Dorong Semangat Peneliti Muda, FISIPOL UGM Gelar Workshop Metodologi “Doing Field Research in Southeast Asia”

Yogyakarta, 17 April 2026 – Penelitian lapangan (field research) kerap kali menjadi tantangan terbesar sekaligus pengalaman paling berharga bagi para ilmuwan sosial. Guna membekali dan membangkitkan keberanian para penelitinya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan agenda akademik strategis yang menjadi bagian dari rangkaian program Visiting Scholar. Bertempat di Ruang Sidang Dekanat FISIPOL UGM pada Jumat (17/4), fakultas menggelar workshop metodologi bertajuk “Doing Field Research in Southeast Asia”.

Agenda yang ditujukan bagi para dosen dan mahasiswa program doktoral ini kembali menghadirkan Dr. Priyambudi Sulistiyanto, Adjunct Senior Lecturer di Flinders University, Australia. Jika sesi sebelumnya membahas pendekatan studi komparatif, workshop kali ini secara spesifik membedah aspek praksis, taktik metodologis, dan seni bertahan selama melakukan penelitian langsung di lapangan. Kegiatan ini dirancang khusus untuk memantik semangat para peneliti muda di lingkungan kampus agar tidak ragu keluar dari zona nyaman dan terjun langsung membongkar realitas di kawasan regional. Dr. Budi sapaan akrabnya, secara persuasif mengajak para peserta untuk memanfaatkan keistimewaan letak geografis Indonesia dan kemudahan mobilitas saat ini.

“Tujuan saya melakukan workshop ini adalah untuk mendorong teman-teman, mumpung masih muda, mumpung banyak budget airlines, mumpung punya kesempatan dan tinggal di kawasan Asia Tenggara. Kau bisa ikut skema atau mencari skema pendanaan untuk pergi ke situs-situs itu,” tutur Dr. Budi di hadapan para peserta. Menurutnya, akses yang semakin terbuka harus dimanfaatkan secara optimal oleh peneliti Indonesia untuk tidak hanya menjadi objek kajian, tetapi juga menjadi aktor utama yang meneliti dinamika negara-negara tetangga secara langsung.

Dalam paparannya, Dr. Budi mengajak peserta menyelami dinamika sesungguhnya dari sebuah riset lapangan melalui ragam cerita dan pengalaman pribadinya. Bertahun-tahun melakukan penelitian di berbagai negara dengan lanskap politik dan budaya yang beragam tentu memberikannya banyak pengetahuan yang jarang ditemukan di dalam buku teks metodologi konvensional. Peneliti diuji untuk luwes menghadapi tantangan nyata, mulai dari kendala bahasa, birokrasi perizinan lokal, hingga dinamika sosial masyarakat akar rumput yang sangat cair.

Pemaparan yang relevan dan membumi ini memantik antusiasme luar biasa dari para peserta yang hadir. Mahasiswa doktoral dan para dosen tampak aktif berdialog dan membedah berbagai rintangan spesifik yang sedang atau mungkin mereka hadapi dalam riset masing-masing. Diskusi mengalir dinamis, membahas mulai dari strategi membangun hubungan saling percaya (rapport) dengan informan kunci, hingga langkah mitigasi saat menemui jalan buntu di lapangan. Melalui workshop metodologi ini, FISIPOL UGM menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi peneliti sosial yang tidak hanya tangguh secara konseptual di atas kertas, tetapi juga berani dan tangkas dalam mengeksplorasi luasnya medan penelitian di kawasan Asia Tenggara.