Pos oleh :

fisipol

Pelayanan Perpustakaan Fisipol Selama Pandemi

Yogyakarta, 29 Januari 2020—Pandemi COVID-19 menyebabkan berbagai fasilitas Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM mengalami penyesuaian. Tidak terkecuali layanan perpustakaan di Fisipol. Baik perpustakaan cetak yang terletak di gedung Perpustakaan Pusat UGM maupun perpustakaan digital atau yang kerap dikenal dengan Digital Library (DIGILIB) Fisipol. Pada Selasa (28-01) Media Fisipol mewawancara Yuli Hesti Wahyuningsih. S.IP., Koordinator Perpustakaan Fisipol untuk berbincang mengenai penyesuaian layanan Perpustakaan Fisipol. read more

Prestasi Andy dan Nando, Pandemi Bukan Dalih untuk Berhenti

Yang ramai jadi sepi, yang ribut jadi tenang, yang cepat jadi begitu lambat. Pandemi boleh saja memaksa kita untuk berdiam diri di rumah. Tapi agaknya ia tak bisa membuat kita berhenti bekerja, belajar, berharap, dan melakukan banyak hal baik lainnya. Kebutuhan yang harus dipenuhi, persoalan yang harus diselesaikan, waktu yang terus berlalu, dan semesta yang terus bekerja adalah realitas yang tak bisa dihindarkan. Sama halnya yang dirasakan Ibnu Andy Wicaksana, mahasiswa Departemen Politik dan Pemerintahan yang baru-baru ini mendapatkan kejuaraan dalam Lomba Online Distancing Model United Nations (ODMUN) 2.0. Ia merasa bahwa masa pandemi memberikan pelajaran tentang penyesuaian diri yaitu adaptasi.Mahasiswa yang akrab di sapa Andy ini menuturkan bahwa pandemi memberi pengaruh yang banyak ke MUN sehingga membuat kegiatan dialihkan menjadi online. Namun, kondisi pandemi yang tidak dapat diprediksi kapan berakhirnya ini memaksa Andy untuk -mau tidak mau- beradaptasi. “Karena substansi MUNnya sama, online dan offline itu hanya platformnya saja,” terangnya. Mahasiswa yang juga diamanahi sebagai Presiden di UGM MUN Community tersebut memang baru saja mendapatkan Juara III dalam ODMUN 2.0. Dalam pernyataannya, lomba tersebut merupakan salah satu pioneer MUN online di Indonesia yang juga diakui oleh Sekjen PBB Antonio Guterres.

Dengan mengusung tema “Preserve the liberty, advance the prosperity,” Andy mengambil topik yang cukup menjadi pokok bahasan utama mengenai council historical crisis yaitu afghan soviet war di tahun 1980. Ada beban sekaligus keuntungan yang Andy dapatkan dalam topik tersebut. Di satu sisi, topik yang ia ambil membuatnya menjadi pusat diskusi. Namun, di sisi lain, hal tersebut juga membuatnya bisa mendominasi. Selama proses perlombaan tersebut, Andy mengaku cukup asik karena bisa bertemu banyak orang. “Karna dari awal memang pengin  fun aja debating and negotiating, jadi award adalah salah satu bonus buat aku personal,” pungkasnya. read more

Mengenal Aplikasi Kubuku dalam DIGILIB FISIPOL

Yogyakarta, 28 Januari 2021—Pada Selasa (26/Jan) Perpustakaan Fisipol UGM secara resmi meluncurkan aplikasi Kubuku dalam Digital Library (DIGILIB) Fisipol UGM. Peluncuran aplikasi secara daring ini dilakukan bersamaan dengan diskusi dan bedah buku UNI EROPA Institusi, Politik, dan Kebijakan yang bekerja sama dengan Komunitas Indonesia untuk Kajian Eropa (KIKE). Media Fisipol berkesempatan mewawancarai Yuli Hesti Wahyuningsih. S.IP. selaku Koordinator Perpustakaan Fisipol mengenai aplikasi yang tersedia di DIGILIB. read more

