Yogyakarta, 12 Mei 2026 — Sebagai wujud komitmen institusi pendidikan dalam memfasilitasi ruang dialektika yang inklusif, Social Research Centre (SOREC) Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM mengambil inisiatif strategis dengan mewadahi ‘Ruang Solidaritas Papua Untuk Kedaulatan Tanah, Pangan, dan Kehidupan’. Acara ini diwujudkan melalui kegiatan pemutaran, menonton bersama, dan diskusi film dokumenter bertajuk Pesta Babi. Dilaksanakan pada Selasa (12/5) di Auditorium Lt.4 FISIPOL UGM, agenda ini memantik antusiasme yang sangat besar dan luas dari berbagai elemen, mulai dari sivitas akademika hingga masyarakat umum.
Berita
Dr. Hurriyah menekankan bahwa isu KBB adalah “laboratorium” nyata untuk menguji kualitas institusi politik. KBB ini menguji apakah negara mampu memberikan pengakuan dan perlindungan setara bagi seluruh warga negara tanpa kecuali. “Bagaimana negara mengelola kontestasi negosiasi ini memperlihatkan sejauh mana negara memiliki kapasitas mengatur dan memperlakukan rule of law, apakah sangat longgar lentur atau justru sangat legit,” ungkap Hurriyah.
Hurriyah turut membagikan temuan risetnya di Sumba mengenai masyarakat penghayat kepercayaan. Ia menceritakan bagaimana hambatan administratif berdampak domino pada pemenuhan hak dasar manusia. Banyak penghayat kesulitan mendapatkan buku nikah karena kepercayaan mereka tidak diakui secara resmi oleh sistem administrasi negara. Dampaknya, anak-anak mereka tidak memiliki akta kelahiran yang sah.
Tanpa akta kelahiran, anak-anak tersebut kesulitan mengakses pendidikan dasar. Syarat administrasi berupa kartu identitas yang mencantumkan kolom agama menjadi penghalang besar. Jika kolom agama tidak diisi, kepercayaan mereka dianggap tidak ada, yang berujung pada tidak keluarnya KTP. “Jadi tidak hanya agama dan kepercayaan mereka yang tidak diakui, tapi hak untuk mengakses pelayanan-pelayanan publik administratif tidak diakui sama sekali,” tegas Hurriyah. Fenomena ini menunjukkan bahwa tanpa pengakuan terhadap KBB, hak kewarganegaraan seseorang bisa hilang sepenuhnya.
Bagi FISIPOL UGM, penyelenggaraan kuliah tamu ini menjadi ruang strategis untuk mengajak mahasiswa pascasarjana berpikir kritis melampaui teks akademis. Dengan membedah kasus-kasus marginalisasi seperti di Sumba, mahasiswa didorong untuk melihat bahwa kapasitas negara diukur dari kemampuannya melindungi mereka yang paling rentan. Diskusi ini diharapkan dapat melahirkan perspektif baru dalam perumusan kebijakan publik yang lebih inklusif dan memperkuat pilar-pilar demokrasi di Indonesia.
Yogyakarta, 07 Mei 2026─Dalam upaya merespons dinamika perpolitikan nasional yang kian menantang, Korps Mahasiswa Politik Pemerintahan (KOMAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada, berkolaborasi dengan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), sukses menyelenggarakan sebuah talkshow interaktif. Mempersembahkan tajuk utama “Dari Kampus untuk Demokrasi: Mengawal Reformasi Pemilu Melalui Revisi UU Pemilu”, acara ini berlangsung dengan khidmat dan antusias pada Kamis (7/5) bertempat di area terbuka Selasar Barat, FISIPOL UGM.
Yogyakarta, 07 Mei 2026─Center for Digital Society (CfDS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kembali, CfDS Response yang mengusung tajuk “Pemberlakuan PP TUNAS: Mengartikan Kesetaraan Perlindungan Anak di Platform Digital”, acara ini dilangsungkan pada Kamis (7/5) secara daring.
Peneliti CfDS yang juga bertindak sebagai pemandu acara, Semeion Bintang Ridho Aunillah, membuka sesi diskusi dengan menyoroti urgensi krusial di balik lahirnya kebijakan yang membatasi penggunaan media sosial bagi anak ini. “Penggunaan teknologi digital pada anak layaknya pisau bermata dua. Di satu sisi, platform digital menawarkan ruang untuk anak belajar, berekspresi, dan berkembang. Tetapi di sisi lain, ada banyak sekali dampak negatif yang bermunculan ketika anak menggunakan media digital, seperti paparan konten berbahaya, eksploitasi data privasi, dan yang paling parah adalah kekerasan digital pada anak,” ungkap Semeion.
