Di era yang serba digital ini, imajinasi tentang bertani, bercocok tanam, atau semacamnya secara berlahan mulai hilang dari daftar pekerjaan masa depan. Bahkan, Presiden Jokowi dalam Sidang Terbuka Dies Natalis IPB (Institut Pertanian Bogor) menyampaikan “sindiran” bahwa lulusan pertanian justru banyak kerja di sektor perbankan. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab “masa depan” pertanian di Indonesia kurang menjanjikan.
Badan Pusat Stastika (BPS) tahun 2013 mencatat, setidaknya terdapat 5 milyar penduduk dalam 10 tahun terakhir yang meninggalkan pekerjaan sebagai petani. Hal ini juga diperparah dengan fakta bahwa rata-rata penduduk yang masih berprofesi petani berada pada usia 52 tahun. Keadaan ini salah satunya juga dipicu oleh rendahnya pendapatan seorang petani. BPS memaparkan bahwa rata-rata pendapatkan seorang petani sekitar Rp500 ribu per bulan.