Mulai Minggu (10/12), Fisipol UGM menjadi tuan rumah Singapore Management University (SMU) Winter Course Program. Selama empat belas hari, 32 mahasiswa asal Singapura tidak hanya akan mendapatkan kuliah tentang keadaan sosial, politik, dan ekonomi di Indonesia, tetapi juga studi ekskursi dan company visit ke berbagai perusahaan di Sleman, Surakarta, dan Semarang. Kegiatan ini bertepatan dengan usia ASEAN yang menginjak setengah abad. Momentum ini dimanfaatkan oleh Fisipol, diwakili Global Engagement Office (GEO), dan SMU untuk meningkatkan hubungan antar-masyarakat untuk menguatkan pengertian komunitas regional.
Apakah anda adalah bagian dari orang-orang yang sering mengikuti serial drama kasus korupsi salah satu anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) baru-baru ini? Kasus tersebut memang menjadi perbincangan publik terutama di media sosial. Banyak dari warga net secara kreatif membuat meme yang berkaitan dengan perkembangan kasus tersebut. Mulai dari meme seputar rumah sakit, bakpao, hingga tiang listrik secara masif berkeliaran di berbagai akun dagelan.
Kasus tersebut bukan hanya berhasil memberikan hiburan gratis ke masyarakat, tetapi juga semakin menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada lembaga representatif negara seperti DPR, MPR (Majelis Perwakilan Rakyat), maupun DPD (Dewan Perwakilan Daerah). Hal ini diperjelas oleh Dr. Arie Sujito dalam sambutannya di diskusi yang bertajuk “Revisi Rancangan Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD Perspektif: Sosial, Politik, dan Hukum pada 12 Desember lalu. Menurut Arie, isu seputar kelembagaan negara ini memang mengalami perbedabatan yang berkenaan dengan fungsi representasinya. Bisa dikatakan, tiga lembaga ini “gagal” dalam membangun citra yang baik sebagai lembaga representatif negara. “Apalagi DPR terutama memiliki sorotan yang berkenaan dengan kekosongan kepemimpinan,” tambahnya.
Hedley Bull membuka bukunya dengan tiga pertanyaan. Pertama, apa yang dimaksud dengan keteraturan (order) dalam politik internasional. Kedua, bagaimana order dapat dipertahankan di dalam eksistensi sistem negara yang berdaulat. Ketiga, apakah sistem negara berdaulat dapat menyediakan jalan dalam menciptakan keteraturan dunia.
Pada sesi kali ini (10/12), Institute International Studies (IIS) kembali menggelar Reading Club Suryakanta dengan mengusung buku dari Hedley Bull yang berjudul “The Anarchical Society: A Study of Order in The World Politics”. Bertempat di Gedung BA Ruang 503 Fisipol UGM, Reading Club kali ini menghadirkan Nurhawira Gigih Promono selaku peneliti IIS sebagai pemantik diskusi.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 menyatakan bahwa setiap desa berhak atas dana desa yang berasal dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN). Tentu, keputusan ini memberikan angin segar bagi kemajuan pembangunan desa.
Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si selaku Dekan Fisipol UGM dalam sambutannya di Seminar Nasional yang bertajuk “Dana Desa Untuk Kesejahteraan Masyarakat: Appraisal Implementasi 3 Tahun Dana Desa” mengungkapkan bahwa desa adalah elemen penting dalam pembangunan negara. “Selama ini kita masih mengabaikan pentingnya pembangunan desa, realitas yang ada banyak pembangunan yang terus terpusat di perkotaan,” paparnya. Menurut Erwan, dengan adanya dana desa adalah salah satu upaya dalam memajukan pembangunan desa.
Nitilaku Perguruan Kebangsaan

Hari, tanggal: Senin, 17 Desember 2017
Tempat: Pagelaran Kraton Yogyakarta hingga Gedung Pusat UGM
Pukul: 06.00 – selesai.
Holobis Kuntul Baris. Bangun, Singsingkan Lengan Baju. Gotong Royong Bangun Negara.