Diskusi dan Bedah Buku UNI EROPA Institusi, Politik, dan Kebijakan

Yogyakarta, 26 Januari 2021—Perpustakaan Fisipol UGM mengadakan diskusi dan bedah buku berjudul UNI EROPA Institusi, Politik, dan Kebijakan pada Selasa (26/Jan). Acara ini sekaligus sebagai peluncuran aplikasi Kubuku dalam Digital Library (DIGILIB) Fisipol UGM. Diskusi dan bedah buku menghadirkan tiga pembedah yaitu Hafid Adim Pradana, M.A., dari Universitas Muhammadiyah Malang; Paramitaningrum, Ph.D., Universitas Bina Nusantara; dan Ningrum Ambarsari, S. Sos., MBA., Universitas Prof. Dr. Moestopo. Diskusi juga menghadirkan Muhadi Sugiono, M.A., editor buku sebagai pembicara, dan Firstyarinda Valentina Indrawati, S. Sos., M.Si., dari Universitas Brawijaya sebagai moderator. Acara ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan panitia membagikan sepuluh buku kepada hadirin yang datang diakhir acara.Diskusi dibuka dengan sambutan dari Dr. Poppy Sulistyaning Winanti, M.P.P, M.Sc., selaku Wakil Dekan Bidang Kerjasama, Alumni, dan Penelitian, Fisipol UGM. Dalam sambutannya, Poppy menuturkan bahwa DIGILIB Fisipol merupakan salah satu wujud komitmen Fisipol untuk mengembangkan pendidikan dengan pemanfaatan teknologi. Salah satunya yaitu diskusi daring yang diikuti oleh banyak audiens dari berbagai daerah. “Kegiatan pagi ini juga salah satu upaya DIGILIB Fisipol bukan hanya menyediakan informasi tetapi juga menjadi forum diskusi secara virtual,” tutur dosen Ilmu Hubungan Internasional tersebut.Muhadi sebagai editor buku menceritakan proses panjang yang dilalui hingga buku ini terbit. Mulanya ia menuturkan, gagasan awal buku ini adalah buku teks yang diperkenalkan bagi mahasiswa Indonesia yang tertarik pada Uni Eropa. Ia melanjutkan dorongan menerbitkan buku ini semakin kuat lantaran Uni Eropa mengalami berbagai krisis. “Berbagai krisis ini ditambah lagi keluarnya Inggris (Brexit), menjadikan banyak orang melihat Eropa dengan sangat skeptis, atau melihat Eropa sebagai kegagalan,” ungkap Muhadi.

Diskusi kemudian dilanjutkan oleh ketiga pembicara lain yang mengomentari bagian-bagian berbeda dari buku yang terdiri dari empat belas bab ini. Hafid memberi komentar mengenai bab pertama yaitu sejarah perkembangan Uni Eropa dan bab kedua mengenai institusi-institusi dalam Uni Eropa. Berbeda dengan Hafid, Ningrum membahas mengenai politik dan proses politik di Uni Eropa. Ada empat poin yang dibahas oleh Ningrum yaitu koordinasi dan koheransi, Eropanisasi, demokrasi dan representasi, serta kelompok kepentingan dan lobi politik di Uni Eropa. read more

Merayakan Pemberlakuan Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapon bersama Webinar Institute of International Studies

Yogyakarta, 22 Januari 2021—Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons atau Traktat Pelarangan Senjata Nuklir resmi diberlakukan. Traktat ini menjadi sebuah norma global dalam usaha pencegahan penggunaan senjata nuklir. Sayangnya, Indonesia sendiri hingga saat ini belum meratifikasi traktat yang biasa disebut TPNW ini. Padahal posisi politik dari TPNW diharapkan dapat menguat apabila mendapatkan ratifikasi dari Indonesia. Isu inilah yang kemudian diangkat dalam Webinar Institute of International Studies UGM bertajuk “Traktat Pelarangan Senjata Nuklir Resmi Berlaku: Apa Yang Indonesia Perlu Perhatikan?”. Melalui ketiga pembicara yang dihadirkan, webinar ini mengulik dampak dari berlakunya TPNW terhadap dinamika politik internasional serta cara dan kondisi Indonesia untuk dapat menyelaraskan kebijakan luar negerinya dengan adanya traktat tersebut. read more

Merefleksikan Educated dengan Kehidupan Sebagai Mahasiswa

Yogyakarta, 21 Januari 2021—Manajemen Kebijakan Publik (MKP) Book Club bekerjasama dengan GAMAPI Fisipol UGM kembali mengadakan “Pojok Buku MKP” pada Kamis (21-01). Pojok Buku MKP kali ini mendiskusikan buku berjudul Educated (2018) yang dikarang oleh Tara Westover. Pembahas diskusi buku adalah Indri Dwi Apriliyanti, MBA., Ph.D., doesn Departemen MKP dan Annisa Rahmania Jernih, mahasiswa MKP. Diskusi dibuka oleh sambutan dari salah satu dosen MKP yaitu Ario Wicaksono. Dalam sambutannya Ario berharap kedepannya akan ada kolaborasi dan diskusi bacaan-bacaan menarik lain seperti ini. read more

