Yogyakarta, 30 Oktober 2018-Muncul keprihatinan pada akademisi akibat adanya sistem pendidikan yang dikomodifikasi, sehingga mengurangi perannya dalam pembentukan karakter pemuda sebagai intelektual muda. Pendidikan seolah hanya “menjual” Ilmu tanpa mendidik. Dalam mengkritisi hal tersebut, Departemen Sosiologi Fisipol UGM mengadakan Diskusi Publik bertajuk Menggagas Ulang Formasi Subjek Intelektual Muda Yang Kritis dan Emansipatoris sekaligus menjadi momen peringatan Sumpah Pemuda dan mengenang kepergian Alm. Dana Zakaria Hasibuan Dosen Departemen Sosiologi.
Berita
Yogyakarta, 30 Oktober 2018– Digital marketing merupakan alternatif baru yang potensial dalam mencipatakan lapangan kerja. Niagahoster, perusahaan hosting digital bekerjasama dengan Career Development Center (CDC) Fisipol UGM mengadakan Sharing & Hiring di Ruang Seminar Timur Fisipol pada Selasa (30/1).
Matias Aditya, Chief Content Officer Niagahoster memaparkan bagaimana agar artikel menempati urutan teratas di organic search, kuncinya adalah menyusunnya berdasarkan keyword. .
Penyusunan keword berdasarkan traffic word yakni indikator tingkat populernya sebuah keywords semakin tinggi traffic word dan semakin banyak keyword yang familiar dipakai banyak orang, semakin besar kemungkinan menampatkan konten di urutan teratas.
Yogyakarta, 28 Oktober 2018 – YouSure Fisipol UGM menggelar Seminar dan Dikusi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Bukan sekedar peringatan simbolis semata, namun peringatan dilakukan dengan berdiskusi membahas Pemuda Era 4.0: Pemuda di Era Big Data yang diselanggarakan di Ruang Auditorium BB Lt. 4 Fisipol UGM pada Minggu (28/10).
Meskipun acara diselanggarakan pada Hari Minggu, peserta antusias mengikuti seminar peringatan sumpah pemuda dengan pembahasan yang segar. Pasalnya, pemuda di era 4.0 memiliki peran yang secara signifikan telah bergeser. Sudah 90 tahun berlalu dan zaman telah memasuki era disrupsi yang sifatnya eksponensial. Hal ini disampaikan oleh Lisa Lindawati, dosen Ilmu Komuninkasi Fisipol UGM yang menjadi moderator pada Seminar Pemuda Era 4.0
Komisi Pemilihan Umum RI menggalang aksi pemilu anti Hoax, anti SARA dan anti Politik Uang bersama Fisipol UGM. Diskusi yang bertajuk ‘Pemilu di Era Digital: Peluang dan Tantangannya’ ini menyasar kalangan mahasiswa di Fisipol UGM (20/10).
Arif Budiman Ketua KPU RI hadir sebagai Keynote Speaker; Dahnil Anzar Simanjuntak Koordinator Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto – Sandiaga Uno; dan Aria Bima Direktur Pemenangan Tim Kampanye Nasional Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai Narasumber.
Yogyakarta, 25 Oktober 2018-Dunia digital dengan cepat menjadi candu akibat beberapa karakteristik yang dimilikinya, dan tidak dapat ditemui dalam interaksi dunia nyata. “Karakter invisibility misalnya, membuat masyarakat lebih memilih media digital sebagai sarana berinteraksi karena tidak perlu bertatapan langsung dengan lawan bicaranya,” ungkap Dr. Neila Ramdhani, M.Si., M.ED. dari Fakultas Psikologi yang mengisi sesi 90⁰ Digitalk bertajuk “Digital Addiction: It Steals Your Life”.
Center for Digital Society (CfDS) UGM menghadirkan dua akademisi untuk membahas adiksi digital, dalam Bertempat di Auditorium Mandiri FISIPOL UGM, Digitalk mengundang Dr. Neila Ramdhani, M.Si., M.ED. dari Fakultas Psikologi UGM serta Derajad S. W. M.Si. dari Fisipol UGM. Keduanya mewakili perspektif yang berbeda dalam mengulas fenomena adiksi digital, yakni perspektif psikologi kesehatan dan sosiologi.
