Yogyakarta, 26 Mei 2026—Sebagai bagian dari puncak evaluasi mata kuliah Social Campaign, mahasiswa IUP Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM mengadakan kampanye sosial.
Acara yang berlangsung pada Senin (25/5) itu bertempat di area Sansiro, FISIPOL UGM. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para mahasiswa untuk menerjemahkan materi perkuliahan ke dalam bentuk intervensi sosial di ruang publik.
Acara yang berlangsung satu hari itu bertujuan mendorong para mahasiswa untuk tidak hanya peka terhadap berbagai persoalan sosial, tetapi juga ikut aktif mencari jalan keluar menggunakan strategi komunikasi yang relevan.

Tujuan utama dari kegiatan satu hari tersebut adalah menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap berbagai masalah sosial sekaligus mendorong mereka untuk turut merancang solusi. Solusi-solusi itu disusun dengan pendekatan strategi komunikasi yang sesuai dengan karakteristik isu dan target audiens.
Ahmad Asyqar Prabaswara, sebagai salah satu mahasiswa, mengatakan bahwa apa yang mereka tampilkan dalam acara ini dapat memantik perubahan untuk mahasiswa lainnya. “Masalah-masalah yang kita angkat itu kan relevan banget sama kehidupan mahasiswa. Menurutku, yang kita cari juga perubahan. Meskipun tidak besar, tetapi berdampak dengan pemikiran teman-teman,” ujarnya.
Mereka tidak hanya menyusun pesan, tetapi juga menyampaikannya secara langsung kepada audiens dengan metode yang atraktif dan mudah dicerna. Aktivitas luring ini dilakukan dengan cara-cara yang kreatif seperti instalasi visual, permainan interaktif, stan edukasi, serta berbagai kegiatan partisipatif yang mendorong keterlibatan aktif para pengunjung.
Acara ini juga menjadi pengingat akan pentingnya pendidikan dasar dan literasi dalam mengatasi masalah sosial. Dengan terlibat dalam diskusi dan aktivitas yang mempromosikan akses pendidikan yang setara, mahasiswa menyoroti kebutuhan akan peluang pendidikan yang inklusif bagi semua, tanpa memandang latar belakang mereka.
Yang membedakan kegiatan ini adalah keberanian mahasiswa dalam menyikapi realitas sosial berdasarkan sudut pandang generasinya sendiri. Harapannya, acara ini mampu membuka wawasan sivitas akademika terhadap kompleksitas persoalan sosial di lingkungan sekitar. Dengan mengusung nilai partisipasi, inovasi, dan tanggung jawab sosial, pengaktifan kampanye ini menunjukkan bahwa mahasiswa bukan sekadar objek pembelajaran, melainkan pelaku perubahan yang menghidupkan prinsip keberlanjutan dalam keseharian mereka.