Yogyakarta, 4 September 2026—Penggunaan data dalam ilmu sosial telah menjadi keniscayaan di tengah ledakan informasi digital. Menjawab kebutuhan mendesak tersebut, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengoptimalkan Laboratorium Big Data Analytics sebagai pusat riset yang mengedepankan pendekatan social data science untuk memanfaatkan data mentah dari ruang digital sebagai instrumen utama dalam membaca, menganalisis, dan memprediksi perilaku kolektif masyarakat.
Berlokasi di lantai 4 Gedung BA FISIPOL UGM dan dikelola oleh Research Centre for Politics and Government (PolGov), laboratorium yang berdiri sejak 2019 ini dibangun untuk menggeser paradigma riset sosial dari metode konvensional menuju pendekatan berbasis bukti empiris digital. Penggunaan data di sini tidak sekadar mengolah angka, melainkan menerjemahkan pola-pola percakapan daring menjadi temuan ilmiah yang menjelaskan realitas sosial-politik secara komprehensif.
Salah satu implementasi nyata dari gagasan penggunaan data dalam ilmu sosial tersebut terlihat pada riset seputar Pemilihan Presiden 2019. Alih-alih hanya mengandalkan survei konvensional, tim peneliti laboratorium memanfaatkan data percakapan dari media sosial Twitter untuk mengukur sentimen publik. Peneliti Arya Budi mengungkapkan bahwa dari 2.840 percakapan soal golput yang teridentifikasi, penggunaan data geospasial berhasil memetakan bahwa konsentrasi utama isu tersebut berada di Pulau Jawa. Temuan ini membuktikan bahwa data digital mampu menjadi cermin dinamika sosial-politik yang akurat dan real-time.
Pada tahun 2020, penggunaan data dalam ilmu sosial kembali diuji melalui tiga kajian strategis. Dalam riset penanganan Covid-19, laboratorium menggunakan data untuk mengukur fluktuasi kepercayaan publik terhadap pemerintah serta menilai koordinasi pusat-daerah. Sementara itu, kolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaplikasikan analisis jejaring sosial (Social Network Analysis) berbasis data untuk membongkar pola relasi dalam kasus korupsi sumber daya alam. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa data bukan hanya alat komputasi, melainkan piranti kritis untuk merumuskan kebijakan publik yang responsif terhadap persoalan tata kelola pemerintahan.

Tidak berhenti pada riset terapan, penggunaan data sebagai tulang punggung ilmu sosial juga diinternalisasikan kepada mahasiswa dan pemangku kepentingan eksternal. Hingga tahun 2021, laboratorium secara rutin menyelenggarakan pelatihan dan fasilitasi riset kolaboratif, guna membekali generasi baru ilmuwan sosial dengan keterampilan mengolah data besar (big data) menjadi narasi kebijakan yang kredibel. Fasilitas ini menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk merasakan langsung bagaimana data mentah dari media online dalam dan luar negeri, data demografi, hingga data konflik dapat diwujudkan menjadi temuan yang berdampak nyata.
Dengan konsistensi pada gagasan tunggal bahwa data adalah fondasi utama dalam membaca realitas, Laboratorium Big Data Analytics FISIPOL UGM tidak hanya berfungsi sebagai ruang komputasi semata. Selain itu, transformasi digital FISIPOL UGM dalam merespons tingginya permintaan analisis data merupakan wujud nyata dari SDG ke-9, yang menjadikan inovasi dan infrastruktur teknologi sebagai fondasi utama dalam memecahkan persoalan sosial secara presisi. Laboratorium ini menjelma menjadi simpul strategis dalam transformasi ilmu sosial digital di Indonesia, sekaligus mempertegas posisi FISIPOL UGM sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan teknologi di tengah keberlimpahan informasi era digital.