Afia Riskiani, staff Office of International Affairs (OIA) UGM memaparkan seluk beluk beasiswa ke luar negeri terutama dalam bidang administrasi. Baginya, akses untuk mengikuti beasiswa di luar negeri sangatlah banyak, namun masih jarang peminat karena ketidaktahuan informasi. “Sering dalam seminggu ada sepuluh penawaran beasiswa, namun kebanyakan pendaftar haya berkutat pada lima pilihan sehingga tidak merata, padahal justru peluang tersedia di berbagai beasiswa.,” ujar Afia yang merupakan alumni Departemen Hubugan Internasional Fisipol UGM.
“Pengetahunan common sense muncul sebagai pengetahuan yang ditangkap dari fakta penginderaan yang kemudian dianggap sebagai sebuah kebenaran,” kata Susetiawan Dosen Departemen Pambangunan Sosial dan Kesejahteraan dalam pidato Dies ke-63 Fisipol UGM.
Susetiawan menambahkan, pengetahuan common sense tersebut kemudian mendorong adanya banalitas di mana hal tersebut terjadi karena situasi sosial, perintah/komando yang meskipun hal tersebut merupakan perbuatan kejahatan tetapi dilakukan karena kepatuhan dan dianggap sebagai kewajaran. Sikap – sikap seperti inilah yang menghambat perkembangan pembangunan sosial.
Afif Daffa Lana Utta, founder D’Milk Juara, menyebutkan prosentase minum susu Indonesia terbilang rendah. “Kita tertinggal jauh dari Belanda, Inggris, bahkan Malaysia. Padahal susu memiliki efek yang sangat baik dan cocok untuk program diet,” ujarnya. Terkait dengan diet, susu D’Milk sendiri memiliki kandungan gula sebesar 5 gram, masih terbilang jauh di bawah ambang batas maksimal yang diperbolehkan. Hal ini yang kemudian menjadi peluang bisnis sosial D’Milk Juara.
Salah satu tantangan yang dihadapi oleh D’Milk Juara ada pada tahap pendekatan terhadap peternak. “Ketika terjun ke lapangan, prosesnya tidak mudah. Harus dengan obrolan yang santai agar bisa diterima dan mau dipraktekkan oleh peternak,” papar Daffa saat ditemui seusai acara di Ruang Seminar Perpustakaan Pusat UGM.
FisipRun yang rutin diadakan tiap pekan pada hari jumat, kali ini terasa berbeda. Kegiatan FisipRun sebagai rangkaian Dies Natalis Fisipol ke-63 mengadakan charity run yang bertajuk ”FisipRun Dies Natalis: Solidarity For Humanity Palu-Donggala,” berupa kegiatan berlari sekaligus beramal donasi membantu korban bencana gempa bumi di Palu dan Donggala. Runtunan bencana alam di Indonesia akhir-akhir ini mulai dari Lombok hingga ke Palu dan Donggala membuat Fisipol UGM berinisatif untuk mengadakan charity run yang diselenggarakan pada Jumat (12/10) di halaman depan gedung BB Fisipol UGM pada pukul 15.00-17.00 WIB. FisipRun bekerjasama dengan Disaster Response Unit (DERU) UGM serta Forum Olahraga Fisipol (FOF) yang dihadiri sekitar 200 peserta. Pada charity run kali ini, FisipRun akan menempuh rute dengan total jarak sejauh 4 km.
Bertempat di Seminar Timur Fisipol UGM, diskusi diawali dengan penyampaian materi dari empat orang pembicara yakni Dahlia Citra Buana selaku Chief Creative Officer Narasi TV, Pandu Dirgantara selaku Head of Production Services Narasi TV, Zidny Kadir selaku Head of Research & Development Narasi TV, dan Lisa Lindawati, S.IP., M.A. yang merupakan dosen Departemen Komunikasi Fisipol UGM.
“Narasi TV merupakan omni-channel. Artinya, Narasi TV tidak terbatas pada satu platform saja, melainkan memiliki banyak wilayah dan ranah walau utamanya tetap berada di www.narasi.tv,” ungkapnya. Sembari menayangkan beberapa potongan tayangan yang sudah pernah dipublikasikan dalam kanal Narasi TV, Dahlia lebih lanjut menyebutkan beberapa program seperti Catatan Najwa, Shihab & Shihab, Buka Mata, Narasi People, Kejar Tayang, Tompi & Glenn, Duo Budjang, Buka Buku, Teppy O Meter, Mau Tau, dan program-program lainnya di kanal tersebut.