Yogyakarta, 7 Mei 2026─Ernani Dewi Kusumawati, mahasiswa program studi doktoral Ilmu Hubungan Internasional FISIPOL UGM berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah global. Bergabung dengan Departemen Ilmu Hubungan Internasional pada tahun 2024 sebagai mahasiswa S3 dengan konsentrasi Digital Transformation and Competitiveness (DTC) membawanya menjadi satu-satunya delegasi Indonesia dalam ajang Raisina IE-Global Student Challenge 2026 yang digelar di New Delhi, India pada Maret 2026.
Kompetisi ini merupakan bagian dari forum internasional Raisina Dialogue, sebuah wadah pertemuan strategis yang menghadirkan para pemimpin dunia, pejabat negara, akademisi, hingga praktisi guna membedah isu-isu geopolitik dan geoekonomi. Ernani bercerita sempat muncul keraguan dalam dirinya karena latar belakang pendidikan sarjananya berasal dari keilmuan farmasi. Kendati demikian, keraguan tersebut justru bertransformasi menjadi dorongan kuat ketika ia menyelami esensi dari acara tersebut. Pendekatan lintas disiplin dinilainya sebagai kunci.
Yogyakarta, 7 Mei 2026─Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM menunjukkan kontribusinya dalam penguatan kapasitas masyarakat menghadapi risiko bencana melalui partisipasi pada Pameran Kebencanaan Nasional yang menjadi bagian dari rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Kebencanaan ke-9. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) pada 6–7 Mei 2026 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi, praktisi, pemerintah, dan masyarakat untuk memperlihatkan inovasi, praktik baik, serta kontribusi nyata dalam pengurangan risiko bencana di Indonesia.
Depok, 6 Mei 2026─Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) melalui Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik (DMKP) menghadiri agenda strategis kolaborasi internasional yang diselenggarakan di Gedung M Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), Kampus Depok, pada Rabu (6/5).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan kerja sama antara Center for Study of Governance and Administrative Reform Universitas Indonesia (CSGAR UI), Crawford School of Public Policy The Australian National University (ANU), dan FISIPOL UGM melalui DMKP sebagai implementing unit.
Yogyakarta, 4 Mei 2026─Sebagai bentuk komitmen terhadap kesadaran terhadap kesehatan fisik dan mental para sivitas, Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan program PSdK Well-being Center (WBC) pada Senin (4/5) di Auditorium Fisipol UGM. Diperuntukkan bagi seluruh sivitas Departemen PSdK mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pihak terkait seperti Kapstra, PSDM, dan Advokasi, program PSdK Well-being Center (WBC) merupakan pusat layanan kesejahteraan mental, emosional, sosial, dan fisik yang cepat, aman, dan kontekstual.
Yogyakarta, 4 Mei 2026—Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada merespons permasalahan kesehatan jiwa di Gunung Kidul.
Wilayah ini merupakan salah satu daerah dengan angka bunuh diri tertinggi di Indonesia yang diperburuk oleh mitos budaya “pulung gantung”. Kemenko PMK menaruh perhatian serius terhadap krisis kesehatan jiwa di Gunungkidul, menyadari perlunya pendekatan komprehensif untuk mengatasi masalah ini. Katiman, Asisten Deputi Riset, Teknologi, dan Kemitraan Industri di Kemenko PMK, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dan lintas ilmu dalam masalah ini. “Kami mohon bantuan bapak/ibu di sini untuk memetakan isu-isu di Gunungkidul. Apa faktor tambahan yang perlu kita pertimbangkan? Dari sisi psikologi, kedokteran, pertanian, geografi, dan lainnya. Ini akan menjadi dasar kita ke depan,” ujarnya.
Yogyakarta, 30 April 2026─Dalam rangka menjaga kualitas pendidikan secara berkelanjutan, Program Studi Sarjana Ilmu Politik dan Pemerintahan (DPP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) melangsungkan tahapan asesmen lapangan secara luring. Evaluasi komprehensif yang diinisiasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK) ini diselenggarakan secara terpusat di Ruang Sidang Dekanat FISIPOL UGM pada Kamis (30/4).
Agenda ini melibatkan partisipasi jajaran dekanat, pimpinan departemen dan program studi, tenaga pendidik, staf kependidikan, serta perwakilan unit penjaminan mutu. Guna memberikan perspektif yang menyeluruh, asesmen ini turut melibatkan perwakilan mahasiswa, ikatan alumni, hingga mitra pengguna lulusan (user). Adapun tim asesor yang bertugas adalah Dr. Dewi Erowati, S.Sos., M.Si. dari Universitas Diponegoro, serta Prof. Dr.phil. Aditya Perdana, S.IP., M.Si. dari Universitas Indonesia.