Yogyakarta, 5 November 2026—Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada meningkatkan literasi AI pelajar SMA ASEAN melalui MGS ASEAN Programme (MAP) yang mempertemukan Methodist Girls’ School Singapore dan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 5 November 2026 di BRI Work Fisipol UGM.
Upaya CfDS meningkatkan literasi AI pelajar SMA ASEAN ini menempatkan AI bukan sekadar sebagai keterampilan teknis, melainkan sebagai persoalan yang perlu dipahami secara kritis, etis, dan lintas negara. Pelajar dari Indonesia dan Singapura didorong membandingkan cara pandang terhadap AI dalam pendidikan, lalu menuangkan analisis komparatif mereka dalam bentuk zine. Format ini menuntut pelajar mengidentifikasi persamaan dan perbedaan konteks, menilai dampak AI, serta merumuskan sikap terhadap penggunaan AI. Dengan demikian, literasi AI dibangun melalui penalaran dan komunikasi gagasan, bukan hafalan teknologi.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, CfDS membahas potensi dan tantangan generative AI dalam dunia pendidikan bersama 40 siswi dari kedua sekolah. Pembahasan itu menunjukkan bahwa AI dapat membuka peluang pembelajaran, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang etika, ketergantungan, dan kualitas proses belajar. MAP 2026 melanjutkan fokus tersebut dengan menempatkan pelajar sebagai analis, bukan sekadar pengguna.
Bagi CfDS, literasi AI pelajar SMA ASEAN penting karena kelompok ini akan menjadi pengguna utama teknologi di masa depan. Pemahaman yang kritis memungkinkan mereka memanfaatkan AI secara bertanggung jawab dan tidak menerima keluaran teknologi begitu saja. Pendekatan lintas negara juga memperkaya literasi AI karena pelajar belajar dari konteks sosial dan pendidikan yang berbeda.
Melalui MAP, CfDS menegaskan upayanya meningkatkan literasi AI pelajar SMA ASEAN dengan membangun kemampuan memahami, menilai, dan mengomunikasikan isu AI secara kritis dan etis.