Sarasehan Pengelolaan Pembelajaran Daring FISIPOL UGM

Yogyakarta, 19 Januari 2021—Sudah 10 bulan sejak pembelajaran luring beralih menjadi daring. Pandemi COVID-19 yang menyerang secara tiba-tiba membuat format pembelajaran daring diselenggarakan atas alasan urgensi. Namun, situasi yang tak kunjung membaik pun akhirnya menyebabkan perpanjangan pelaksanaan pembelajaran daring, yang kemudian dilaksanakan secara lebih terarah. Transisi dari pembelajaran luring menuju daring mendadak, dan kemudian diteruskan dengan daring terencana, pasti diiringi dengan berbagai kisah, baik dari kacamata mahasiswa maupun dosen. Hal inilah yang berusaha dibagikan oleh keenam narasumber dari seluruh departemen di FISIPOL dalam Sarasehan Pengalaman Mengelola Pembelajaran Daring.Acara berbentuk gelar wicara sederhana yang diselenggarakan Unit Inovasi Akademik FISIPOL ini berusaha mengulik pengalaman pengelolaan pembelajaran daring dari tiap-tiap departemen melalui para narasumbernya. Terutama, dalam melihat pengalaman yang tadinya gagap dan kaget dengan format daring, kemudian beralih menjadi perencanaan matang dan persiapan berbagai rupa dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Para pembicara menyampaikan bahwa kegagapan dalam menghadapi perkuliahan daring tidak hanya dihadapi mahasiswa, tetapi juga dosen. Hal ini pun menjadi tantangan tersendiri. Seperti yang disampaikan oleh Wahyu Kustiningsih, dosen Departemen Sosiologi.

Sosiologi sendiri awalnya menyerahkan proses pembelajaran daring ke tim pengajar, sementara prodi tidak memberikan kontrol sama sekali karena belum memiliki kesiapan dan pengalaman dalam mengelola pembelajaran daring. Namun, begitu memasuki semester berikutnya, dengan perencanaan yang lebih matang, program studi S1 Sosiologi memfasilitasi banyak hal: mulai dari SOP, hearing, dan evaluasi lanjutan. Hal yang serupa juga disampaikan oleh perwakilan departemen lainnya. Namun, yang membedakan antara satu prodi dengan prodi lainnya adalah karakter pendekatannya. read more

Membincang Publikasi Terbaru ASC: ASC Monograph 2020

Yogyakarta, 19 Januari 2021—ASEAN Studies Center baru saja merilis publikasi terbarunya, yaitu ASC Monograph 2020 “Small States, Strong Societies: Essays On COVID-19 Responses In Southeast Asia”. Publikasi ini lahir setelah melihat respons negara-negara ASEAN terhadap pandemi COVID-19 di tingkat nasional menunjukkan disparitas yang besar antar negara. Disparitas ini dapat terlihat dari tingkat kematian, jumlah infeksi harian, juga pendekatan kebijakan dalam menanggapi pandemi COVID-19 di semua negara anggota ASEAN. Beberapa negara telah mengambil langkah-langkah kebijakan yang proaktif dan ketat untuk meratakan kurva—dengan mengikuti pertimbangan epidemiologi yang tepat, tetapi pada saat yang sama beberapa negara lain justru menyangkal ancaman virus karena takut akan dampak ekonomi yang merugikan. Melalui tujuh esai yang terdapat di dalamnya, pertanyaan mengenai “apa yang menjelaskan pendekatan dan hasil berbeda dalam tanggapan COVID-19 di negara-negara anggota ASEAN, dan apa yang telah dilakukan oleh ASEAN dan negara anggotanya untuk mengatasi masalah pandemi global ini secara efektif?” berusaha diungkap oleh ASC Monograph 2020, dan dibahas lebih mendalam melalui Bincang ASEAN pertama di 2021. Bertajuk sama seperti monograf, yaitu “Small States, Strong Societies: Essays On COVID-19 Responses In Southeast Asia”, Bincang Asean menghadirkan para kontributor dan editor dari ASC Monograph 2020, Bincang ASEAN berupaya untuk mengulik isu-isu yang dibahas dalam monograf tersebut secara lebih mendalam.