Usia ASEAN yang telah mencapai 50 tahun menjadi momentum bagi Institute of International Studies (IIS) UGM untuk meningkatkan kajian ASEAN sebagai salah satu area keahlian risetnya. Upaya ini diwujudkan dalam peluncuran buku “50 Years of Amity and Enmity: The Politics of ASEAN Cooperation”, Kamis (7/12) di Digilib Café FISIPOL.
Dua editor buku, Poppy S. Winanti dan Muhammad Rum dari Departemen Ilmu Hubungan Internasional (DIHI) merumuskan tiga hal sebagai dasar dari penulisan. “Ada tiga alasan yang membuat buku ini penting. Pertama, ASEAN itu ibaratnya tetangga Indonesia. Fokus politik luar negeri kita pasti berkaitan dengan negara-negara anggota ASEAN. Kedua, di usia ASEAN yang ke-50, apakah ikatan antarnegara ini menguat, atau malah melemah,” jelas Rum. Alasan yang ketiga, yaitu adanya tiga perspektif yang berbeda dalam memandang ASEAN. “Yang pertama optimistis dengan ASEAN Way, yang kedua apologetic, dan yang ketiga pesimistis atau yang melihat ASEAN Way sebagai produk politik dan bukan konstruksi identitas masyarakat ASEAN sendiri,” lanjutnya.
“Kamu pernah nulis nggak sih!” Kata-kata yang selalu terngiang di benak perempuan kelahiran 06 Agustus 1995 ini. Lintang Cahyaningsih, mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisipol UGM 2013 mengawali masa-masa kuliahnya dengan segudang aktivitas di dunia pers mahasiswa. “Balairung telah banyak memberikan pelajaran bagiku, hingga kini aku menyukai dunia jurnalisme,” pungkas Lintang. Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung UGM memang menjadi rumah kedua bagi Lintang. Banyak hal yang ia dapat dari keluarga hingga pelajaran yang sangat berharga.
Koalisi kampanye global dalam isu pelucutan senjata nuklir, International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN) dijadwalkan menerima Penghargaan Nobel Perdamaian 2017 di Oslo, Norwegia pada 10 Desember 2017 mendatang. Dalam delegasi yang turut hadir dalam upacara penyerahan penghargaan, terdapat Drs. Muhadi Sugiono, MA. Dan Yunizar Adiputera, MA, dua orang akademisi dari Institute of International Studies (IIS) UGM yang merupakan mitra resmi ICAN dari Indonesia.
ICAN dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian atas upayanya menarik perhatian khalayak global pada konsekuensi kemanusiaan yang diakibatkan oleh senjata nuklir. Lebih lanjut, hal ini juga merupakan bentuk apresiasi atas usaha ICAN dalam mendorong negosiasi traktat atas kekosongan perjanjian internasional dalam isu senjata nuklir. ICAN sendiri senantiasa memobilisasi masyarakat internasional untuk menginspirasi, mempersuasi, dan menekan pemerintah masing-masing negara untuk mendukung upaya pelarangan senjata nuklir.
[FESTIVAL GAMELAN: KUMANDHANG GANGSA GADJAH MADA 2017]

hari, tanggal: Sabtu, 9 Desember 2017
pukul: 18.30-23.00 WIB
lokasi: R. Bulaksumur, University Club UGM
Acara ini akan menampilkan berbagai kelompok atau unit Karawitan di lingkungan Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari kelompok dosen, karyawan,
dharma wanita, dan mahasiswa.
Acara ini gratis dan terbuka untuk masyarakat umumdengan kuota yang terbatas.
Informasi lebih lanjut mengenai acara tersebut dapat diakses di akun resmi Pagelaran Budaya UGM 2017:
Line: @tml0257d
Instagram: pagelaranbudayaugm
Twitter: @pagelaranbudaya
Facebook Fanpage: Pagelaran Budaya UGM 2017
Berikut Kami sampaikan JADWAL, PROSEDUR DAN SYARAT PENDAFTARAN PROGRAM PASCASARJANA Semester Genap Periode 2017/2018 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM:
_(2)_big.jpg)
_(2)_big.jpg)
