Yogyakarta, 21 April 2026—Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dr. (H.C.) Sultan Baktiar Najamudin, menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam mewujudkan Green democracy di Indonesia.
Dekan FISIPOL UGM, Wawan Mas’udi, dalam pembukaannya menekankan pentingnya pembahasan green democracy di tengah tantangan perubahan iklim saat ini. “Perubahan iklim, kita menghadapi betul tantangan bagaimana membuat sistem tata kelola kekuasaan yang aware terkait perubahan-perubahan dunia yang semakin membutuhkan green politics, green policy, dan dalam hal ini juga green democracy,” ujarnya.
Dalam kuliah umum di Auditorium FISIPOL UGM, Najamudin menegaskan, gagasan Green Democracy yang telah ia tuangkan secara dalam buku berjudul “Green Democracy: Gagasan Inovasi Demokrasi Penguatan Lembaga DPD RI, Pelestarian Lingkungan dan Peningkatan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045”. Menurut Najamudin, kampus bukan sekadar penonton atau pengkritik kebijakan, melainkan pemicu utama transformasi demokrasi menuju sistem yang berkelanjutan secara ekologis.
“Kita menghadapi suatu kondisi yang perlu kita sadari bersama: kita sedang berada pada fase surplus politisi, dan defisit negarawan,” ujarnya. “Dari kegelisahan itulah lahir gagasan green democracy. Sebuah upaya untuk mengembalikan arah demokrasi agar tidak hanya berbicara tentang kekuasaan dan pertumbuhan, tetapi juga tentang keberlanjutan dan keadilan antargenerasi.”
Najamudin menyoroti pentingnya pendidikan dasar dalam membangun budaya kesadaran ekologis dan tanggung jawab sipil di kalangan generasi muda. Ia menunjukkan bahwa pendidikan adalah pilar fundamental dalam membangun kapasitas individu untuk terlibat dalam praktik berkelanjutan dan berkontribusi pada proses demokrasi.
Kuliah umum ini menarik perhatian sivitas akademika untuk terlibat dalam diskusi tentang persimpangan antara demokrasi, pendidikan, dan keberlanjutan lingkungan. Najamudin mendorong para peserta untuk berpikir kritis tentang peran mereka dalam green democracy dan menjadi partisipan aktif yang mendukung pelestarian ekologis.
Kuliah umum ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan mahasiswa dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama di bidang pendidikan dan keberlanjutan ekologis.
Kuliah umum ini menjadi pengingat akan peran vital pendidikan dalam membentuk masa depan yang berkelanjutan dan tanggung jawab semua pemangku kepentingan untuk bekerja menuju masyarakat yang lebih adil dan setara.