Masing-masing bab atau esai dalam monograf ini diwakilkan oleh satu kontributor, secara berurutan: Ahmad Rizky M. Umar, Fauzia Gustarina Cempaka Timur, Filasafia Marsya Ma’rifat, Novriest Umbu Walangara Nau, Saidatul Nadia Abd Aziz, Andhini Citra Pertiwi, dan Tunggul Wicaksono. Pada awal acara, tiap kontributor yang hadir diberikan kesempatan oleh sang moderator—yang juga adalah perwakilan kontributor untuk esai ketujuh, Tunggul Wicaksono—untuk menceritakan secara singkat tetapi tetap mendalam mengenai esai yang mereka tulis, baik dari latar belakang penulisan esai tersebut, hingga metode dan temuan yang dihasilkan. read more

Digitalk #45: Elevating Talent Management Through Technology Inovation

Yogyakarta, 15 Januari 2021—Center for Digital Society (CfDS) Fisipol UGM kembali menyelengggaralan digitalk ke 45 dengan menghadirkan pembicara dari Bukit Vista. Pada diskusi kali ini, CfDS mengangkat tema mengenai upaya meningkatkan bakat dengan inovasi teknologi manajemen. Diskusi ini cukup menarik karena pembicara dari Bukit Vista Sendiri adalah CEO, Jing Cho Yang dan HRD Bukit Vista yaitu Kharisma G. Arafani. Diskusi ini dimoderatori oleh Paska Darmawan dan diselenggarakan secara daring  melalui channel youtube CfDS UGM. Untuk mengikuti acara ini, peserta harus registrasi terlebih dahulu melalui link pendaftaran yang telah dibagikan beberapa hari sebelumnya. read more

Membedah PKM dan PIMNAS Bersama Juri dan Peraih Medali PIMNAS 33

Yogyakarta, 11 Januari 2021—Universitas Gadjah Mada kembali meraih gelar Juara Umum pada kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional atau PIMNAS ke-33 yang diselenggarakan pada November lalu. Berbagai medali untuk tiap bidang PKM diraih oleh banyak tim dari beragam fakultas, termasuk salah satunya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Tidak hanya aktif sebagai peserta, tetapi perwakilan dari FISIPOL pun ada yang turut berpartisipasi sebagai juri dalam PIMNAS ke-33. Pengalaman menghadapi PIMNAS dan PKM dalam dua sudut pandang yang berbeda inilah yang berusaha disampaikan dalam “Bedah PKM 2021 + Sharing Pemenang PIMNAS 33” yang diadakan oleh Student Research and Creative Center (SRCC) FISIPOL UGM. Sebagaimana tajuknya, selain menghadirkan Dr. Hempri Suyatna selaku Juri PIMNAS ke-33, acara yang diselenggarakan melalui Zoom Meeting ini juga menghadirkan beberapa peraih medali dalam PIMNAS dari FISIPOL, antara lain Nurul Qomariyah, Farah Fattatin, dan Intan Nisaaul.Dalam materinya, Dr. Hempri membedah tiap-tiap aspek penting bagi peserta yang terdapat dalam seluruh tahapan persiapan dan pelaksanaan PIMNAS, seperti cakupan PKM itu sendiri—mulai dari sistematika penulisan, luaran, kriteria pengusulan, hingga penilaian, kemudian hal-hal yang harus diperhatikan, kesalahan-kesalahan yang sering terjadi, serta data pemenang dari tiap bidang PKM. Tidak lupa pula, Dr. Hempri memberikan contoh nyata dari tiap poin pemaparannya untuk memperjelas materinya.

Pengalaman-pengalaman yang dibagikan oleh para peraih medali di PIMNAS pun menambah komprehensif wawasan yang didapat peserta acara. Apalagi, pengalaman-pengalaman ini merupakan hal-hal yang benar-benar dialami oleh para peraih medali, sehingga sangat sesuai dengan kondisi nyata di lapangan—situasi yang dihadapi oleh para calon peserta PKM. Contohnya terkait dengan penentuan ide, Intan membagikan kisahnya mengenai proses pemilihan ide PKM-PSH yang ia gagas, seperti mempertimbangkan ketertarikan personal dan menambahkan unsur-unsur kreativitas atau berbeda dari biasanya dalam melihat isu yang ia angkat. read more