaman tim ketika menemukan utas di X yang menarik perhatian karena membahas informasi terkini, tetapi setelah utas di gulir ke bawah justru berisi tautan afiliasi produk e-commerce. Pengalaman tersebut mendorong tim untuk melihat lebih jauh bagaimana praktik konten afiliasi berbasis umpan klik dilakukan serta bagaimana audiens meresponsnya. Kemudian, hasilnya dilihat melalui perspektif Ekonomi Politik Komunikasi oleh Vincent Mosco (2009), menekankan konsep komodifikasi. Dalam ruang digital, perhatian pengguna tidak lagi sekadar menjadi bagian dari aktivitas bermedia sosial, tetapi dapat memiliki nilai ekonomi ketika diarahkan menjadi klik yang berpotensi menghasilkan komisi bagi sang afiliator. Dalam konteks tersebut, umpan klik menjadi salah satu cara untuk merebut perhatian pengguna di tengah persaingan konten digital.
“Melalui penelitian ini, kami mencoba meneliti dan memahami bagaimana praktik ini dilakukan. Dengan begitu, kami dapat mengetahui langkah apa yang dapat dilakukan untuk menciptakan tata kelola platform dan penciptaan ekosistem digital yang baik,” jelas Widyastri Prabaningrum selaku ketua tim. “Kami khawatir jika praktik ini dibiarkan terus berlangsung, ruang digital yang seharusnya menjadi tempat berbagi informasi yang kredibel justru mengalami degradasi karena dipenuhi konten yang mengeksploitasi rasa penasaran audiens demi keuntungan komersial,” tambah Widya.
Menariknya, penelitian ini mengungkapkan bahwa menarik perhatian tidak selalu berarti mendapatkan klik. Hasil kuesioner oleh 385 responden menunjukkan bahwa sebagian besar audiens merasa terganggu dengan konten affiliate berbasis umpan klik, meskipun respons tersebut lebih banyak muncul dalam bentuk rasa kesal. Audiens juga cenderung tidak tertarik mengklik tautan afiliasi ketika konten tersebut menggunakan umpan klik. Sebaliknya, konten afiliasi tanpa umpan klik justru lebih mendorong keinginan audiens untuk mengklik tautan yang dibagikan.
Selain kuesioner, penelitian ini juga dilengkapi dengan analisis konten dan wawancara dengan institusi terkait sebagai pemangku kepentingan untuk melihat praktik konten afiliasi berbasis umpan klik serta aspek tata kelola platform. Dengan menggabungkan perspektif audiens dan tata kelola tersebut, tim berupaya melihat praktik afiliasi tidak hanya sebagai strategi pemasaran digital, tetapi juga sebagai bagian dari dinamika ekonomi gig dan ekonomi atensi.
Tim berharap kajian ini dapat memberikan perspektif yang lebih kritis terhadap perkembangan pekerjaan digital sekaligus meningkatkan kesadaran pengguna dalam memahami konten afiliasi. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya tata kelola platform yang mampu memberikan perlindungan bagi audiens sebagai calon konsumen potensial di tengah perkembangan ekonomi digital.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, tim turut membagikan hasil penelitian dan konten edukatif seputar isu yang dikaji melalui akun Instagram @pkmrshugm.clickbait. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya tata kelola platform yang mampu memberikan perlindungan bagi afiliator sebagai pekerja digital dan audiens sebagai calon konsumen potensial di tengah perkembangan ekonomi digital. Adapun penelitian ini selaras dengan Poin SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Penulis: Tim PKM-RSH Click Bait